Anoreksia & Bulimia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 1

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Anoreksia Bulimia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 1

Obesitas atau kegemukan telah dikenal sebagai salah satu faktor risiko diabetes tipe 2, sehingga seseorang perlu mengontrol berat badannya dengan tidak makan berlebihan. Tetapi ternyata bukan hanya makan berlebihan saja yang terkait dengan diabetes, gangguan makan juga berkaitan dengan risiko diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada pasien di bawah usia 20 tahun, sedangkan diabetes tipe 2 biasanya menyerang seseorang di usia 35 tahun ke atas. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan pankreas sehingga produksi insulin berkurang, sementara tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin, dimana jumlah insulin mencukupi tetapi tidak bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar gula darah.

Seseorang yang mengalami gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia, yaitu obsesi untuk memiliki penampilan fisik yang ideal hingga mempengaruhi pola makan, diketahui bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 1. Konsekuensi dari gangguan makan mungkin juga bisa meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang seperti penyakit kardiovaskular dan jantung, karena kadar gula yang terlalu banyak dalam darah bisa merusak arteri dan membuat jantung berusaha lebih keras dalam memompa darah.

Gangguan makan membuat seseorang makan makanan yang kurang bergizi, menjalani periode diet yang ketat, mood berubah-ubah, dan depresi. Hal ini bisa mengganggu fungsi pankreas, sehingga produksi insulin tidak mencukupi. Akibatnya terjadi fluktuasi kadar glukosa darah secara ekstrim karena kurangnya kontrol dari insulin. Masalah pada insulin ini bahkan bisa mengakibatkan komplikasi medis seperti gagal ginjal, penyakit jantung, gangguan sirkulasi darah dan kerusakan penglihatan.

Jika Anda mengalami gangguan makan, Anda perlu melakukan tes diabetes untuk mendapatkan diagnosa lebih dini. Anda juga memerlukan bantuan terapis atau ahli gizi yang bisa membantu mengatasi gangguan makan dan memperbaiki asupan gizi tubuh.