Multiple Sclerosis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang merusak saraf di saraf tulang belakang dan otak, serta saraf optik akibat kerusakan myelin. Myelin adalah materi yang melindungi syaraf, berfungsi seperti lapisan pelindung pada kabel listrik dan memudahkan syaraf untuk mengirim impulsnya dengan cepat. Pada MS, kerusakan myelin (demyelinasi) menyebabkan gangguan kemampuan serabut syaraf untuk menghantarkan pesan ke dan dari otak.

Lokasi terjadinya kerusakan myelin (plak atau lesi) tampak seperti area (parut/luka) yang mengeras: pada MS, parut-parut/luka-luka ini tampak pada otak dan tulang belakang. Sclerosis berarti jaringan parut. Tergantung di mana kerusakan terjadi, gejala ini dapat mencakup masalah dengan kontrol otot, keseimbangan, penglihatan, atau berbicara.

Multiple sclerosis membuat sistem kekebalan tubuh penderita menyerang jaringan sekitar serat saraf di otak, susclerosisum tulang belakang, dan saraf optiknya sendiri. Hal ini mebuat penderita kesulitan mengontrol gerakan, ucapan, dan fungsi lainnya.

Penyakit ini biasanya dimulai antara usia 20 dan 50 tahun dan dua kali lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada laki-laki. Sekitar 20% orang yang terkena Multiple sclerosis memiliki kerabat dekat yang juga dipengaruhi oleh penyakit ini. Mati rasa, masalah pendengaran, penglihatan, dan berkurangnya ketajaman mental merupakan gejala penyakit ini. Jika hal itu terjadi, segera pergi ke dokter untuk memastikannya. Semakin cepat terdeteksi maka akan semakin cepat juga diketahui pasti.

Multiple sclerosis adalah penyakit yang hilang-timbul, dengan gejala-gejala muncul dalam siklus diselingi masa antara tanpa gejala (asimtomatik). Namun ada juga bentuk Multiple sclerosis yang berkembang dengan lambat dan evolutif. Dalam hal ini, kemajuan gejala lambat, tetapi terus-menerus dan tanpa periode asimtomatik.

Penyakit Multiple sclerosis sangat tidak menentu dan tak terduga. Seseorang dengan Multiple sclerosis dapat kambuh serius dan memburuk sehingga tampaknya harus selalu memakai kursi roda, lalu tiba-tiba membaik dan dapat berjalan lagi. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam kasus tertentu untuk memprediksi perkembangan penyakit tersebut (kesembuhan lengkap, kesembuhan sementara, memburuk, dll).

Penyebab Multiple Sclerosis

Penyebab MS belum diketahui, saat ini seluruh dunia masih melakukan penelitian untuk mencari penyebab pasti penyakit MS. Penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan kekurangan vitamin D dengan gangguan autoimun (pemicu sclerosis). Penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini mungkin lebih aktif selama musim panas. Panas dan kelembaban yang tinggi juga dapat memperburuk gejala sementara. Begitu pula suhu yang sangat dingin dan perubahan suhu yang mendadak dapat memperburuk gejala.

Diduga suatu virus atau antigen asing memicu reaksi autoimun, yang biasanya terjadi pada awal kehidupan penderita. Lalu tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan mielinnya sendiri, antibodi ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada selubung saraf.

*Faktor keturunan diduga juga berperan dalam terjadinya sklerosis multipel. Sekitar 5% penderita memiliki saudara laki-laki atau saudara perempuan yang juga menderita penyakit ini dan sekitar 15% penderita memiliki keluarga dekat yang menderita penyakit ini. Faktor lingkungan juga berperan dalam terjadinya penyakit ini.

Sklerosis multipel terjadi pada 1 dari setiap 2000 orang yang pada 10 tahun pertama kehidupannya tinggal di daerah beriklim sedang, tetapi hanya 1 dari setiap 10.000 orang yang lahir di daerah beriklim tropis. Sklerosis multipel hampir tidak pernah menyerang orang-orang yang tinggal di dekat katulistiwa. Iklim dimana seseorang tinggal pada 10 tahun pertama kehidupannya tampaknya lebih penting daripada iklim dimana seseorang tinggal setelah 10 tahun pertama kehidupannya.

Kerusakan myelin pada MS mungkin terjadi akibat respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan organisma berbahaya (bakteri dan virus). Satu teori menyebutkan bahwa virus, yang mungkin sudah menetap lama dalam tubuh, mungkin memainkan peranan penting dalam perkembangan penyakit ini dan mungkin mengganggu sistem kekebalan atau secara tidak langsung mengubah proses sistem kekebalan tubuh.

Gejala Multiple Sclerosis

Gejala dan tanda-tanda multiple sclerosis sangat bervariasi, tergantung pada bagian sistem saraf pusat yang terkena. Setiap penderita mengalami gejala klinis dan perkembangan penyakit yang berbeda-beda. Semua unsur fisik, sensorik dan motorik mungkin akan terpengaruh pada berbagai derajat. Gejala awal yang sering terjadi adalah kesemutan, mati rasa atau perasaan aneh pada lengan, tungkai, batang tubuh atau wajah.

Ketangkasan dan kekuatan tungkai atau tangan bisa hilang. Beberapa penderita hanya memiliki gejala pada mata berupa penglihatan ganda, kebutaan parsial dan nyeri pada satu mata, penglihatan kabur atau suram atau hilangnya penglihatan pusat (neuritis optikus). Gejala awal juga bisa berupa perubahan emosi dan intelektual yang ringan. Kebanyakan penderita Multiple sclerosis mengalami lebih dari satu gejala.

Gejala-gejala berikut umum terjadi pada banyak orang, tapi tidak seorang pun mempunyai semua gejala secara bersamaan:

  • Gangguan Penglihatan

    • Penglihatan kabur
    • Penglihatan membayang (diplopia)
    • Neuritis optikal
    • Pergerakan mata yang tak terkontrol
    • kebutaan (sangat jarang terjadi)
    • Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi
  • hilang keseimbangan tubuh

    • Gemetar (tremor)
    • ketidakstabilan kemampuan berjalan (ataksia)
    • pusing (vertigo)
    • kekakuan anggota tubuh
    • gangguan koordinasi
    • perasaan lemah pada kasus tertentu hal ini dapat mempengaruhi kaki dan kemampuan berjalan
  • Gangguan kemampuan berbicara

    • perlambatan cara berbicara
    • berbicara seperti menggumam
    • perubahan ritme berbicara
    • sulit menelan (dysphagia)
  • Gangguan kandung kemih dan usus

    • Gangguan kandung kemih
      • meliputi: sering buang air kecil, tidak dapat buang air kecil secara tuntas atau tidak bisa menahan air kecil.
    • Gangguan usus
      • meliputi: konstipasi/sembelit, dan kadang-kadang diare.
  • Gangguan Seksual

    • impoten
    • Berkurangnya kemampuan seksual
    • kehilangan gairah
  • Gangguan Kognitif dan Emosi

    • kehilangan memori jangka pendek
    • kehilangan kemampuan konsentrasi, penilaian, penalaran
  • Gangguan sensibilitas

    • pengurangan sensitivitas di beberapa bagian tubuh kekakuan
    • gatal-gatal atau nyeri lokal singkat
    • nyeri dapat menyertai penyakit MS, contohnya, nyeri di wajah (seperti trigeminal neuralgia), dan nyeri otot
    • perasaan tersengat listrik
  • Keletihan berlebihan

    • Perasaan lemah dan letih yang datang tidak terduga dan tidak sebanding dengan aktivitas yang sedang dikerjakan. Keletihan berlebihan adalah gejala penyakit MS yang paling umum (dan yang paling menyusahkan).
  • Kekakuan (spasticity)

    • kekakuan otot yang dapat mempengaruhi mobilitas dan cara berjalan
    • kejang.

Pencegahan Multiple Sclerosis

Mengurangi dan Mencegah MS:

  • Meningkatkan asupan vitamin D
  • Meningkatkan asupan lemak esensial, baik yang hewani maupun nabati
  • Mengurangi asupan gula, khususnya fruktosa, hingga 25 sehari saja
  • Meningkatkan susu dan produk susu hasil pasteurisasi
  • Hindari aspartam dan jus buah kalengan atau botolan yang artifisial
  • Perbanyak makan makanan nabati yang belum diolah
  • Mengontrol kadar zat besi
  • Menerapakan pola hidup sehat.