Tumor Hipofisis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Tumor Hipofisis

Hipofisis merupakan sebuah nama kelenjar yang berada di otak kecil. Meski bentuknya hanya sebesar kacang tanah, fungsinya sangat vital karena mempengaruhi kerja tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kelenjar hipofisis medula kelenjar yang sangat penting bagi tubuh manusia, kelenjar ini mengatur fungsi dari kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ovarium dan testis, kontrol laktasi, kontraksi uterine sewaktu melahirkan dan tumbuh kembang yang linear, dan mengatur osmolalitas dan volume dari cairan intravascular dengan memelihara resorpsi cairan diginjal. Kelenjar hipofisis terdiri dari 2 lobus, lobus anterior dan lobus posterior, pada lobusanterior kelenjar ini terdapat 5 tipe sel yang memproduksi 6 hormon peptida.

Sedangkan pada lobus posterior dilepaskan 2 macam hormon peptida.P ituitary tumor, pertumbuhan abnormal yang berkembang di kelenjar hipofisis di otak,hampir selalu noncancerous (jinak). Kelenjar berukuran 4 x 9 milimeter ini punya hubungan timbal balik dengan pusat otak yang mengatur gerak orang sehari-hari. Selain itu, hipofisis juga menghasilkan hormon prolaktin yang sangat berperan dalam proses ovulasi pada wanita dan pematangan sperma pada pria yang akhirnya memengaruhi keseburan orang tersebut. Produksi hormon prolaktin yang berlebih, misalnya, dapat menyebabkan seorang wanita mengalarni gangguan menstruasi dan air susu keluar dari payudara (galaktorea) ketika tidak hamil atau menyusui.

Sebagian besar tumor hipofisis (adenomas) tidak menyebar di luar tengkorak (nonmetastatic) dan biasanya masih terbatas pada kelenjar  pituitari atau di dekatnya jaringan otak. Pituitary tumor cukup umum dan seringdidiagnosis melalui scan MRI yang dilakukan untuk alasan lain. Meski penyakit ini relatif jarang, bila terlambat diketahui dampaknya akan fatal. Penyakit ini memang tak mematikan tapi bukan berarti tidak berbahaya. Tumor ini juga bisa menjadi salah satu penyebab wanita maupun pria menjadi tidak subur dan sulit mendapatkan keturunan, menyebabkan kebutaan dan efek buruk lainnya.

Sekitar 10% dari seluruh tumor intrakranial merupakan tumor hipofisis, terutama terdapat pada usia 20-50 tahun, dengan insiden yang ditemukan seimbang pada laki-laki dan wanita. Tumor hipofisis terutama timbul pada lobus anterior hipofisis, sedangkan pada lobus posterior (neurohipofisis) jarang terjadi. Tumor ini biasanya bersifat jinak.

Gangguan menstruasi yang terjadi bisa berupa oligomenorea (siklus haid lebih panjang), amenorea (tidak menstruasi). Sementara pada kaum adam, produksi hormon prolaktin yang terganggu akan mempengaruhi fungsi seksual mereka. Pria yang mengidap kelainan ini bisa menjadi gemuk dengan gejala Iain seperti adanya pertumbuhan payudara seperti pada wanita, dan memiliki penis yang kecil. Akibatnya pria ini kerap mengalami disfungsi seksual.

Tumor hipofisis yang biasa ditemukan orang pada usia produktif 20 sampai 40 tahun ini, selain mengganggu kerja hormon juga bisa membesar. Bila membesar sampai ukuran beberapa sentimeter, dapat terjadi gangguan kesehatan serius, misalnya kebutaan. lni mengingat letak tumor yang berimpitan dengan saraf optik. Menyerang usia produktif. Biang keladi kemandulan pada pria dan wanita. Sakit kepala berkepanjangan, panclangan mata kabur, keringat berlebih adalah gejalanya.

Penyebab Tumor Hipofisis

Penyebab tumor hipofisis tidak diketahui. Sebagian besar diduga tumor hipofisis hasil dari perubahan pada DNA dari satu sel, menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali.Cacat genetik, sindroma neoplasia endokrin multipel tipe Idikaitkan dengan tumor hipofisis. Namun, account cacat ini hanya sebagian kecil dari kasus-kasus tumor hipofisis. Selain itu, tumor hipofisis didapat dari hasil penyebaran (metastasis) dari kanker situs lain.Kanker payudarapada wanita dan kanker paru-paru pada pria merupakan kanker yang paling umum untuk menyebar ke kelenjar pituitari. Kanker lainnya yang menyebar ke kelenjar pituitari termasuk kanker ginjal,kanker prostat, melanoma,dan kanker pencernaan.

Hipopituitarisme seringkali dipicu oleh adanya tumor dari kelenjar hipofisa. Tumor kelenjar hipofisa yang membesar menyebabkan penekanan dan kerusakan pada jaringan kelenjar hipofisa sehingga terjadi gangguan produksi hormon. Selain itu tumor juga dapat menekan saraf penglihatan sehingga menyebabkan gangguan penglihatan.

Penyebab yang secara primer mempengaruhi kelenjar hipofisa (hipopituitarisme primer):

  • Tumor hipofisa
  • Berkurangnya aliran darah ke hipofisa (akibat perdarahan hebat, bekuan darah,anemia)
  • Infeksi dan peradangan
  • Sarkoidosis atau amiloidosis
  • Terapi radiasi
  • Pengangkatan kelenjar hipofisa melalui pembedahan
  • Penyakit autoimun

Hipopituitarisme dapat disebabkan oleh kelainan yang mengenai hipotalamus, yaitu bagian otak yang terletak di atas kelenjar hipofisa. Hipotalamus menghasilkan hormon yang langsung mempengaruhi aktivitas kelenjar hipofisa. Hipopituitarisme yang disebabkan oleh penyebab-penyebab yang tidak langsung mengenai kelenjar hipofisa disebut hipopituitarisme sekunder, misalnya disebabkan oleh :

  • Tumor hipotalamus
  • Peradangan hipotalamus
  • Cedera kepala
  • Kerusakan pada hipofisa, pembuluh darah maupun sarafnya akibat pembedahan pada kepala
  • Pada panhipopituitarisme, pembentukan seluruh hormon hipofisa berkurang atau terhenti sama sekali. Panhipopituitarisme terjadi jika seluruh kelenjar hipofisa mengalami kerusakan.

Dugaan penyebab tumor Hipofisis, diantaranya:

  • Perubahan DNA

Penyebab tumor hipofisis tidak diketahui. Sebagian besar diduga tumor hipofisis hasil dari perubahan pada DNA dari satu sel, menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

  • Cacat genetik, sindroma neoplasia endokrin multipel tipe I dikaitkan dengan tumor hipofisis. Namun, account cacat ini hanya sebagian kecil dari kasus-kasus tumor hipofisis.

+Hasil Penyebaran Kanker

Tumor hipofisis didapat dari hasil penyebaran (metastasis) dari kanker situs lain.Kanker payudarapada wanita dan kanker paru-paru pada pria merupakan kanker yang paling umum untuk menyebar ke kelenjar pituitari.

Gejala Hipofisis

Gejala hipopituitarisme bervariasi tergantung kepada jenis hormon apa yang kurang. Pada beberapa kasus, kelenjar pituitary hanya mengalami penurunan produksi hanya dari satu jenis hormon. Namun lebih sering terjadi penurunan produksi beberapa hormon dalam waktu bersamaan (panhipopituitarisme). Gejala-gejalanya biasanya timbul secara bertahap dan tidak disadari selama beberapa waktu, tetapi kadang terjadi secara mendadak dan dramatis.

Produsi hormon pertumbuhan (Growth Hormone), LH (Lutenizing Hormone), dan FSH (Follicle Stimulating Hormone) biasanya menurun lebih dulu sebelum penurunan TSH (Thyroid Stimulating Hormone) dan ACTH (Adrenocorticotropic Hormone).

Bisa terjadi kekurangan satu, beberapa atau semua hormon hipofisa anterior.

  • Kekurangan gonadotropin (LH dan FSH) pada wanita pre-menopause bisa menyebabkan:

  • terhentinya siklus menstruasi (amenore)

  • kemandulan

  • vagina yang kering

  • hilangnya beberapa ciri seksual wanita

  • Pada pria, kekurangan gonadotropin menyebabkan:

  • impotensi

  • pengkisutan buah zakar

  • berkurangnya produksi sperma sehingga terjadi kemandulan

  • hilangnya beberapa ciri seksual pria (misalnya pertumbuhan badan dan rambut wajah).

  • Kekurangan gonadotropin juga terjadi pada sindroma Kallmann, yang juga menderita:

  • celah bibir atau celah langit-langit mulut

  • buta warna

  • tidak mampu membaui sesuatu.

Kekurangan hormon pertumbuhan (Growth Hormone) pada dewasa biasanya menyebabkan sedikit gejala atau tidak menyebabkan gejala; tetapi pada anak-anak bisa menyebabkan lambatnya pertumbuhan, kadang-kadang menjadi cebol (dwarfisme).

  • Kekurangan TSH (Thyroid Stimulating Hormone) menyebabkan hipotiroidisme, yang menimbulkan gejala, antara lain:

  • kebingungan

  • tidak tahan terhadap cuaca dingin

  • penambahan berat badan

  • sembelit

  • kulit kering

  • Kekurangan kortikotropin (ACTH) saja jarang terjadi; bisa menyebabkan kurang aktifnya kelenjar adrenal, yang akan menimbulkan gejala berupa:

  • lelah

  • tekanan darah rendah

  • kadar gula darah rendah

  • rendahnya toleransi terhadap stres (misalnya trauma utama, pembedahan atau infeksi).

  • Kekurangan prolaktin sendiri merupakan keadaan yang jarang terjadi, tetapi bisa menjelaskan mengapa beberapa wanita tidak bisa menghasilkan air susu setelah melahirkan.

  • Sindroma Sheehan merupakan suatu komplikasi yang jarang terjadi, dimana terjadi kerusakan sebagian kelenjar hipofisa. Gejalanya berupa lelah, rontoknya rambut kemaluan dan rambut ketiak serta ketidakmampuan menghasilkan air susu.

  • Kekurangan anti-diuretik hormone (ADH). Hormon ini mengatur produksi urin sehingga terjadi keseimbangan cairan di dalam tubuh. Kekurangan hormon ini menyebabkan keadaan yang dinamakan diabetes insipidus, dimana terjadi produksi urin yang berlebihan dan timbulnya rasa haus.

Artikel Terkait Tumor Hipofisis: