Efek Merokok Bagi Lambung

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Efek Merokok Bagi Lambung

Bahaya merokok lebih identik dengan masalah pada paru-paru, namun ternyata rokok juga bisa merusak sistem pencernaan dan lambung. Lambung merupakan salah satu organ sistem pencernaan yang penting bagi kesehatan manusia. Kadar nikotin dalam tembakau antara 1% – 4%. Jadi, dalam satu batang rokok terdapat sekitar 1,1 mg nikotin. Selain mengandung nikotin, rokok tembakau juga mengandung zat-zat organik lain dan berbagai bahan tambahan (zat aditif). Rokok bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan tidak hanya yang berhubungan dengan saluran pernafasan saja dan bahkan lebih berbahaya, seperti kanker lidah, kanker usus besar, kanker paru atau kanker pankreas. Rokok juga bisa menyebabkan serangan stroke ringan, jantung, an bisa menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Perokok sering merasa begah, cepat kenyang dan kembung. karena rokok juga menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau refluks yang mencetuskan penyakit GERD. Racun yang keras dari rokok mampu mengikis lapisan perut dan tidak memungkinkan enzim pencernaan berfungsi dengan baik. Sehingga perokok berat mengalami kesulitan dalam mencerna makanan. Rokok bisa menurunkan mukosa lambung yang kemudian menimbulkan risiko kanker lambung dan pankreas. Merokok juga bisa menambah modifikasi radang yang terjadi karena bakteri H.Pylori. Bakteri H.Pylori merupakan zat perusak lambung serta dinding usus dua belas jari. Merokok bisa mempengaruhi peradangan yang terjadi pada lubang yang ada dalam lambung, maupun mengecilnya organ tubuh tersebut. Dalam bagian lambung, para perokok menunjukkan kronik ringan dan peradangan dalam darah, sedikit terdapat pengecilan organ tubuh (atrophy). Pada para perokok, serangan bakteri H.Pylori lebih kuat pada lubang lambung tetapi tidak terlalu kuat pada tubuh lambung sendiri. Kerusakan gastrointestinal mukosa sebenarnya bisa disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara faktor perusak (asam dan pepsin) dengan faktor defensif. Mukosa memiliki kemampuan sitoproteksi, yakni kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri). Seperti sistem imun yang berusaha melawan kalau ada zat asing masuk ke tubuh, ini juga yang terjadi di lapisan mukosa. Terutama di lapisan bagian bawah saluran cerna.

Faktor-faktor yang berperan dalam proteksi mukosa di antaranya lapisan mukus mukosa lambung, bikarbonat, lapisan hidrofobik, aliran darah mukosa dan prostaglandin. Bikarbonat sendiri diproduksi secara alami dalam jumlah kecil oleh permukaan sel epitel. Sementara lapisan hidrofobik merupakan lapisan fosfolipid yang berfungsi mencegah masuknya asam ke dalam sel epitel. Seluruh faktor defensif ini bisa mengalami penurunan, apalagi kemudian dibarengi dengan peningkatan faktor agresif seperti stres, asam lambung, pepsin dan bakteri Helicobacter pylori, maka lapisan mukus akan menipis dan semakin memperbesar risiko seseorang untuk mengalami gastritis. Dengan menjauhi stres, menjalani gaya hidup sehat, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok, maka kebiasaan-kebiasaan tersebut membantu menjaga kesehatan lambung dan sistem pencernaan kita.