Tipe Diabetes Mellitus

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Tipe Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh ketidakmampuan organ pankreas untuk memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah dihasilkan oleh pankreas secara efektif.

Pada penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol, akan terjadi peningkatan kadar glukosa (gula) darah yang disebut hiperglikemia. Hiperglikemia yang berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh terutama pada saraf dan pembuluh darah.

Diabetes mellitus dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Diabetes melitus tipe 1

Merupakan diabetes mellitus yang disebabkan oleh tidak mampunya pankreas memproduksi insulin. Sekitar 10% orang yang mengidap diabetes memiliki diabetes Tipe 1. Sering disebut dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) karena penderita bergantung pada pemberian insulin dari luar.

Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai diderita. Dan pada tahap awal, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal.

Diabetes tipe 1 biasanya mengenai anak-anak dan remaja. Jumlah kejadiannya sangat langka, hanya sekitar 10% dari total diabetesi (penderita diabetes) di dunia dan kurang dari 1% di Indonesia.

Faktor penyebabnya adalah infeksi virus atau reaksi auto-imun (rusaknya sistem kekebalan tubuh) yang merusak sel-sel yang menghancurkan sel beta pankreas.

  • Gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul mendadak, antara lain:

  • Sering cepat merasa haus

  • Sering buang air kecil (pada balita sering mengompol)

  • Badan menjadi kurus, dan lemah.

Jika insulin tidak segera diberikan, penderita bisa tiba-tiba tidak sadarkan diri atau koma diabetik.

Diabetes melitus tipe 2

Merupakan diabetes yang disebabkan oleh resistensi insulin, sehingga penggunaan insulin oleh tubuh menjadi tidak efektif yakni insulinnya cukup tetapi tidak bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar gula darah.

Pada tahap awal ketidaknormalan yang paling utama adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.

Diabetes tipe 2 diderita 90% para penderita diabetes. Sering disebut diabetes life style karena salah satu penyebabnya adalah faktor gaya hidup. Sebanyak 90% diabetes menderita diabetes melitus karena pengaruh faktor keturunan.

Pada umumnya, diabetes tipe 2 mengenai orang dewasa, tapi akhir-akhir ini juga banyak mengenai orang-orang yang lebih muda. Diabetes tipe 2 berkembang sangat lambat, bisa sampai bertahun-tahun. Sehingga gejalanya sering kali tidak terasa jelas. Penderita diabetes tipe 2 tidak mutlak memerlukan suntikan insulin karena pankreasnya masih menghasilkan insulin, tapi kerja insulin menjadi tidak efektif karena di dalam tubuh terjadi resistensi insulin atau penurunan kemampuan hormon insulin menurunkan kadar gula darah.

Saat terjadi resistensi insulin, pankreas harus bekerja keras memproduksi insulin sebanyak-banyaknya untuk bisa menggempur resistensi insulin tersebut dan memberi kesempatan gula untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh. Jika kondisi berlangsung lama dan tidak segera diperbaiki, pankreas mengalami penurunan kemampuan untuk menghasilkan insulin sehingga gula akan menumpuk di dalam darah. Salah satu faktor pemicu resistensi insulin atau diabetes tipe 2 adalah kegemukan, khususnya kegemukan di daerah perut, kurangnya aktivitas fisik, dan terlalu banyak makan dengan gizi yang tidak seimbang.

Diabetes gestasional

Diabetes gestasional ialah jenis diabetes yang dialami oleh wanita selama masa kehamilan. Ditunjukkan dengan kadar glukosa yang tinggi dalam darah selama masa kehamilan. Diabetes pada masa kehamilan termasuk salah satu factor resiko terkena diabetes tipe II.

Pemicu diabetes gestasional adalah adanya hormon yang dilepaskan plasenta untuk pertumbuhan janin. Hormon tersebut diduga menghalangi kerja dari insulin di dalam sel-sel tubuh wanita hamil. Hal ini menyebabkan terjadinya resistensi insulin, dengan kata lain sel-sel dalam tubuh wanita hamil mengalami kesulitan untuk menggunakan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat dan mempengaruhi produksi dari energi di dalam tubuh.

  • Beberapa gejala yang mungkin bisa diperhatikan meliputi:

  • Banyak kencing (poliuria)

  • Banyak minum (polidipsia)

  • Banyak makan (polifagia)

Keluhan yang sering dihubungkan dengan diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, dan kesemutan.

Diabetes gestasional terjadi pada minggu ke 24 sampai ke 28 masa kehamilan. Diabetes gestasional adalah kondisi sementara dimana kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan.

Selain tiga jenis diabetes, terdapat keadaan yang disebut prediabetes. Prediabetes merupakan suatu keadaan yang mendahului diabetes, ditandai dengan kadar gula darah puasa atau gula darah setelah makan melebihi kadar normal, namun belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes melitus.

Penelitian telah membuktikan bahwa orang–orang dengan prediabetes, bila tidak ditangani secara tepat bisa berkembang menjadi Diabetes Mellitus tipe 2. Orang–orang dengan prediabetes juga memiliki peningkatan resiko untuk terkena penyakit Kardiovaskuler seperti stroke dan serangan jantung.