Kelainan Akromegali

Solusi Sistem Endokrin

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Sistem Endokrin » Kelainan Akromegali

Akromegali adalah gangguan hormonal yang terjadi akibat kelenjar pituitary (hipofisis) menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan pada orang dewasa atau setelah epifisis tulang menutup. Kondisi ini membuat tulang bertambah besar sehingga menjadikan tangan, kaki, dan wajah juga bertambah besar. Akromegali biasanya terjadi pada usia dewasa muda. Jika terjadi pada anak-anak, hormon pertumbuhan terlalu banyak akan menyebabkan kondisi yang disebut gigantisme. Anak akan mengalami pertumbuhan tulang yang berlebihan dan terjadi penambahan tinggi badan yang abnormal. Penyakit ini sangat progresif, tapi penderitanya biasanya tidak menyadari hingga penyakitnya benar-benar terlihat beberapa tahun kemudian. Penyakit yang dulunya dikenal dengan nama Marie Disease ini adalah penyakit terselubung yang disebabkan oleh sekresi berlebih dari hormon pertumbuhan yang diproduksi kelenjar pituitari.

Penyebab

Akromegali merupakan penyakit kronis yang diakibatkan oleh kelebihan GH (growth hormone) / IGF-1 (insulin like growth factor-1) yang dapat mengganggu faal jantung dan pernapasan sehingga meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Penyebab kematian tersering pada akromegali adalah penyakit kardiovaskuler. Kelebihan GH pada masa kanak-kanak, dimana lempeng epifisis (epiphyseal plate) pada ujung-ujung tulang panjang masih belum tertutup, akan berakibat timbulnya tubuh raksasa (gigantisme). GH (growth hormone) memainkan peran penting dalam mengelola pertumbuhan fisik. Ketika disekresi ke dalam aliran darah, GH memicu hati menghasilkan hormon yang disebut insulin-like growth factor-I (IGF-I). IGF-I merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan lain. Jika kelenjar pituitary membuat terlalu banyak GH, jumlah berlebihan IGF-I juga akan terjadi. Terlalu banyak IGF-I akan menyebabkan pertumbuhan abnormal jaringan lunak dan rangka. Pada orang dewasa, tumor adalah penyebab paling umum kelebihan produksi GH. – Tumor pituitary (hipofisis) Sebagian besar kasus acromegaly disebabkan oleh tumor non-kanker kelenjar pituitary. Tumor memicu sekresi berlebihan GH sehingga menyebabkan tanda-tanda dan gejala acromegaly. Beberapa gejala acromegaly seperti sakit kepala dan gangguan penglihatan disebabkan karena massa tumor menekan jaringan otak di dekatnya.

– Tumor Nonpituitary Pada beberapa orang dengan acromegaly (akromegali), tumor di bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru, pankreas atau kelenjar adrenal, bisa menyebabkan gangguan tersebut. Pada beberapa kasus, tumor ini benar-benar mengeluarkan GH. Dalam kasus lain, tumor menghasilkan hormon yang disebut growth hormone-releasing hormone (GH-RH) yang merangsang pituitary (hipofisis) untuk menghasilkan lebih banyak GH.[]

Gejala acromegaly

Salah satu tanda paling umum acromegaly adalah pembesaran tangan dan kaki. Orang dengan gangguan acromegaly tidak bisa lagi memakai cincin yang dulu pas atau ukuran sepatu yang semakin membesar. Acromegaly juga menyebabkan perubahan bertahap bentuk wajah, seperti rahang bawah yang lebih menonjol, hidung membesar, bibir menebal, dan jarak gigi yang lebih lebar. Karena acromegaly cenderung berkembang lambat, tanda-tanda awal mungkin tidak terlihat selama beberapa tahun. Acromegaly akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi dari setiap individu: – Sakit kepala
– Lidah membesar
– Gangguan penglihatan
– Pembesaran tangan dan kaki
– Pembesaran bentuk wajah
– Peningkatan ukuran dada
– Nyeri dan mobilitas sendi terbatas
– Penyimpangan siklus menstruasi pada wanita
– Disfungsi ereksi pada pria
– Kulit kasar, menebal, dan berminyak
– Keringat berlebihan dan bau badan
– Kelelahan dan kelemahan otot
– Pembesaran hati, jantung, ginjal, limpa dan organ lain
– Suara serak atau dalam karena pita suara dan sinus membesar
– Mendengkur parah karena terhalangnya saluran udara bagian atas.

Komplikasi

Acromegali bisa menimbulkan beberapa komplikasi, – Kebutaan
– Osteoarthritis
– Diabetes mellitus
– Carpaltunnel syndrome
– Kompresi medulaspinalis
– Tekanan darah tinggi(hipertensi)
– Fibroid rahim, tumor jinak di dalam rahim
– Pertumbuhan prekanker (polip) pada lapisan usus
– Pengurangan sekresi hormon hipofisis lainnya (hipopituitarisme)
– Penyakit kardiovaskular, terutama pembesaranjantung (kardiomiopati)
– Sleep apnea, suatu kondisi di mana napas berulang kali berhenti dan dimulai saat tidur.

Terapi Sistem Endokrin