Retinoblastoma

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan jenis kanker ganas yang menyerang lapisan retina pada mata yang menyerang anak berumur kurang dari 5 tahun. Retinoblastoma adalah tumor retina yang terdiri atas sel neuroblastik yang tidak berdiferensiasi dan tumor berasal dari jaringan retina embrional. Penyakit ini tidak hanya bisa mengakibatkan kebutaan, namun bisa juga menyebabkankematian.

Retinoblastoma merupakan tumor yang bersifat autosomal dominan dan sebagian besar penderita dengan retinoblastoma aktif ditemukan pada usia 3 tahun, sedang bila terdapat binokuler biasanya terdapat pada usia lebih muda atau 10 bulan. 40 % penderita retinoblastoma merupakan penyakit herediten.

Retinoblastoma bisa menyerang satu mata (unilateral) 70% atau kedua mata (bilateral) 30%). Kanker bisa menyebar ke kantung mata dan mengenai kelenjar pineal di otak (trilateral ) melalui saraf penglihatannervus optikus). Sebagian besar kasus bilateral bersifat herediter yang diwariskan melalui kromosom. Retinoblastoma bilateral terdiagnosa lebih awal yaitu umur 1 tahun sedangkan yang unilateral pada umur 24-30 bulan.

Penyakit ini timbul akibat adanya proses mutasi genetik pada sel-sel saraf di dalam retina. Hal ini menyebabkan sel saraf terus tumbuh dan berkembang dan membentuk tumor pada retina. Tumor ini juga bisa tumbuh dan mengisi hampir seluruh vitreous humor (zat seperti selai yang mengisi bola mata). Selain itu, tumor ini juga bisa pecah dan menyebar ke bagian lain dari mata.

Tahapan perkembangan dari penyakit ini adalah sebagai berikut:

  • Retinoblastoma intraokular - Merupakan tahap awal dari penyakit retinoblastoma. Pada tahapan ini, retinoblastoma belum menyebar ke jaringan luar mata.

  • Retinoblastoma ekstraokular - Pada tahapan ini, virus kanker sudah menyebar ke luar mata atau ke bagian lain dari tubuh.

  • Retinoblastoma berulang - Setelah melakukan perawatan, virus kanker kembali tumbuh dan menyebar pada mata atau ke bagian lain dari tubuh.

Gejala Retinoblastoma

Gejala subyektif

Biasanya sukar ditemukan karena anak tidak mengeluh.

Gejalanya berupa:

  • Mata tidak bisa bergerak dan fokus pada arah yang sama
  • Pupil terus melebar
  • Leukoria (Cat’s eye reflek)
  • Mata merah dan nyeri
  • Gangguan penglihatan
  • Pupil berwarna putih
  • Mata juling (strabismus)
  • Mata merah dan nyeri
  • Iris pada kedua mata memiliki warna yang berlainan
  • Bisa terjadi kebutaan
  • Pada tumor yang besar, maka mengisi seluruh rongga badan kaca sehingga badan kaca terlihat benjolan berwarna putih kekuning-kuningan dengan pembuluh darah diatasnya.

Penyebab Retinoblastoma

Belum diketahui penyebab lain dari penyakit ini. Namun, dari sebagian besar kasus, penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan. Anak-anak bisa mewarisi mutasi genetik dari orangtua mereka. Jika salah satu orangtua Anda mengidap penyakit ini, setiap anaknya memiliki peluang sebesar 50 persen untuk mengidap penyakit yang sama. Retinoblastoma yang dibawa secara turun temurun cenderung menyerang kedua mata.

Kanker di retina ini disebabkan tidak adanya gen penekan tumor yang bersifat genetik. Sekitar 10% penderita retinoblastoma memiliki saudara yang juga menderita retinoblastoma dan mendapatkan gennya dari orang tua.

Komplikasi Retinoblastoma

  • Ablasio Retina

Ablasio merupakan suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE). Ablasio merupakan masalah mata yang serius dan dapat terjadi pada usia berapapun, walaupun biasanya terjadi pada orang usia setengah baya atau lebih tua.

  • Glaukoma

Merupakan salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

  • Kebutaan

Kebutaan merupakan sebuah penyakit pada mata yang disebabkan orang tidak bisa melihat. Penanganan kebutaan nasional lebih lebih diarahkan pada katarak yang umumnya dapa diatasi.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan

  • CT scan kepala
  • Pemeriksaan sumsum tulang
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal
  • USG mata (ekoensefalogram kepala dan mata)
  • Pemeriksaan mata dalam keadaan pupil melebar.