Tuberkolusis Bisa Merenggut Nyawa

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Tuberkolusis Bisa Merenggut Nyawa

Bakteri TB yang tidak segera diobati akan terus bersemayam di dalam paru-paru manusia hingga akhirnya hanya menunggu waktu saja. Mycobacterium tubercuosis akan menggerogoti paru-paru hingga dapat menyebar ke bagian lain seperti tulang. Ketika batuk terlalu keras, maka pembuluh darah yang mulai rapuh akibat serangan bakteri TB di paru-paru akan pecah. Jika pembuluh darah di saluran napas besar yang pecah, maka sangat membahayakan. Perdarahan hebat akan terjadi mirip seperti muntah darah. Perdarahan merah segar tanpa bercampur nasi merupakan ciri khas perdarahan dari saluran napas. Ibu Mawar salah satu korbannya. Sama seperti mimisan dimana permbuluh darah di hidung pecah dan terus mengalir deras, pecahnya pembuluh darah di saluran napas akan begitu pula.

Keluarnya darah berlebihan dari dalam tubuh akan membuat keseimbangan cairan di dalam tubuh goyang. Jika darah yang keluar lebih dari satu liter, maka tubuh akan drop hingga tidak sadarkan diri. Hal ini tentunya akan mengganggu kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika kehilangan banyak darah maka darah yang masuk ke berbagai organ tubuh pun berkurang. Kematian organ-organ tubuhpun terjadi secara cepat hanya karena hal sepele, batuk darah.

Harusnya TB tidak sampai menyebabkan kematian jika dapat diketahui lebih awal dan diobati. Hal ini jelas terlihat dari anak ketiga Ibu Mawar yang saat ini berusia dua tahun dan pernah menjalani pengobatan TB. Jika ada satu anak kecil ketahuan menderita TB, artinya ada orang dewasa di sekitarnya yang menjadi sumber penularan.

Untuk balita, biasanya ibu akan ditanyakan terlebih dahulu karena berpeluang menjadi sumber penularan. Sayangnya, disini terputus informasi sehingga Ibu Mawar tidak pernah tahu bahwa dirinya menderita TB sama seperti putri bungsunya. Padahal, setiap harinya ia menderita batuk namun tidak pernah berobat ke tenaga kesehatan lantaran menganggap dirinya sehat.

Kurangnya kepekaan terhadap TB ini dipengaruhi oleh buruknya pengetahuan tentang TB juga  di masyakarat. Batuk bertahun-tahun yang Ibu Mawar rasakan walau belum sampai mengeluarkan batuk darah selama ini hanya dianggap batuk biasa. Padahal, penting untuk memeriksakan diri terhadap ada tidaknya TB jika batuk dalam tiga minggu tidak ada perubahan.

Selain batuk berkepanjangan maupun batuk berdarah, TB dapat diamati dari penurunan berat badan dimana penderita tidak dalam upaya diet tertentu. Namun, di beberapa daerah dimana mayoritas masyarakatnya perokok baik aktif maupun pasif, lagi-lagi ciri batuk mengarah pada TB ini sulit diamati karena seringnya dianggap sepele jika mengalami batuk.

Berikut cici-ciri batuk TB:

  • Batuk berkepanjangan lebih dari 3 minggu tidak sembuh-sembuh
  • Batuk berulang-ulang (mudah batuk)
  • Batuk hingga mengeluarkan darah
  • Berat badan turun (biasanya 10 persen dari BB semula dalam sebulan)
  • Ada keluarga/tetangga yang pernah menderita TB/sedang mendapatkan pengobatan TB

Cara menentukan ada tidaknya TB hanya dapat dilakukan di pusat pelayanan kesehatan, salah satunya Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Tak perlu ragu berkunjung ke Puskesmas untuk memeriksakan diri. Tidak perlu takut pula karena pengobatan TB ditanggung sepenuhnya oleh negara alias gratis. Tentu hal ini penting karena pengobatan TB bukan hanya sehari dua hari minum obat tetapi harus teratur minimal enam bulan.

Pasien TB harus minum obat teratur dan tidak boleh terputus obat walau hanya sehari sekali pun. Hal ini dikarenakan Mycobacterium tubercolosis merupakan bakteri jenis tahan asam yang mempunyai daya bertahan cukup kuat di dalam tubuh manusia sehingga dia dapat tidur sementara dan kembali tumbuh ketika daya tubuh kita melemah. Karenanya, melawan bakteri TB dibutuhkan kombinasi obat-obatan bukan hanya satu melainkan minimal tiga obat. Keseluruhannya harus diminum secara teratur agar bakteri terbunuh maksimal dan tidak muncul kembali. Matinya bakteri ini akan menguntungkan karena pasien tidak lagi menjadi sumber penularan bagi orang lain.

TB sangat mudah diderita oleh anak. Tapi jangan khawatir, makanan bergizi dan juga kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar dapat mencegah penularan TB. Caranya mudah, temukan gejala-gejala TB dan obati orang yang anda duga menderita TB agar sehat dan tidak menularkan penyakitnya lagi, baik sengaja maupun tidak. Selain itu, lindungi bayi anda dengan memberikan imunisasi BCG. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan gaya hidup sehat tidak merokok juga akan menjauhkan anda dari tertularnya TB.

Bakteri TB memang sangat mudah ditularkan karena hanya melalui udara saja. Batuk/bersin yang tidak ditutup dengan mudah menjadi cara menularkan bakteri ini ke orang lain. Bahkan tidak jarang, kita merasa badan sehat-sehat saja padahal sudah menyimpan bakteri TB yang sedang tidur. Oleh karenanya, tidak berlebihan jika satu orang dewasa dengan TB dapat membunuh seribu anak.