Sindrom Nefrotik

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik merupakan suatu jenis gangguan pada organ ginjal yang menyebabkan tubuh mengeluarkan terlalu banyak protein ke dalam urine. Sindrom nefrotik bukanlah penyakit, ini merupakan pertanda bahwa organ ginjal tidak berfungsi dengan baik.

Gangguan ini terjadi bila pembuluh darah kecil dalam ginjal mengalami kerusakan sehingga tidak bisa melakukan fungsi dengan baik, seperti menyaring limbah dan kelebihan air dari dalam darah. Penderita gangguan nefrotik mengalami kadar protein dalam urine dan kadar kolestrol menjadi tinggi. Sedangkan, kadar protein dalam darah menjadi rendah. Hal ini akan menyebabkan pembengkakkan, terutama di sekitar mata, kaki, dan pergelangan kaki.

Sindrom nefrotik bisa terjadi pada usia berapapun tetapi paling umum terjadi antara usia 18 bulan hingga 8 tahun. Penyakit ini lebih banyak mempengaruhi anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Gejala Sindrom Nefrotik

Terkadang, orang yang mengalami sindrom nefrotik tidak merasakan tanda dan gejala apapun. Mereka terlihat seperti orang sehat. Namun, mayoritas orang yang mengalami gangguan ini akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini

  • Pembengkakan di bagian tubuh tertentu (edema)

Biasanya orang yang menderita sindrom nefrotik akan mengalami pembengkakan (edema) pada area di sekitar mata, pergelangan kaki, dan kaki. Selain itu, pembengkakan mungkin juga terjadi di organ paru-paru yang bisa menyebabkan kesulitan untuk bernapas. Mata menjadi sembab dan kaki membesar. Pembengkakan abnormal adalah pembengkakan yang tidak keras melainkan lembek ketika kaki dipegang.

  • Tidak nafsu makan

Biasanya tidak mau makan karena bisa jadi anak menderita sakit tertentu, misalnya sindrom nefrotik ini.

  • Urine berbusa

Sindrom nefrotik membuat organ ginjal melepaskan protein ke dalam urine dalam jumlah yang sangat banyak. Akibatnya, kadar protein dalam urine menjadi abnormal dan menyebabkan urine berbusa. Gejala ini harus diwaspadai karena urin berbusa adalah indikator utama adanya masalah dalam ginjal.

  • Berat badan meningkat

Kenaikan berat badan bukan disebabkan oleh nutrisi melainkan adanya cairan yang menumpuk dalam tubuh. Gangguan pada ginjal akan menyebabkan tubuh menampung cairan dalam jumlah yang berlebih sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan berat badan.

Sejumlah kondisi medis juga bisa merusak ginjal, misalnya akibat konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang atau penyakit tertentu seperti diabetes, lupus, amiloidosis, HIV, hepatitis, dan penyakit ginjal lainnya.

Penyebab Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik terjadi karena rusaknya pembuluh darah kecil (glomeruli) yang ada dalam organ ginjal. Glomeruli sangat berperan penting bagi tubuh, yaitu menyaring aliran darah yang melewati organ ginjal dan memisahkan hal-hal yang dianggap penting dan tidak penting bagi tubuh. Glomeruli juga akan menjaga kadar protein darah, terutama albumin. Namun, bila glomeruli rusak, ia tidak bisa melakukan fungsinya dengan baik dan memungkinkan banyak protein hilang, masuk ke dalam urine, dan menimbulkan gangguan pada organ ginjal (sindrom nefrotik).

Ginjal yang sehat akan memproduksi urine dengan kandungan protein yang tidak lebih besar dari satu gram setiap harinya. Untuk penderita sindrom nefrotik, glomerulus mengalami kerusakan sehingga bocor dan menyebabkan lebih dari 3 gram protein terbawa masuk ke dalam urin tiap harinya. Kebocoran ini menyebabkan darah menjadi kekurangan protein yang sangat penting dalam mengatur cairan di seluruh tubuh.

Ada beberapa hal yang dianggap menjadi faktor penyebab rusaknya glomerulus serta meningkatkan risiko sindrom nefrotik, seperti

  • Penyakit diabetes

Diabetes bisa merusak organ ginjal dan mempengaruhi glomeruli.

  • Gagal jantung

Beberapa bentuk gagal jantung seperti perikarditis konstriktif bisa menyebabkan sindrom nefrotik.

  • Bekuan darah di pembuluh darah dalam organ ginjal

Bila ada gumpalan darah dalam pembuluh darah organ ginjal, hal itu akan menghambat aliran darah dan bisa menyebabkan sindrom nefrotik.

  • Infeksi

Ada beberapa jenis infeksi yang bisa meningkatkan risiko sindrom nefrotik, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan malaria.

  • Systemic lupus erythematosus

Penyakit yang menyebabkan organ ginjal mengalami peradangan kronis dan menyebabkan kerusakan serius.

  • Focal segmental glomerulosclerosis

Sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya jaringan parut pada beberapa daerah di glomerulus. Hal ini muncul akibat penyakit lain, cacat genetik, atau terkadang tidak diketahui penyebabnya.

  • Membranous nephropathy

Gangguan pada organ ginjal yang disebabkan oleh adanya penebalan pada membran dalam glomeruli. Penyebab dari penebalan ini tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa kondisi medis, seperti hepatitis B, malaria, lupus, dan kanker dikaitkan sebagai faktor penyebabnya.

  • Amiloidosis

Gangguan yang terjadi ketika zat protein amiloid terakumulasi dalam organ tubuh. Akibatnya, zat tersebut akan menumpuk dan seringkali mempengaruhi fungsi dari organ-organ tubuh, salah satunya ginjal.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat, seperti obat anti-inflamasi dan obat yang digunakan untuk melawan infeksi, bisa menyebabkan sindrom nefrotik.

Komplikasi Sindrom Nefrotik

Jika tidak segera diobati, sindrom nefrotik bisa menyebabkan terjadinya komplikasi yang lebih serius dan mempengaruhi kesehatan, seperti:

  • Risiko infeksi meningkat

  • Gizi buruk

Kehilangan terlalu banyak protein dalam darah bisa menyebabkan malnutrisi. Hal ini akan menyebabkan berat badan menurun.

  • Tekanan darah menjadi tinggi

Kerusakan glomerulus dan penumpukan limbah yang terjadi dalam aliran darah (uremia) bisa meningkatkan tekanan darah.

  • Terjadi penggumpalan darah

Sindrom nefrotik menyebabkan glomerulus tidak mampu menyaring darah dengan baik. Hal ini memungkinkan kadar protein dalam darah yang membantu mencegah terjadinya pembekuan tidak tersaring dan masuk ke dalam urine. Dengan kata lain, sindrom nefrotik meningkatkan risiko darah untuk membeku dalam pembuluh darah.

  • Kadar kolestrol dan trigliserida darah menjadi tinggi

Gangguan ginjal ini menyebabkan kadar protein terlepas ke dalam urine. Akibatnya, kadar protein albumin dalam darah menurun. Kemudian, organ hati akan membuat albumin dalam jumlah yang berlebih. Pada saat yang sama, organ hati juga akan melepaskan lebih banyak kolestrol dan trigliserida.

  • Mengarah ke penyakit gagal ginjal akut dan kronis

Sindrom nefrotik menyebabkan organ ginjal tidak mampu menyaring darah dengan baik yang disebabkan karena rusaknya glomeruli. Sehingga, produk limbah akan menumpuk dalam darah dan mengarah pada penyakit gagal ginjal akut. Jika tidak ditangani dengan cepat, organ ginjal akan kehilangan fungsinya dari waktu ke waktu (gagal ginjal kronis).

Pengobatan Sindrom Nefrotik

Pengobatan sindrom nefrotik akan disesuaikan dengan gejala dan keluhan yang terjadi dan yang menyebabkan gangguan tersebut. Dokter bisa jadi memberikan obat untuk mengatasi hipertensi, penggumpalan darah, merangsang pengeluaran cairan dari tubuh (diuretik), dan untuk mengurangi pengeluaran protein dari tubuh. Pengobatan diberikan untuk menangani penyakit itu terlebih dahulu.

Untuk memastikan penyebab dari timbulnya sindrom nefrotik yang alami, dokter pasti akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Ada tiga jenis pemeriksaan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis sindrom nefrotik, yakni

  • Tes darah

Jika mengalami sindrom nefrotik, hasil tes darah akan menunjukkan tingkat protein albumin (hipoalbuminemia) dan tingkat protein darah rendah (lebih kecil dari angka normal). Sedangkan, kadar kolestrol dan trigliserida dalam darah mengalami peningkatan.

  • Tes urine

Dokter akan meminta mengumpulkan sampel urine dalm kurun waktu 24 jam untuk mendapatkan hasil yang akurat. Dengan tes urine, kelainan dalam urine, seperti kadar protein dalam urine, dapat diketahui. Jika hasil tes menunjukkan kadar protein dalam urine lebih tinggi dari normal, hal itu mungkin mengarah pada sindrom nefrotik.

  • Biopsi

Dokter mungkin memberi rekomendasi kepada untuk melakukan jenis pemeriksaan ini. Selama prosedur, dokter akan memasukkan jarum khusus ke dalam kulit dan kemudian diarahkan menuju organ ginjal. Dokter akan mengambil sampel kecil dari jaringan ginjal untuk diuji di laboratorium.

Setelah melakukan pemeriksaan dan hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa positif mengalami sindrom nefrotik, dokter pasti akan langsung merujuk untuk melakukan pengobatan. Hal ini dilakukan untuk memperlambat dan mencegah kerusakan pada organ ginjal. Selain itu, pengobatan juga dilakukan untuk memperbaiki kondisi dari si penderita. Biasanya dokter akan memberikan resep obat yang bisa membantu untuk mengontrol tanda dan gejala sekaligus mengobati sindrom nefrotik.

Selain menggunakan obat-obatan, dokter biasanya akan menyuruh untuk melakukan perubahan pada gaya hidup yang mungkin berkontribusi terhadap gangguan ginjal yang alami. Perubahan gaya hidup yang bisa lakukan, antara lain

  • Selain konsumsi obat yang rutin, pastikan asupan nutrisi yang dibutuhkan tetap terjaga.
  • Biasakan mengonsumsi makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Selain itu, hindari makanan dengan kadar garam agar pembengkakan tidak semakin parah.
  • Mengonsumsi makanan rendah garam dan zat pengawet yang tinggi untuk membantu mengontrol pembengkakan (edema) yang alami.
  • Mengurangi jumlah lemak dan kolestrol. harus lebih selektif dalam memilih makanan yang akan konsumsi. Dengan begitu, kadar kolestrol dalam darah lebih bisa terkontrol.

Bila penyakit gagal ginjal yang alami masih pada tahap ringan, bisa mengatasinya dengan melakukan dialisis. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dialyzer. Alat itu bisa mengeluarkan cairan ekstra dan produk limbah dari dalam darah. Namun, jika penyakit gagal ginjal sudah parah, satu-satunya pengobatan yang bisa lakukan adalah transplantasi ginjal, yaitu mengganti organ ginjal dengan organ ginjal yang baru.

Artikel Terkait Sindrom Nefrotik: