Radang Otak/Meningitis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Radang Otakmeningitis

Radang otak atau meningitis adalah terjadinya peradangan di selaput-selaput otak yang disebut meningen, yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Radang otak sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Meningitis merupakan salah satu penyakit yang patut kita waspadai karena letaknya yang berdekatan dengan otak dan juga tulang bekang karena itu efek yang di timbulkan bisa menyebabkan kerusakan pikiran, gangguan kendali gerak yang ditakutkan lagi berdampak kematian.. Bisa juga oleh organisme lain dan beberapa jenis obat. Radang otak bisa menular dimana kuman penyebab gangguan ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit ini dapat menular melalui ingus dan cairan ludah ketika bersin, bicara, tertawa maupun seseorang yang batuk dan terhirup oleh orang di sekitar ketika bernafas. Media lainnya juga bisa berupa piring dan gelas yang di bagi pakai dari si penderita. Selain itu Tisu dan handuk pun bisa saja menularkannya

Meningitis dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur atau parasit yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Meningitis juga dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit yang dapat memicu peradangan dari jaringan-jaringan tubuh tanpa infeksi, seperti kanker. Juga karena luka fisik atau obat-obatan tertentu.

Meningitis yang disebabkan oleh bakteri lebih berbahaya ketimbang virus. Bakteri ini adalah pneumokokus yang bisa mengakibatkan kematian khususnya pada anak-anak. Bakteri pneumokokus memang bisa hidup dan diam di tenggorakan 10 persen orang sehat, baik bayi, balita dan individu dewasa.

Analisis Lab akan membantu menentukan jenis tertentu meningitis, apakah bakteri, virus, atau jamur. Sampel, urin darah, dan cairan dari hidung atau telinga juga dapat diambil. Cairan biasanya jernih, sehingga jika yang muncul berawan dan mengandung sel darah putih, kemungkinan Anda memiliki meningitis. Karena penyakit ini dapat berkembang sangat cepat, pengobatan bisa dimulai segera, bahkan sebelum hasil tes diketahui.

  • Ada dua tipe radang otak

    • Viras meningitis

      • Merupakan tipe radang otak paling umum. Tipe ini biasanya tidak menyebabkan penyakit serius. Pada kasus-kasus parah, gangguan ini bisa menyebabkan demam dan kejang berkepanjangan.
    • Bacterial meningitis

      • Tipe ini jarang terjadi namun sangat serius. Radang otak ini perlu segera ditangani untuk mencegah kerusakan otak dan kematian. Radang otak yang disebabkan oleh bakteri lebih berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan pada otak, pendengaran menjadi terganggu, dan dapat mempengaruhi daya ingat.

Kedua jenis radang otak ini mempunyai gejala yang sama. Jika mengalami gejala, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, dokter bisa mengidentifikasi jenis radang otak yang diderita.

Penyebab Radang Otak/Meningitis

  • Viras meningitis disebabkan oleh virus dan bacterial meningitis disebabkan oleh bakteri. Selain itu, radang otak juga bisa disebabkan oleh organisme lain dan beberapa jenis obat. Akan tetapi, virus dan bakteri merupakan penyebab paling umum.

    • faktor keturunan  genetik
    • Pola hidup yang kurang sehat
    • Bahan karsiogenik minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
    • Radiasi paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker
  • Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui:

    • batuk
    • bersin
    • ciuman
    • berbagi makan 1 sendok
    • pemakaian sikat gigi bersama
    • merokok bergantian dalam satu batangnya

Faktor Resiko Radang Otak/Meningitis

Faktor resiko orang-orang yang mudah terkena meningitis adalah:

  • Usia

    • Kebanyakan meningitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Namun, sejak pertengahan tahun 1980-an, setelah adanya vaksin untuk anak, pasien meningitis bergeser dari usia 15 bulan sampai 25 tahun.

    • Orang yang tinggal perumahan yang padat penduduk, siswa yang tinggal di asrama, personil di pangkalan militer atau anak-anak yang dititipkan di penitipan anak (day care) akan meningkatkan risiko meningitis. Hal ini karena penyebaran penyakit menjadi lebih cepat bila sekelompok orang berkumpul.

  • Ibu hamil

    • Pada wanita yang hamil, ada peningkatan kontraksi listeriosis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan meningitis. Bila ibu hamil memiliki listeriosis, bayi yang belum lahir pun akan berisiko terkena.
  • Bekerja di lingkungan yang berhubungan dengan hewan

    • Pekerjaan yang selalu berhubungan dengan hewan, seperti peternak, juga memiliki risiko tinggi tertular listeria, yang dapat mengakibatkan meningitis.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah antara lain:

    • Bayi yang lahir kurang bulan (prematur) dan berat lahir rendah
    • Bayi yang hanya diberi ASI sebentar atau sedikit
    • Orang yang sering terpapar asap rokok
    • Orang yang sering mengalami infeksi virus di saluran pernapasan
    • Penderita penyakit kronis seperti kanker dan diabetes, penderita HIV
    • Pengguna obat immunosuppresan juga lebih rentan terhadap meningitis.

Gejala Radang Otak/Meningitis

Sekitar 25 persen orang yang terkena meningitis memiliki gejala yang berkembang selama 24 jam. Selebihnya, akan menjadi sakit selama 1 hingga 7 hari. Terkadang, jika seseorang mengonsumsi antibiotik untuk infeksi lain, gejala dapat berkembang lebih lama.

Gejala umum Radang Otak/Meningitis

  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Demam dan menggigil
  • Muntah
  • Takut lampu terang (photophobia)
  • Kebingungan
  • Kejang (ini terjadi pada sekitar sepertiga dari pasien meningitis)
  • Infeksi saluran pernafasan atas (misalnya, dingin, sakit tenggorokan)
  • Kehilangan Kesadaran
  • badanya panas disertai kaku

Gejala lain Radang Otak/Meningitis

  • Kelemahan lokal atau kehilangan kekuatan atau sensasi, terutama di wajah
  • Pembengkakan dan rasa sakit pada satu atau lebih sendi
  • Ruam yang sering terlihat

Gejala Meningitis pada anak:

  • Demam (sekitar 39º C)
  • Lesu, lemah dan rewel.
  • Sakit kepala dan mata sensitif terhadap cahaya.
  • Kaku kuduk, kadang-kadang ruam kulit dan kulitnya berwarna kuning serta kejang.
  • Tidak mau makan, atau minum susu.
  • Kedinginan.
  • Menangis menjerit-jerik seperti kesakitan.
  • Ubun-ubun bayi yang masih terbuka mungkin tampak menonjol dan keras.
  • Pada bayi yang mash kecil, gejala-gejala klasik bisa terlihat malas menyusu, serta tampak lesu dan lemah sekali.

Pencegahan Radang Otak/Meningitis

  • Melakukan imunisasi HiB pneumokokus
  • Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan yang bersih, terutama sebelum makan
  • Menghindari kontak dengan seseorang yang sedang tampak sakit
  • Hindari berbagai makanan atau minuman dari piring atau gelas yang sama dengan penderita meningitis
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur
  • Banyak mengonsumsi cairan dan istrirahat.

Artikel Terkait Radang Otak/Meningitis: