Tiga Jenis Angina

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Tiga Jenis Angina

Angina pektoris adalah rasa tertekan pada dada yang terjadi karena otot jantung mengalami kekurangan oksigen akibat terganggunya aliran darah ke arteri.

Gangguan ini merupakan nyeri dada yang bersifat sementara dan berupa serangan nyeri dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri, punggung, rahang atau ke daerah perut, yang bisa disalahartikan sebagai gejala maag. Nyeri dada biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas dan segera hilang bila aktivitas dihentikan. Selain di dada, nyeri mungkin juga dialami di bahu, punggung, lengan, leher, bahkan di rahang.

Angina pektoris terjadi ketika beberapa bagian dari otot jantung tidak mendapatkan cukup darah, biasanya selama masa tenaga atau stres. Pada saat seperti itu, jantung harus bekerja lebih keras dan lebih cepat.

Angina umumnya terjadi saat melakukan aktivitas fisik berat tetapi dapat dipicu juga oleh kondisi emosi, mencerna makanan berat, atau keluar rumah dalam keadaan angin dingin.

Tiga jenis angina, yaitu:

« Angina Stabil (Stable Angina)

Disebut juga angina klasik, terjadi jika pembuluh darah koroner yang tidak bisa melebar untuk meningkatkan alirannya sewaktu kebutuhan oksigen meningkat.

Biasanya disebabkan oleh olahraga atau aktivitas fisik lainnya seperti berlari atau berjalan.

Rasa sakit di dada umumnya mereda setelah beristirahat selama beberapa waktu.

Rasa sakit biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 menit dan obat bisa membantu mengurangi rasa sakit.

Rasa sakit di dada kadang-kadang menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti lengan, punggung dan bahu.

« Angina Tidak Stabil (Unstable Angina)

  • Nyeri dada jenis ini mirip dengan angina pektoris stabil.

  • Durasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil

  • Unstable angina tidak mengikuti pola tertentu seperti stable angina dan dapat menjadi indikasi serangan jantung dalam waktu dekat

  • Angina jenis ini lebih parah dari stable angina dan dapat terjadi bahkan saat beristirahat.

  • Rasa sakit di dada dapat berlangsung selama 10 atau 15 menit dan tidak bisa disembuhkan dengan istirahat atau obat-obatan.

« Variant Angina (prinzmental)

  • Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali pagi hari.

  • Disebabkan oleh vasospasma.

  • Vasospasma merupakan kekejangan yang disebabkan oleh penyempitan arteri koronari dan berkurangnya aliran darah ke jantung.

  • Angina jenis ini jarang terjadi.

Gejala Angina

  • Tanda paling jelas dari serangan angina adalah nyeri yang khas dan terasa seperti menekan atau meremas sensasi di dada

  • Ketidaknyamanan dirasakan di belakang tulang dada, ketidaknyamanan dirasakan di belakang tulang dada, kadang-kadang menyebar ke, leher bahu lengan, dan rahang.

  • Sering pasien merasakan nyeri dada di daerah sternum (tulang dada) atau di bawah sternum (substernal), atau dada sebelah kiri dan kadang-kadang menjalar ke lengan kiri, dapat menjalar ke punggung, rahang, leher, atau ke lengan kanan. Nyeri dada juga dapat timbul di tempat lain seperti di daerah ulu hati, leher, rahang, gigi, bahu

  • Pada angina, nyeri dada biasanya seperti tertekan benda berat, atau seperti di peras atau terasa panas, kadang-kadang hanya mengeluh perasaan tidak enak di dada karena pasien tidak dapat menjelaskan dengan baik, lebih-lebih jika pendidikan pasien kurang.

  • Nyeri dada pada angina biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas,

  • Lamanya nyeri dada biasanya berlangsung 1-5 menit, kadang-kadang perasaan tidak enak di dada masih terasa setelah nyeri hilang. Bila nyeri dada berlangsung lebih dari 20 menit, mungkin pasien mendapat serangan jantung dan bukan angina pektoris biasa.

  • Pada angina pektoris dapat timbul keluhan lain seperti sesak napas, perasaan lelah, kadang-kadang nyeri dada disertai keringat dingin.

Pencegahan Angina

Berikut merupakan beberapa tips untuk mencegah angina

  • Berhenti merokok

  • Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas

  • Mengkonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat

  • Olahraga teratur terbukti efektif mencegah angina

  • Hindari stres yang tidak perlu dan belajar teknik relaksasi

  • Kurangi konsumsi alkohol

  • Jangan menambahkan garam pada makanan

Artikel Terkait Tiga Jenis Angina: