Tipe Stroke

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Tipe Stroke

Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke area otak.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko stroke, seperti

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

  • Jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik

  • Kebiasaan merokok atau menjadi perokok pasif

  • Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar

  • Penggunaan pil KB atau melakukan terapi hormon yang mencakup estrogen

  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan methamphetamine

  • Memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit jantung, stroke, atau TIA

  • Usia, Berusia 55 tahun atau lebih

  • Ras, Orang yang memiliki ras Afrika-Amerika memiliki risiko terserang stroke lebih tinggi daripada orang dari ras lain.

  • Jenis kelamin, Kaum pria lebih berisiko terkena stroke. Namun, bila sudah mengalaminya, kaum wanita lebih mungkin meninggal dunia.

  • Kadar kolestrol tinggi, memiliki tingkat kolestrol total lebih tinggi dari 200 mgdL atau 5,2 mmol per liter, berisiko terserang stroke.

  • Mengidap penyakit diabetes dan penyakit jantung (gagal jantung, kelainan jantung, infeksi jantung, atau jantung berirama tidak normal)

  • Mengalami gangguan tidur, obstructive sleep apnea, di mana tingkat oksigen dalam tubuh mengalami naik turun, khususnya pada malam hari

  • Tekanan darah tinggi, jika tekanan darah lebih tinggi dari 12080 mmHg, Anda lebih mungkin terserang stroke.

Tanda paling umum dari stroke adalah kelemahan tiba-tiba pada wajah, lengan atau kaki, paling sering di salah satu sisi tubuh. Tanda-tanda peringatan lainnya bisa berupa:

  • Mendadak sakit kepala parah tanpa diketahui penyebabnya

  • Tiba-tiba kesulitan melihat pada satu atau kedua mata

  • Mati rasa mendadak pada wajah, lengan, atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh

  • Kebingungan, tiba-tiba kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan

  • Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi.

Jenis stroke

» Stroke iskemik

Stroke iskemik terjadi bila pembuluh darah yang memasok darah ke otak tersumbat sehingga pasokan darah menuju ke otak menjadi berkurang (iskemia). Jenis stroke iskemik merupakan jenis yang paling umum terjadi yaitu hampir 90%.

Kondisi yang mendasari stroke iskemik adalah penumpukan lemak yang melapisi dinding pembuluh darah (disebut aterosklerosis). Kolesterol, homocysteine dan zat lainnya bisa melekat pada dinding arteri, membentuk zat lengket yang disebut plak. Seiring waktu, plak menumpuk. Hal ini sering membuat darah sulit mengalir dengan baik dan menyebabkan bekuan darah (trombus).

Stroke iskemik dibagi menjadi dua jenis

Stroke trombotik

Sumbatan disebabkan trombus yang berkembang di dalam arteri otak yang sudah sangat sempit.

Stroke embolik

Stroke yang terjadi ketika bekuan darah terbentuk di organ tubuh yang letaknya jauh dari otak, biasanya dalam organ hati. Jenis bekuan darah ini disebut dengan istilah embolus. Sumbatan disebabkan trombus, gelembung udara atau pecahan lemak (emboli) yang terbentuk di bagian tubuh lain seperti jantung dan pembuluh aorta di dada dan leher, yang terbawa aliran darah ke otak. Kelainan jantung yang disebut fibrilasi atrium bisa menciptakan kondisi di mana trombus yang terbentuk di jantung terpompa dan beredar menuju otak.

» Stroke hemoragik

Stroke hemoragik disebabkan oleh pembuluh darah yang bocor atau pecah di dalam atau di sekitar otak sehingga menghentikan suplai darah ke jaringan otak yang dituju disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan adanya titik-titik lemah pada dinding pembuluh darah (aneurisma), pecahnya arteriovenous malformation (AVM), pembuluh darah berdinding tipis. Selain itu, darah membanjiri dan memampatkan jaringan otak sekitarnya sehingga mengganggu atau mematikan fungsinya.

Dua jenis stroke hemoragik

Perdarahan intraserebral

Perdarahan intraserebral merupakan perdarahan di dalam otak yang disebabkan oleh trauma (cedera otak) atau kelainan pembuluh darah (aneurisma atau angioma). Jika tidak disebabkan oleh salah satu kondisi tersebut, paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi kronis. Perdarahan intraserebral menyumbang sekitar 10% dari semua stroke, tetapi memiliki persentase tertinggi penyebab kematian akibat stroke.

Perdarahan subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan dalam ruang subarachnoid, ruang di antara lapisan dalam (Pia mater) dan lapisan tengah (arachnoid mater) dari jaringan selaput otak (meninges). Penyebab paling umum adalah pecahnya tonjolan (aneurisma) dalam arteri. Perdarahan subarachnoid adalah kedaruratan medis serius yang bisa menyebabkan cacat permanen atau kematian. Stroke ini juga satu-satunya jenis stroke yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

» Transient Ischemic Attack (TIA)

Transient Ischemic Attack (TIA) disebut juga dengan istilah ministroke. Serangan ini terjadi akibat suplai darah menuju otak berkurang akibat pembuluh darah tersumbat. Biasanya hal ini hanya terjadi selama kurang dari lima menit dan bersifat sementara. Namun, jika sudah mengalami hal ini, maka berarti penderita berisiko besar mengalami kerusakan otak permanen.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan akibta stroke

• Masalah emosional

Pengidap stroke lebih sulit mengendalikan emosi dan terkadang bisa menyebabkan mereka depresi.

• Perubahan perilaku

Orang yang mengalami stroke mungkin tidak bisa beraktifitas seperti orang pada umumnya. Mereka hanya bisa terlentang di atas tempat tidur.

• Kehilangan memori dan sulit berpikir

Penderita stroke bisa mengalami kehilangan memori ingatan pada otak dan ada juga yang mengalami kesulitan berpikir dan memahami sesuatu.

• Kelumpuhan

Kurangnya aliran darah ke otak bisa menyebabkan tubuh lumpuh, biasanya hanya pada satu sisi tubuh. Selain itu, tubuh juga tidak bisa mengendalikan otot-otot tertentu, seperti pada salah satu lengan atau wajah.

• Kesulitan berbicara atau menelan

Saat terserang stroke, otot-otot yang ada di mulut dan tenggorokan sulit digerakkan dan menyebabkan penderita stroke kesulitan berbicara dan menelan. Banyak orang yang menjadi cadel (dysarthria) setelah mengalami stroke. Penderita stroke juga akan mengalami kesulitan untuk membaca dan menulis.

• Tubuh terasa nyeri

Stroke akan membuat tubuh penderita mati rasa dan terasa nyeri. Bahkan bisa timbul juga berbagai sensasi aneh di bagian tubuh mereka yang terkena stroke, seperti kesemutan. Beberapa orang yang mengalami stroke mungkin akan menjadi sensitif terhadap perubahan suhu, terutama suhu dingin. Komplikasi ini umumnya akan dirasakan beberapa minggu setelah mengalami stroke.

Pencegahan

Berikut beberapa yang bisa di lakukan untuk mencegah terjadinya stroke ataupun mengurangi resiko jika sudah terkena

• Olahraga

• Mengelola diabetes

• Mengontrol tekanan darah

• Mengurangi jumlah alkohol

• Mengelola stres

• Berhenti merokokmenggunakan tembakau

• Menjaga berat badan yang sehat

• Menghindari obat-obatan terlarang

• Makan diet kaya buah-buahan dan sayuran