Sindrom Ovarium Polikistik

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Sindrom Ovarium Polikistik 2

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah penyakit yang ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur atau tidak normal, jerawat, obesitas, dan pertumbuhan rambut yang berlebihan. Sindrom ovarium polikistik adalah suatu gangguan kesuburan pada wanita yang ditandai dengan adanya sejumlah kista-kista kecil disekitar ovarium. Kondisi ini menyebabkan infertilitas pada wanita menurun, karena ovulasi tidak dapat terjadi dan sel telur tidak dilepaskan dari ovarium untuk dibuahi oleh sperma. Pada sindrom ini tubuh wanita memproduksi hormon laki-laki (androgen) secara berlebihan. Akibatnya wajah lebih berminyak dan rambut tumbuh secara berlebihan, terutama di tangan dan kaki.

Sindrom ovarium polikistik termasuk dalam 12 penyakit yang sering tidak terdiagnosis oleh dokter. Namun kemajuan di bidang kedokteran semakin memperlihatkan bahwa sindrom ini ternyata merupakan penyebab nomor satu infertilitas (kemandulan) yang disebabkan oleh gangguan ovulasi dari ovarium, bahkan dalam jangka lebih panjang lagi sindrom yang terjadi karena kelainan metabolisme tubuh ini mampu memicu timbulnya diabetes mellitus dan penyakit jantung pada penderitanya.

Berat badan dapat membantu mengurangi atau mencegah banyak komplikasi yang terkait dengan PCOS, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Konsultasi dengan ahli gizi secara sering sangat membantu sampai hanya program individual yang tepat ditetapkan untuk setiap wanita.

PCOS terjadi pada 5% sampai 10% dari wanita dan merupakan penyebab paling umum dari ketidaksuburan pada wanita. Gejala PCOS dapat dimulai pada masa remaja dengan ketidakteraturan menstruasi, atau seorang wanita mungkin tidak tahu dia memiliki PCOS sampai di kemudian hari ketika gejala dan  atau infertilitas terjadi. Perempuan dari semua etnis mungkin akan terpengaruh.

Kelainan utama sindrom ovarium polikistik adalah tidak beresponsnya tubuh terhadap kadar insulin yang normal. Kelainan yang sama diidap oleh sebagian besar penderita diabetes mellitus. Resistensi insulin ini mengakibatkan pankreas bekerja lebih keras menghasilkan insulin sehingga kadar insulin dalam darah begitu tinggi sementara kadar gula yang tidak terolah pun meningkat. Beberapa penelitian menyimpulkan gangguan metabolisme insulin inilah yang mengakibatkan wanita penderita sindrom ovarium polikistik terancam mengalami penyakit diabetes mellitus tiga kali lebih besar daripada wanita normal.

Wanita penderita sindrom ovarium polikistik juga memiliki resiko mengalami penyakit jantung dan komplikasinya 7 kali lebih banyak dari wanita normal. Salah satu contoh adalah pada penyempitan pembuluh darah jantung sebagai salah satu penyebab utama serangan jantung. Adanya penyempitan lazim diperiksa dengan melihat kadar simpanan kalsium pada pembuluh darah jantung. Empat dari sepuluh wanita penderita sindrom ovarium polikistik memiliki kadar simpanan kalsium yang tinggi pada pembuluh darah jantungnya sementara pada wanita sehat hanya satu  dari sepuluh wanita yang memiliki kadar simpanan kalsium yang tinggi di dalam pembuluh darah jantungnya. Wanita penderita sindrom ovarium polikistik dengan gejala anovulasi, hiperandrogenisme dan resistensi insulin memiliki gambaran faktor risiko penyakit jantung yang sama dengan pria seperti penurunan kadar total HDL dan HDL2 dan peningkatan kadar trigliserida, kadar kolesterol total dan kadar LDL puasa.9,10,11  Kondisi ini memudahkan seorang wanita dengan sindrom ovarium polikistik mengalami penyempitan pembuluh darah jantung bahkan sumbatan pembuluh darah.

Gejala Sindrom Ovarium Polikistik

Gejala dan keluhan PCOS disebabkan oleh adanya perubahan hormonal. Satu hormon merupakan pemicu bagi hormon lainnya. Hal ini akan menimbulkan suatu gangguan keseimbangan hormonal dalam sistem endokrin. Gangguan tersebut antara lain adalah :

  • Hormon ovarium

Bila kadar hormon pemicu ovulasi tidak normal maka ovarium tidak akan melepaskan sel telur setiap bulan. Pada beberapa penderita, dalam ovarium terbentuk kista-kista kecil yang menghasilkan androgen.

  • Kadar androgen yang tinggi

Kadar androgen yang tinggi pada wanita menyebabkan timbulnya jerawat dan pola pertumbuhan rambut seperti pria serta terhentinya ovulasi.

  • Kadar insulin dan gula darah yang meningkat

Sekitar 50% tubuh penderita PCOS bermasalah dalam penggunaan insulin yaitu mengalami resistensi insulin. Bila tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik maka kadar gula darah akan meningkat. Bila keadaan ini tidak segera diatasi, maka dapat terjadi diabetes kelak dikemudian hari.

Gangguan keseimbangan hormonal akibat PCOS menyebabkan terjadinya sejumlah permasalahan dalam kehamilan dan masalah kesehatan reproduksi lain :

  • Infertilitas
  • Abortus berulang
  • Diabetes gestasional
  • Karsinoma endometrium. Resiko meningkat 3 kali lipat dibandingkan dengan yang bukan penderita PCOS
  • Hipertensi dalam kehamilan dan atau persalinan dengan segala akibatnya (pre eklampsia/eklampsia, bayi kecil masa kehamilan, persalinan preterm)
  • Hiperplasia endometrium (lesi prakanker). Keadaan ini terjadi bila siklus haid tidak berlangsung secara teratur sehingga terjadi “penumpukan” endometrium. Penggunaan pil kontrasepsi diharapkan dapat menurunkan kejadian hiperplasia endometrium

Gejala PCOS/Sindrom Ovarium Polikistik

Gejala PCOS cenderung terjadi secara bertahap. Awal perubahan hormon yang menyebabkan PCOS terjadi pada masa remaja setelah menarche. Gejala akan menjadi jelas setelah berat badan meningkat pesat. Gejala yang diperlihatkan oleh penderita PCOS kadang-kadang tidak jelas dan tidak jarang penderita datang ke dokter bukan dengan keluhan PCOS.

Tanda-tanda utama dan gejala PCOS terkait dengan gangguan menstruasi dan peningkatan kadar hormon pria (androgen). Gangguan menstruasi dapat mencakup penundaan (amenore primer) haid normal, kehadiran kurang dari periode menstruasi normal (oligomenore), atau tidak adanya menstruasi selama lebih dari tiga bulan (amenore sekunder). Siklus haid tidak dapat dikaitkan dengan ovulasi (siklus anovulasi) dan dapat mengakibatkan perdarahan berat.

Gejala yang berhubungan dengan kadar androgen tinggi termasuk jerawat, pertumbuhan rambut berlebih di tubuh (hirsutisme), dan laki-laki-pola rambut rontok.

Tanda dan gejala lain dari PCOS antara lain

  • obesitas dan berat badan
  • peningkatan tingkat insulin dan resistensi insulin
  • kulit berminyak
  • ketombe
  • infertilitas
  • belang pada kulit
  • tinggi kadar kolesterol
  • tekanan darah
  • beberapa, kista kecil di ovarium.

Gejala awal PCOS:

  • Jarang atau tidak pernah mendapat haid

Setiap tahun rata-rata hanya terjadi kurang dari 9 siklus haid ( siklus haid lebih dari 35 hari ). Beberapa penderita PCOS dapat mengalami haid setiap bulan namun tidak selalu mengalami ovulasi.

  • Perdarahan haid tidak teratur atau berlebihan

Sekitar 30% penderita PCOS memperlihatkan gejala ini.

  • Rambut kepala rontok dan rambut tubuh tumbuh secara berlebihan

Kerontokan rambut dan pertumbuhan rambut berlebihan dimuka, dada, perut (hirsuitisme) disebabkan oleh kadar androgen yang tinggi.

  • Pertumbuhan jerawat

Pertumbuhan jerawat disebabkan pula oleh kadar androgen yang tinggi.

  • Depresi

Perubahan hormon dapat menyebabkan gangguan emosi.

Gejala lanjut PCOS:

  • Berat badan meningkat atau obesitas terutama pada tubuh bagian atas (sekitar abdomen dan pinggang)

  • Kerontokan rambut dengan pola pria atau penipisan rambut kepala (alopesia)

  • Abortus berulang

Penyebab hal ini tidak diketahui dengan jelas. Abortus mungkin berkaitan dengan tingginya kadar insulin, ovulasi yang terhambat atau masalah kualitas sel telur atau masalah implantasi pada dinding uterus.

  • Sulit mendapatkan kehamilan (infertil) oleh karena tidak terjadi ovulasi.

  • Hiperinsulinemia dan resistensi insulin yang menyebabkan obesitas tubuh bagian atas, perubahan kulit dibagian lengan, leher atau pelipatan paha dan daerah genital.

  • Masalah gangguan pernafasan saat tidur (mendengkur)

  • Nyeri panggul kronis (nyeri perut bagian bawah dan panggul )

  • Tekanan darah tinggi seringkali ditemukan pada penderita PCOS.

Faktor Resiko PCOS/Sindrom Ovarium Polikistik

  • Riwayat PCOS dalam keluarga

Diperkirakan terdapat kombinasi genetik dalam kejadian PCOS.8 Bila dalam satu keluarga terdapat penderita PCOS maka kemungkinan terjadinya PCOS adalah 50%. PCOS dapat diturunkan dari pihak bapak atau ibu kepada anaknya.

  • Riwayat keluarga dengan Diabetes diperkirakan juga akan meningkatkan resiko terjadinya PCOS oleh karena ada hubungan yang sangat kuat antara kejadian diabetes dan PCOS. Saat sekarang sedang dilakukan penelitian kearah ini.

Tips Pencegahan Sindrom Ovarium Polikistik

Tips Mencegah dan mengobati PCOS:

  • Melakukan perubahan gaya hidup untuk memerbaiki gangguan hormonal
  • Menurunkan indeks massa tubuh 10% agar dapat memerbaiki pematangan sel telur
  • Melakukan pengobatan resistensi insulin dengan metformin untuk memerbaiki pematangan sel telur.

Artikel Terkait Sindrom Ovarium Polikistik: