Sindrom Guillain Barre

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Sindrom Guillain Barre

Sindrom Guillain Barre merupakan suatu penyakit pada susunan saraf yang terjadi secara tiba-tiba dan menyeluruh, terutama mengenai saraf perifer, biasanya dipicu oleh proses infeksi akut. Sindrom Guillain Barre sering disebut radang polineuropati demyelinasi akut (acute inflammatory demyelinating polyneuropathy/AIDP). Atau dengan bahasa lain, peradangan akut yang menyebabkan rusaknya sel saraf, yang tidak jelas penyebabnya.

Untuk kondisi normal, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan antigen (zat yang merusak tubuh) ketika tubuh terinfeksi penyakit, virus, atau bakteri. Pada kasus Sindrom Guillain Barre, antibodi malah menyerang sistem saraf tepikhususnya pada selubung myelin yang mengelilingi serabut saraf di seluruh saraf tepi, yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah demyelination. Sehingga penyampaian sinyal-sinyal dalam sistem saraf menjadi terganggu dan menyebabkan gangguan fungsi sensorik, motorik, dan otonomik. Dampak yang nyata terlihat dari melemahnya otot-otot Anda, dengan resiko kelumpuhan yang semakin tinggi. Kerusakan yang ditimbulkan dimulai dari pangkal ke tepi atau dari atas ke bawah. Kerusakan tersebut akan menyebabkan kelumpuhan motorik dan gangguan sensibilitas. Jika kerusakan terjadi sampai pangkal saraf maka dapat terjadi kelainan pada sumsum tulang belakang.

Umumnya, otot-otot yang terkena dampak dari sindrom guillain barre pada tahap awal adalah otot-otot kaki, yang kemudian menjalar menuju otot-otot bagian atas tubuh. Atau sebaliknya, melemahnya otot-otot dapat dimulai dari bagian lengan dan turun ke bagian bawah tubuh. Berbeda dengan polio dan stroke yang menyerang hanya satu sisi anggota tubuh, sindrom guillain barre menyerang pada kedua sisi tubuh. Yang mencemaskan, lamanya perjalanan dan perkembangan penyakit ini tidak dapat diperkirakan.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Sindrom Guillain Barre sering menyerang pada orang-orang di usia produktif, yaitu antara 15 sampai dengan 35 tahun. Tidak jarang Sindrom Guillain Barre juga menyerang pada usia 50 sampai dengan 74 tahun. Sindrom ini, seperti penyakit autoimun yang lain, termasuk self remittance disease. Sebenarnya penderita dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu sekitar enam bulan. Dengan catatan, tidak terjadi infeksi pada tubuh penderita. Karena yang menyebabkan kematian biasanya akibat terjadi gagal napas dan infeksi yang timbul, namun hal itu juga tidak dapat dipastikan.

Sindrom Guillain Barre merupakan penyakit langka disebabkan virus menyerang saraf-saraf otot.  Penyakit ini bisa mengakibatkan kelumpuhan hingga kegagalan sistem pernapasan. Kegagalan pernapasan ini merupakan komplikasi utama yang berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Kegagalan ini disebabkan oleh paralisis diafragma dan kelumpuhan otot-otot pernapasan yang dijumpai 10-33 persen penderita.

Kerusakan pada bagian saraf akan menyebabkan kesemutan, kelemahan otot dan kelumpuhan. Sindrom ini paling sering mempengaruhi saraf penutup (myelin sheath) yang disebut demielinasi yang menyebabkan sinyal saraf untuk bergerak jadi lebih lambat. Sedangkan kerusakan pada saraf lain bisa membuat saraf berhenti bekerja sama sekali. Sindrom Guillain Barre merupakan gangguan imunologi yang menyebabkan kelainan saraf perifer sehingga terjadi kelumpuhan ekstremitas secara asenden dan simetris.

Sindrom Guillain Barre tergolong sebagai salah satu penyakit yang muncul akibat adanya gangguan autoimun. Sindrom ini sering terjadi pada mereka yang sedang terinfeksi oleh flu, radang paru-paru, virus Epstein-Barr, mycoplasma pneumonia, rabies, dan Campylobacter (virus dalam produk unggas yang dimasak kurang matang). Sindrom guillain barre juga dapat terjadi pasca operasi tertentu dilakukan atau pada mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat beberapa penyakit seperti HIV/AIDS, herpes simpleks, mononukleosis, lupus, dan penyakit Hodgkin.

Beberapa keadaan/penyakit yang mendahului dan mungkin ada hubungannya dengan terjadinya SGB, antara lain:

  • Infeksi
  • Vaksinasi
  • Pembedahan
  • Kehamilan atau dalam masa nifas
  • Penyakit sistematik: a. Keganasan b. Systemic lupus erythematosus c. Tiroiditis d. Penyakit Addison

Penyebab Sindrom Guillain Barre

Secara umum kasus Sindrom Guillain Barre banyak berhubungan dengan infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, Measles dan Herpes Simplex Virus, sementara bakteri penyebab yang paling sering adalah Campylobacter jejuni. Sindrom Guillain Barre sering sekali berhubungan dengan infeksi akut non spesifik. Insidensi kasus Sindrom Guillain Barre yang berkaitan dengan infeksi ini sekitar antara 56% - 80%, yaitu 1 sampai 4 minggu sebelum gejala neurologi timbul seperti infeksi saluran pernafasan atas atau infeksi gastrointestinal.

Infeksi akut yang berhubungan dengan Sindrom Guillain Barre:

  • Infeksi Definite Probable Possible
  • Virus CMV HIV Influenza
  • EBV Varicella-zoster Measless
  • Vaccinia/smallpox Mumps
  • Rubella
  • Hepatitis
  • Coxsackie
  • Echo

Gejala Sindrom Guillain Barre

Beberapa tanda dan gejala yang membantu dalam mengetahui apakah penderita mengalami Sindrom Guillain Barre adalah :

  • Gangguan muncul pada kedua sisi tubuh
  • Kelemahan otot terjadi dalam beberapa hari atau minggu, bahkan berbulan-bulan
  • Kelemahan pada awalnya muncul di tungkai yang kemudian menjalar ke atas hingga dapat mengenai otot pernafasan dan otot-otot lengan
  • Ditemukan riwayat infeksi pada saluran nafas atau pencernaan sebelum timbulnya kelemahan tersebut
  • Adanya faktor pencetus seperti riwayat vaksinasi, kehamilan, operasi sebelumnya, dll.
  • Kesulitan untuk BAK, tidak dapat menahan BAK, konstipasi, kesulitan menelan dan bernapas, perasaan tidak mampu menarik napas dalam-dalam, dan penglihatan – kabur

Sindrom Guillan-Barre sering diawali dengan kesemutan dan kelemahan di kaki dan tungkai lalu naik ke bagian tubuh atas dan lengan. Gejala atau tanda lain yang muncul seperti:

  • Rasa seperti ditusuk-tusuk di jari tangan, kaki atau keduanya
  • Kelemahan dan sensasi kesemutan di kaki yang menyebar ke atas
  • Ketidakmampuan untuk berjalan
  • Kesulitan dengan gerakan mata, wajah, berbicara, mengunyah atau menelan
  • Rasa sakit yang parah di punggung bawah
  • Kesulitan dalam mengontrol kandung kemih atau fungsi usus
  • Detak jantung yang cepat
  • Kesulitan bernapas

Gejala yang harus lebih diperhatikan:

  • Sulit bernapas
  • Tidak bisa menarik napas dalam-dalam
  • Sulit menelan
  • Terus menerus mengeluarkan air liur

Penyebab Sindrom Guillain Barre

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apa penyebab dari sindrom Guillain-Barre, meskipun ada kemungkinan akibat infeksi. Beberapa kasus sindrom Guillain-Barre terjadi setelah terkena infeksi bakteri, memiliki penyakit yang kronis tapi banyak juga yang terjadi tanpa adanya pemicu.

Sekitar 60-80 % penderita Sindrom Guillan Barre mengalami kesembuhan sempurna setelah 6 bulan. Sisanya mengalami kecacatan karena adanya keterlibatan otot pernafasan dan gangguan fungsi otonomik. Kematian penderita disebabkan kegagalan dalam bernafas dan infeksi. Penyembuhan bisa memakan waktu beberapa minggu sampai beberapa tahun. Sekitar 30% penderita masih mengalami gejala sisa setelah 3 tahun (gejala sisa ringan, dapat menetap pada penderita). Keluaran penderita akan menjadi sangat baik bila gejala-gejala dapat hilang dalam waktu 3 minggu sejak gejala tersebut muncul.

Guillain-Barre syndrome adalah penyakit yang sangat serius, yang memerlukan perawatan inap segera, karena keadaan akan cepat memburuk.

Artikel Terkait Sindrom Guillain Barre: