Sindrom Tourette

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Sindrom Tourette

Sindrom Tourette merupakan suatu gangguan saraf (neuropsikiatri) dan perilaku (neurobehavioral disorder), yang ditandai dengan adanya gangguan motorik dan phonic (vokal) tics. Gangguan/aksi terjadi dengan tidak disadari dan berlangsung cepat (brief involuntary actions).

Pada anak-anak, biasanya kelainan sindrom tourette mulai terlihat pada usia 2 hingga 7 tahun sampai dengan tingkat keparahan tertinggi pada usia 10-12 tahun. Dibanding anak perempuan, anak laki-laki cenderung lebih beresiko mengalami sindrom tourette.

Sindrom tourette ditandai dengan gejala yang disebut tic. Tic berarti gerakan atau kontraksi otot yang berulang-ulang, cepat, tiba-tiba atau mendadak, tak terkendali, tak bertujuan, dan meniru-niru. Beberapa penderita mengalami tic ringan seperti berkedip, menyentakkan kepala, menyalak, atau memekik. Namun, beberapa pasien mengalami tic parah seperti melompat-lompat, memukul, menggigit, atau mengeluarkan sumpah serapah.

Sekitar 90 persen anak-anak dengan tourette syndrome memiliki kondisi penyerta, seperti hiperaktif, obsessive-compulsive disorder, atau gangguan pengendalian gerak. Dan gejala akan lebih sering muncul jika anak merasakan tekanan (stress) dan ketidakstabilan emosi, terutama tics yang menjadi lebih sering muncul.

Gejala Sindrom Tourette

  • Biasanya diawali dengan gerenyet otot sederhana, seperti meringis, sentakan kepala dan berkedip-kedip. Terkadanga hanya gelisah biasa dan dapat hilang dengan sendirinya.

  • Muncul gejala sederhana seperti; mendengkur dan mendengung dan bisa berkembang menjadi gejala yang kompleks, misalnya gerenyet pada syaraf vokal yang kompleks misalnya; berbicara kotor atau mengumpat tanpa alasan yang jelas dan tanpa disadari.

  • Gerenyet juga bisa terjadi pada syaraf motorik seperti gerakan menendang, memukul dan bernafas secara tidak teratur (tersental-sental).

  • Anak biasanya juga sering memperlihatkan gejala gerakan kepala secara berulang-ulang dari kiri ke kanan dan sebaliknya, mengedip-kedipkan mata, membuka mulut dan meregangkan leher.

  • Anak dengan sindrom tourette sering mengalami kesulitan dan kegelisahan dalam bersosialisasi. Sering menunjukkan perliaku impulsif, agresif dan perilaku menyerang diri sendiri.

  • Anak juga mengalami kesulitan belajar dan mengalami gangguan-gangguan seperti hiperaktif dan gangguan konsentrasi.

Beberapa macam sindrom tourette tidak membahayakan dan tidak menggangu penderita sehingga tidak memerlukan penyembuhan. Beberapa bahkan mengalami penurun frekuensi gerakan sampai menghilang saat si anak berusia remaja. Namun tic yang sederhana bisa menjadi gerakan kompleks apabila tidak segera diberikan tindakan. Misalnya tic vokal seperti bunyi mendengus atau mengorok.

Penyebab Sindrom Tourette

Penyebab terjadinya Sindrom Tourette belum dapat diketahui secara pasti. Penyebabnya diduga ketidakseimbangan neurotransmitter otak yaitu dopamin sehingga neurotransmitter tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya akan terjadi gerenyet dan gerakan yang tak terkendali pada tubuh.. Para ahli juga memperkirakan bahwa faktor genetik dan lingkungan memiliki peran penting dalam sindrom ini.

Faktor risiko Sindrom Tourette

  • Faktor risiko untuk Sindrom Tourette antara lain:
    • Jenis kelamin
    • Usia muda
    • Riwayat keluarga Sindrom Tourette

Pencegahan Sindrom Tourette

  • Menghindari pemicu timbulnya Sindrom Tourette seperti stres, cemas, kelelahan, atau kondisi emosional lainnya yang cenderung bisa memperburuk kejadian tic

    • Melakukan kegiatan tertentu yang membantu meredakan gejala-gejala tic seperti, relaksasi, bermain, berolahraga, berdoa, konsentrasi yang terfokus pada tugas atau pekerjaan.