Perbedaan Demam Dengue dengan DBD

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Perbeda Demam Dengue Dengan Dbd

Demam dengue dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Infeksi virus dengue menyebar dengan cepat dan dapat menyerang banyak orang pada masa epidemik. Kondisi lebih parah dialami oleh anak-anak.

Virus dengue dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan vektor pembawanya, yaitu nyamuk dari genus Aedes seperti Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus. Aedes aegypti adalah vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit ini. Nyamuk dapat membawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut. Sesudah masa inkubasi virus di dalam nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya.

Demam dengue sendiri terbagi menjadi 2 yaitu demam dengue (DD) & demam berdarah dengue (DBD). Demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih parah dari demam dengue, dimana pendarahan & syok terkadang dapat terjadi yang berakibat pada kematian.

Secara umum, penyakit demam dengue dan DBD memiliki ciri-ciri:

Demam Dengue (DB) :

  • Demam akut selama 2-7 hari, disertai sakit kepala, nyeri otot dan sendi
  • Bisa disertai penurunan trombosit
  • Panas akan turun pada hari ketiga atau keempat.
  • Tingkat penyembuhannya lebih baik
  • Sakit kepala terutama dibagian dahi
  • Sakit di bagian belakang bola mata
  • Mual / muntah
  • Muka kemerahan

Demam Berdarah Dengue (DBD) :

  • Demam tinggi mendadak, disertai nyeri kepala, nyeri di bagian belakang bola mata, terkadang juga nyeri perut
  • Sakit / nyeri pada ulu hati yang terus menerus
  • Ada tanda ruam atau bintik merah di kulit
  • Tidak disertai dengan batuk atau sakit di tenggorokan
  • Trombosit dan leukosit turun (kurang dari 100.000)
  • Terjadi peningkatan hematokrit (naik 20 persen dari jumlah normal)
  • Perdarahan pada jaringan lunak (hidung, mulut, atau gusi)
  • Terjadi perembesan plasma. Makin bocor bisa menyebabkan syok
  • Kotoran feses yang berwarna kehitaman, akibat terjadinya pendarahan di organ dalam.
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Kulit yang pucat & dingin
  • Penurunan kesadaran & mengantuk

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan, sedangkan untuk penanganan DB dan DBD sampai saat ini belum ada pengobatan yang spesifik yang dapat mengatasi demam berdarah dengue. Meskipun demikian pencegahan secara dini akan dapat meredakan gejala yang timbul dan dapat mencegah terjadinya komplikasi serta kematian.

Penentuan penyakit demam dengue atau DBD baru bisa dilakukan pada hari ketiga lewat gejala klinis ditambah pemeriksaan penunjang. Diagnosis DBD bisa ditegakkan bila memenuhi dua kriteria klinis dan penurunan trombosit serta peningkatan hematokrit.