Makanan yang Baik dan Buruk untuk Nyeri

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Makanan Yang Baik Dan Buruk Untuk Nyeri

Rasa nyeri bisa diredakan dengan konsumsi makanan, tetapi ada beberapa makanan tertentu yang justru bisa memperburuk kondisi nyeri. Peradangan merupakan penyebab utama rasa nyeri pada berbagai kondisi, termasuk rheumatoid arthritis. Dan ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa makanan tertentu bisa membantu meringankan peradangan tersebut. Jadi ketika Anda merasakan rasa nyeri pada tubuh, jangan langsung mengambil obat-obatan untuk mengatasinya.

Berikut beberapa makanan yang baik dikonsumsi untuk meringankan rasa nyeri, antara lain:

• Minyak zaitun
Minyak zaitun bekerja dengan cara yang sama seperti omega-3 yang berpotensi mengurangi peradangan pada sendi yang menyakitkan. Sebuah senyawa yang disebut oleocanthal, yang memberikan rasa pada minyak zaitun, mungkin memiliki efek yang sama pada tubuh seperti aspirin, ibuprofen, dan obat pereda nyeri lainnya.

• Salmon
Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang dikenal baik untuk melindungi jantung, senyawa tersebut juga bisa membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah peradangan. Studi menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan bisa melindungi seseorang dari rheumatoid arthritis dan bisa mengurangi tingkat keparahan penyakit.

• Kunyit
Kunyit biasanya digunakan untuk menambah rasa dan juga warna kuning krem pada makanan, tetapi juga bisa memberikan perlindungan terhadap rasa nyeri. Curcumin, senyawa aktif dalam kunyit memiliki sifat anti-inflamasi, meskipun kadarnya sangat rendah.

• Susu
Beberapa penelitian menunjukkan produk susu baik untuk rheumatoid arthritis, tetapi bagi orang yang alergi terhadap protein kasein pada susu mungkin bisa memperburuk pembengkakan sendi jika minum susu. Penelitian juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kadar tinggi vitamin D melalui berbagai produk susu memiliki risiko yang lebih rendah terhadap rheumatoid arthritis. Vitamin D mungkin memiliki efek anti-inflamasi dalam tubuh.

• Buah beri
Buah ini mengandung fitokimia yang dikenal sebagai anthocyanin, yang juga menawarkan manfaat anti inflamasi. Anthocyanin bertanggung jawab terhadap warna biru, merah dan ungu hidup yang tampak dalam berbagai buah beri.

• Brokoli dan sayuran lainnya
Sebuah studi menemukan bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi sayuran, memiliki risiko peradangan yang lebih rendah hingga 61 persen dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi sayuran sama sekali.

• Bawang merah
Bawang merah mengandung phytochemical yang bisa mengurangi peradangan. Satu studi menemukan bahwa bawang merah juga dilengkapi dengan quercetin, suatu senyawa yang ditemukan yang fungsinya sebagai mediator efek anti-inflamasi. Bawang juga telah dikenal memiliki beberapa sifat anti kanker.

• Bawang putih
Seperti bawang merah, bawang putih juga memiliki sifat tertentu yang bisa meringankan rasa sakit. Bawang putih juga memiliki phytochemical yang bisa mematikan jalur inflamasi pada tikus percobaan, yang efeknya mirip dengan ibuprofen.

Berikut 4 makanan yang bisa memperburuk kondisi nyeri:

• Mentega dan krim
Mentega dan krim dibuat dari lemak jenuh dari produk hewani yang mengandung asam arakidonat, yang bisa memperburuk peradangan dan nyeri terkait dengan pembengkakan.

• Daging merah
Daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi dan sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lemak jenuh berada pada risiko yang lebih besar terhadap inflamasi. Hal ini dianggap sebagai radikal bebas yang bisa meningkatkan peradangan. Daging merah tidak hanya meningkatkan rasa sakit peradangan, tetapi juga tidak baik untuk kesehatan jantung.

• Minuman manis
Minuman manis telah terbukti bisa memperburuk rasa nyeri kronis, karena cenderung rendah nutrisi dan relatif tinggi kalori, dan berkontribusi terhadap obesitas. Secara umum, kelebihan berat badan atau obesitas bisa meningkatkan risiko rheumatoid arthritis sebesar 24 persen.

• Gluten
Orang dengan penyakit celiac, yang memiliki intoleransi gluten parah, lebih mudah merasakan rasa sakit. Sehingga perlu menghindari makanan yang mengandung gluten seperti gandum, rye, barley, dan produk biji-bijian, termasuk roti, pasta, dan sereal. Beberapa obat-obatan, vitamin, dan lipbalm mungkin mengandung gluten juga.

Artikel Terkait Makanan yang Baik dan Buruk untuk Nyeri: