Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Melahirkan

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Melahirkan

Beberapa selebritas secara mengejutkan kembali langsing setelah melahirkan. Akibatnya, tidak heran banyak ibu baru yang bingung tentang apa yang terjadi setelah melahirkan. Sekarang akan kami pisahkan antara mitos dan fakta yang terjadi pada tubuh setelah melahirkan.

  • Anda harus makan lebih banyak ketika menyusui

Salah: Kalori untuk ASI sebagian besar akan berasal dari cadangan tubuh. (yakni lemak yang menumpuk di pinggul saat kehamilan!) Targetkan untuk menurunkan 0,5 sampai 1 kg berat badan untuk setiap satu pekan, sampai Anda mencapai berat yang diinginkan.

Jika berat Anda turun sampai lebih dari 1 kg untuk setiap pekan, Anda mungkin harus menambahkan camilan ekstra untuk mengurangi penurunan berat badan. Sangat penting untuk makan dalam porsi penuh, karena vitamin dan mineral dari makanan akan dipompa ke dalam ASI. Fokuslah untuk makan secara teratur dengan banyak buah, sayur, susu rendah lemak, gandum dan protein, dan konsultasikan dengan dokter Anda mengenai vitamin yang Anda konsumsi sebelum kehamilan selagi Anda menyusui.

  • Anda akan langsung kehilangan berat 4,5 kg

Benar: Kurangi berat Anda dengan bayi seberat 3,5 sampai 4 kg, ditambah dengan 1 kg darah dan air ketuban, maka Anda dipastikan kehilangan berat sebanyak 4,5 kg di rumah sakit setelah melahirkan.

Setelah minggu pertama Anda akan kehilangan 1,5 sampai 2,5 kg kadar air dalam tubuh. Tetapi butuh waktu untuk kembali ke berat badan sebelum melahirkan. Butuh waktu sembilan bulan untuk menaikkan berat badan Anda, setidaknya butuh waktu yang sama untuk menurunkannya.

  • Kehilangan kulit bersih setelah melahirkan

Benar: Selama kehamilan, akan ada peningkatan sirkulasi darah sampai 50 persen. Hal ini meningkatkan aliran darah di banyak tempat, terutama di wajah, pembuluh darah akan melebar untuk menampung bertambahnya volume darah.

Jika kulit Anda kembali ke keadaan sebelum hamil, jerawat akan muncul pada saat Anda berhenti menyusui, mulailah menggunakan retinoid atau OTC retinol. Hal ini akan mempercepat regenerasi sel dan membuat wajah kembali bercahaya. Untuk jerawat yang besar, bicarakan dengan dokter Anda mengenai resep yang mengandung retinoid dan antibiotik anti jerawat seperti clindamycin or benzoyl peroxide.

  • Menyusui membuat berat badan Anda turun

Benar: Bayi dengan ASI eksklusif membutuhkan 500 sampai 800 kalori per hari untuk tumbuh kembang yang sehat. Jika ASI Anda yang memberi semua kalori itu, tebaklah dari mana kalori itu berasal?

Menopang bayi dengan ASI artinya Anda menggunakan kalori Anda sendiri untuk memberi makan anak Anda. Jangan kecewa jika berat badan tidak turun secepat yang Anda inginkan — semakin lama Anda menyusui anak, semakin membantu penurunan berat badan.

  • Ibu yang baru melahirkan harus menunggu beberapa bulan untuk olahraga

Salah: Ada beberapa latihan, seperti kegel dan memperkuat perut (menggerakkan otot perut, punggung dan bokong pada saat yang sama), hal itu bisa Anda lakukan langsung setelah melahirkan. Tapi melakukan latihan penuh Anda harus melakukannya secara perlahan. Seperti langkah bayi. Ambilah beberapa langkah lebih setiap hari dan Anda akan kembali ke keadaan Anda dulu.

  • Kerutan setelah melahirkan di perut karena rahim tertarik

Salah: Kelebihan lemak di perut dinamakan diastasis recti, perpisahan dari otot perut yang paling luar, jaringan yang menahan otot tertarik dan mejadi tipis. Jadi sekarang jaringan tipis tersebut yang menahan organ, bukannya otot perut. Untuk mendapat perut Anda kembali ada 3 cara, kardio, berolahraga, dan makanan sehat.

  • Bekas perut yang melar akan permanen

Salah: Sampai 90 persen wanita akan menghadapi bekas perut yang melar selama kehamilan. Bekasnya adalah akibat dari peningkatan berat badan yang drastis, tubuh akan membesar lebih cepat dan kulit akan tertarik.

  • Rambut Anda akan rontok

Benar: Sekitar 50 persen wanita akan mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan. Kejadian ini dinamakan telogen effluvium dan terjadi kapan saja di antara satu sampai enam bulan setelah melahirkan.

Selama kehamilan akan ada peningkatan hormon, yang memperlambat proses pengelupasan dan mempertebal rambut. Hormon akan kembali seimbang setelah melahirkan, rambut akan kembali ke siklus normal pengelupasan dan pertumbuhan rambut. Untuk menjaga rambut tetap sehat dan mengurangi rambut rontok, disarankan untuk banyak memakan makanan yang tinggi kadar protein, zat besi, seng, antioksidan dan silika, yang merupakan nutrisi untuk kulit kepala dan rambut.

Sebagai tambahan, penambahan hormon bernama glucocorticoid selama kehamilan memperlambat pembentukan kolagen dan serat elastin dalam kulit. Kuncinya adalah pengobatan secepat mungkin ketika bekas melarnya masih baru dan berwarna merah, merah muda atau ungu.

Berikut adalah apa yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi tanda kerutan bekas melahirkan:

  • Minum banyak air untuk meingkatkan tingkat elastisitas kulit.
  • Hindari makanan berbahan kanji, makanan manis, dan asin yang bisa membuat kegemukan dan perut sebah.
  • Banyak makan buah jeruk-jerukan dan makanan yang tinggi vitamin C, yang merupakan vitamin penting dalam produksi kolagen.
  • Oleskan minyak topikal seperti Bio Oil di trimester pertama, untuk memaksimalkan elastisitas kulit dan membantu menjaga kelembapan.

Artikel Terkait Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Melahirkan: