Perbedaan Sakit Tifus dan Maag

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Perbedaan Sakit Tifus Dan Maag

Gejala sakit tifus dan sakit maag mempunyai kesamaan yaitu perut yang terasa sakit serta mual dan muntah. Tifus merupakan penyakit peradangan pada usus yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi yang tertular lewat makanan dan minuman yang airnya terinfeksi bakteri. Kuman ini masuk melalui mulut dan menyebar ke lambung lalu ke usus halus. Bakteri ini memperbanyak diri di dalam usus halus.

Sedangkan maag adalah gejala penyakit yang menyerang lambung karena terjadi luka atau peradangan yang menyebabkan mulas dan perih pada perut.

Karena disebabkan oleh bakteri, maka obat yang paling efektif untuk mengobati tifus adalah pemberian antibiotik secara tuntas. Jika penderita mengalami gejala disertai muntah maka harus rawat inap, namun kalau tidak muntah boleh dirawat di rumah saja. Pasien tifus sebaiknya juga diberi makan makanan lunak (bubur) karena bakterinya menyerang bagian usus. Meski tidak selalu dirawat di rumah sakit, pasien tifus diwajibkan untuk beristirahat secara total dan tidak terlalu banyak bergerak.

Gejala khas tifus antara lain:

  • Demam naik turun
  • Loyo
  • Nafsu makan hilang
  • Perubahan pola BAB (Susah buang air besar atau 20 persen penderita justru mengalami diare)
  • Nyeri perut yang menyerupai mag, mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • sakitnya di perut sebelah kiri karena di situ ada usus 12 jari yang mengalami infeksi.

Gejala sakit maag:

  • tidak ada perubahan pola BAB (buang air besar)
  • badannya tidak panas serta rasa sakitnya terjadi di perut bagian atas atau uluhati

  • Ada ciri lain yang menjadi gejala khas penyakit tifus tapi tidak terjadi pada sakit maag, yaitu

    • Lidah bagian tengah penderita tifus akan berwarna putih dan pinggir-pinggirnya berwarna merah, serta jika menjulurkan lidahnya akan terjadi tremor (lidahnya gemetar).
    • Penyakit tifus biasanya disertai dengan demam atau badan panas. Umumnya kalau orang panas maka denyut jantungnya akan meningkat sebesar 10 persen setiap kali terjadi kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat celsius, tapi tidak bagi demam tifus. Pada orang yang kena tifus denyut nadinya justru melambat. Hal ini karena ada adanya toksin (racun) dari kuman tifus yang menyebabkan reaksi tersebut.
    • Penderita tifus akan mengalami perubahan pola BAB (buang air besar), bisa mengalami diare atau malahan tidak bisa buang air besar.
    • Tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena penyakit tifus adalah menjaga kebersihan seperti, membiasakan diri untuk selalu cuci tangan, memilih makanan dengan benar, membiasakan diri mengonsumsi makanan hangat (karena bisa membantu mematikan bakteri) dan lain-lain.