Sindrom Nefrotik Pada Anak

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Sindrom Nefrotik Pada Anak

Sindrom nefrotik bukan suatu penyakit tapi suatu jenis gangguan yang menyerang organ ginjal. Dan merupakan pertanda bahwa organ ginjal sudah tidak berfungsi dengan baik.

Gangguan ini bisa menyerang pada berbagai tingkatan usia, namun pada kenyatannya menunjukkan bahwa penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dalam rentang usia 18 bulan hingga usia 10 tahun.

Saat anak menderita sindrom nefrotik, akan ditemukan adanya protein pada urin (khususnya albumin) yang dikeluarkan. Hal ini terjadi karena rusaknya pembuluh darah kapiler pada bagian ginjal yang disebut glomerulus. Glomerulus berfungsi sebagai penyaring limbah pada darah dan menyerap kandungan air yang berlebihan pada darah.

Ada beberapa hal yang dianggap menjadi faktor penyebab rusaknya glomerulus serta meningkatkan risiko sindrom nefrotik, seperti:

  • Focal segmental glomerulosclerosis

Sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya jaringan parut pada beberapa daerah di glomerulus. Hal ini muncul akibat penyakit lain, cacat genetik, atau terkadang tidak diketahui penyebabnya.

  • Membranous nephropathy

Gangguan pada organ ginjal yang disebabkan oleh adanya penebalan pada membran dalam glomeruli. Penyebab dari penebalan ini tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa kondisi medis, seperti hepatitis B, malaria, lupus, dan kanker dikaitkan sebagai faktor penyebabnya.

  • Penyakit diabetes

Diabetes dapat merusak organ ginjal dan mempengaruhi glomeruli.

  • Systemic lupus erythematosus

Penyakit yang menyebabkan organ ginjal mengalami peradangan kronis dan menyebabkan kerusakan serius.

  • Amiloidosis

Gangguan yang terjadi ketika zat protein amiloid terakumulasi dalam organ tubuh. Akibatnya, zat tersebut akan menumpuk dan seringkali mempengaruhi fungsi dari organ-organ tubuh Anda, salah satunya ginjal.

  • Gagal jantung

Beberapa bentuk gagal jantung seperti perikarditis konstriktif dapat menyebabkan sindrom nefrotik.

  • Bekuan darah di pembuluh darah dalam organ ginjal

Bila ada gumpalan darah dalam pembuluh darah organ ginjal, hal itu akan menghambat aliran darah dan bisa menyebabkan sindrom nefrotik.

  • Infeksi

Ada beberapa jenis infeksi yang dapat meningkatkan risiko sindrom nefrotik, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan malaria.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat, seperti obat anti-inflamasi dan obat yang digunakan untuk melawan infeksi, dapat menyebabkan sindrom nefrotik.

Gejala Sindrom Nefrotik

Berikut beberapa gejala klinis dari sindrom nefrotik:

  • Pembengkakan di bagian tubuh tertentu

Anak yang menderita sindrom nefrotik biasanya akan mengalami pembengkakan (edema) di bagian kaki dan sekitar mata. Mata menjadi sembab dan kaki membesar. Pembengkakan abnormal adalah pembengkakan yang tidak keras melainkan lembek ketika kaki dipegang.

  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba

Anak juga akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal. Namun, kenaikan berat badan tersebut bukan disebabkan oleh nutrisi melainkan adanya cairan yang menumpuk dalam tubuh.

  • Urin berbusa

Adanya kandungan protein yang tinggi pada urin menyebabkan urin yang dikeluarkan anak menjadi berbusa. Waspadai gejala ini, karena urin berbusa adalah indikator utama adanya masalah dalam ginjal.

  • Tidak nafsu makan

Gejala berikutnya ialah terganggunya nafsu makan anak. Seorang ibu harus curiga ketika buah hatinya tidak mau makan karena bisa jadi anak menderita sakit tertentu, misalnya sindrom nefrotik ini.

Jika tidak segera ditangani, sindrom nefrotik bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius diantaranya berupa gizi buruk, risiko infeksi meningkat, penggumpalan darah; kolesterol, trigliserida dan tekanan darah tinggi; dan mengarah ke penyakit gagal ginjal akut dan kronis.

Biasakan mengonsumsi makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Selain itu, hindari makanan dengan kadar garam dan zat pengawet yang tinggi agar pembengkakan tidak semakin parah. Mengurangi jumlah lemak dan kolestrol sehingga kadar kolestrol dalam darah lebih dapat terkontrol.

Artikel Terkait Sindrom Nefrotik Pada Anak: