Penyebab Sariawan

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Penyebab Sariawan

Sariawan (Stomatitis aphtosa) adalah luka kecil menyakitkan di dalam rongga mulut, yang memiliki diameter sekitar 2-5 mm. Sariawan biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Sariawan biasanya terjadi selama 5-7 hari dan sembuh dalam 2 minggu tanpa jaringan parut. Sariawan merupakan keluhan sehari-hari bagi sebagian orang. Umumnya tidak terlalu berbahaya, namun sangat menganggu karena membuat orang susah makan dan bahkan terasa sakit saat mulut dipakai untuk berbicara.

Sariawan identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin itu memang mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi jika kita sering mengonsumsi buah dan sayuran.

Sariawan umumnya ditandai dengan rasa nyeri seperti terbakar yang terkadang menyebabkan penderita sulit untuk menelan makanan, dan bila sudah parah dapat menyebabkan demam. Gangguan sariawan dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi yang masih berusia 6 dan 24 bulan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis (seperti emosi dan stres) juga merupakan faktor penyebab terjadinya sariawan. Kondisi lainnya yang diduga memicu sariawan yaitu kekurangan vitamin B, vitamin C, serta zat besi; luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur; luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang; alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas); gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi); menurunnya kekebalan tubuh (setelah sakit atau stres yang berkepanjangan); dan adanya infeksi oleh mikroorganisme.

Kebanyakan keluhan sariawan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa pekan dan sangat jarang memicu dampak yang serius. Namun demikian, dianjurkan untuk memeriksakan diri jika dalam 3 pekan tidak sembuh supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Secara klinis sariawan akan tampak sebagai bercak warna putih atau kekuningan, yang terletak di rongga mulut misalnya, lidah, bibir dan mukosa mulut. Sariawan adalah bentuk dari luka atau ulkus pada mukosa. Setelah terbentuk ulkus, maka ulkus tersebut dapat bertahan melalui peradangan atau infeksi sekunder. Sariawan dapat terbentuk karena mukosa di rongga mulut mengalami penurunan daya tahan. Penurunan daya tahan tubuh ini dapat dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya defisiensi vitamin, kondisi hormonal, atau stres. Sebagai dampaknya, kondisi mukosa mulut menjadi sangat rentan, mudah terkoyak dan luka.

Sariawan memang dapat disebabkan karena mulut atau lidah yang tergigit, karena tauma fisik merupakan salah satu penyebab sariawan. Trauma fisik lain yang dapat menyebabkan sariawan, antara lain menyikat gigi terlalu keras, tonjol gigi yang runcing, serta tergesek-gesek gigi tiruan atau permukaan tambalan gigi yang kurang halus.

Ketika kondisi daya tahan mukosa rongga mulut sedang mengalami penurunan, misalnya sedang menstruasi. Maka dengan adanya trauma atau bentuk fisik di mulut atau lidah maka hal tersebut dapat memicu timbulnya sariawan. Trauma fisik atau iritasi kimia dapat dianggap sebagai faktor pencetus munculnya sariawan. Namun kondisi daya tahan mukosa mulut yang dipengaruhi oleh berbagai faktor tetap sangat berperan pada munculnya sariawan.

Bagi kebanyakan orang, sariawan hanya muncul sesekali misalnya setelah bibirnya terigigit atau kondisi kesehatannya sedang menurun. Namun bagi sebagian yang lain, sariawan adalah keluhan rutin yang kerap kambuh pada waktu-waktu yang tidak terduga. Untuk menghindari sariawan, maka dapat dengan cara mengurangi atau memperbaiki hal-hal yang dapat menjadi faktor pencetus, serta selalu menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.

Penyebab Sariawan

Penyebab pasti sariawan tidak selalu diketahui, namun berbagai faktor diketahui bisa meningkatkan risiko. Misalnya saja, stres dan kondisi hormonal yang tidak seimbang, maupun beberapa gangguan di saluran pencernaan bisa meningkatkan risiko sariawan.

• Makanan pedas
Makanan yang sangat pedas juga bisa menyebabkan sariawan. Sebab makan makanan pedas berlebihan dapat meningkatkan panas tubuh Anda. Akumulasi panas tubuh tersebut pada gilirannya nanti dapat menjadi penyebab sariawan.

• Trauma
Sariawan dapat terbentuk pada daerah bekas terjadinya luka penetrasi akibat trauma. Umumnya sariawan terjadi karena bibir tergigit saat berbicara atau saat mengunyah, akibat perawatan gigi, makanan atau minuman terlalu panas, dan sikat gigi. Trauma bukan faktor yang berhubungan dengan berkembangnya SAR pada semua penderita, tetapi trauma dapat dipertimbangkan sebagai faktor pendukung.

• Genetik
Faktor ini dianggap mempunyai peranan yang sangat besar pada pasien yang menderita SAR. Bila kedua orangtua menderita SAR, besar kemungkinan timbul SAR pada anak-anaknya. Pasien dengan riwayat keluarga SAR akan menderita SAR sejak usia muda dan lebih berat dibandingkan pasien tanpa riwayat keluarga SAR.

• Gangguan immunologi
Salah satu penelitian mungungkapkan bahwa respon imun yang berlebihan pada pasien SAR menyebabkan ulserasi lokal pada mukosa.

• Alergi dan sensitivitas
Alergi adalah suatu respon imun spesifik yang tidak diinginkan (hipersensitifitas) terhadap alergen tertentu. SAR dapat terjadi karena sensitivitas jaringan mulut terhadap beberapa bahan pokok yang ada dalam pasta gigi, obat kumur, lipstik, permen karet, bahan gigi palsu atau bahan tambalan, serta bahan makanan. Setelah kontak dengan beberapa bahan yang sensitif, mukosa akan meradang. Gejala ini disertai rasa panas, kadang timbul gatal-gatal, dapat juga berbentuk vesikel kecil, tetapi sifatnya sementara dan akan pecah membentuk daerah erosi kecil dan ulser yang kemudian berkembang menjadi SAR.

• Stres
Stres merupakan respon tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan yang terjadi terus menerus yang berpengaruh terhadap fisik dan emosi. Stres dinyatakan merupakan salah satu faktor yang berperan secara tidak langsung terhadap ulser stomatitis rekuren ini.

• Defisiensi nutrisi
SAR dapat terjadi karena kekurangan nutrisi, antara lain defisiensi zat besi, defisiensi asam folat, defisiensi vitamin B12, defisiensi Zink. Faktor nutrisi lain yang berpengaruh pada timbulnya SAR adalah vitamin B1, B2 dan B6.

• Hormonal
Pada wanita, sering terjadi SAR di masa pra-menstruasi. Bahkan banyak yang mengalaminya berulang kali. Keadaan ini diduga berhubungan dengan faktor hormonal. Hormon yang dianggap berperan penting adalah estrogen dan progesteron. Dua hari sebelum menstruasi akan terjadi penurunan estrogen dan progesteron secara mendadak. Penurunan estrogen mengakibatkan terjadinya penurunan aliran darah sehingga suplai darah utama ke perifer menurun dan terjadinya gangguan keseimbangan sel-sel termasuk rongga mulut, memperlambat proses keratinisasi sehingga menimbulkan reaksi yang berlebihan terhadap jaringan mulut dan rentan terhadap iritasi lokal sehingga mudah terjadi SAR. Progesteron dianggap berperan dalam mengatur pergantian epitel mukosa mulut.

• Infeksi bakteri

• Penyakit sistemik
Beberapa kondisi medis yang berbeda dapat dikaitkan dengan kehadiran SAR. Bagi pasien yang sering mengalami kesulitan terus-menerus dengan SAR harus dipertimbangkan adanya penyakit sistemik yang diderita dan perlu dilakukan evaluasi serta pengujian oleh dokter. Beberapa kondisi medis yang dikaitkan dengan keberadaan ulser di rongga mulut adalah penyakit Behcet’s, penyakit disfungsi neutrofil, penyakit gastrointestinal, HIV-AIDS, dan sindroma Sweet’s.

• Obat-obatan
Penggunaan obat nonsteroidal anti-inflamatori (NSAID), beta blockers, agen kemoterapi dan nicorandil menempatkan seseorang pada risiko yang lebih besar untuk menderita SAR.

• Herpes
Waspada, herpes merupakan salah satu infeksi virus umum yang bisa juga menyebabkan sariawan atau luka di dalam mulut.

• Iritasi kulit
Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan iritasi kulit yang juga dapat membuat Anda terkena sariawan, salah satunya adalah pemakaian obat kumur yang sangat kuat.

• Merokok
Merokok merupakan salah satu aktivitas yang bisa menyebabkan peradangan di dalam mulut. Jika Anda seorang perokok dan sering sariawan, sebaiknya konsultasi ke dokter karena bisa jadi itu merupakan gejala kanker mulut.

Pencegahan Sariawan

Beberapa cara mudah namun efektif untuk menangkal sariawan adalah sebagai berikut:

• Jangan makan makanan keras, pilih yang lembut agar sariawan lebih cepat sembuh.
• Hindari makan pedas, panas dan asam.
• Gunakan sikat gigi yang lembut. Gosok gigi secara rutin setelah makan bisa mencegah munculnya sariawan.
• Ganti sikat gigi sebulan sekali.
• Minum banyak jus jeruk, sebab sariawan yang sering kambuh bisa juga dipicu oleh kekurangan vitamin C.
• Kumur dengan air hangat dan dingin bergantian sebab cara ini cukup ampuh menyembuhkan sariawan.
• Hindari mengunyah permen karet karena sariawan sering berawal dari gigitan yang tidak sengaja terhadap permukaan lidah maupun dinding rongga mulut.
• Minuman seperti teh dan kopi juga perlu dihindari.
• Banyak mengonsumsi yoghurt juga bisa membantu meredakan sariawan.
• Untuk sementara kurangi daging dan ikan (sumber protein hewani) karena bisa meningkatkan keasaman tubuh. Kondisi ini memperlama kesembuhan sariawan.
• Makan bawang merah mentah-mentah, sebab makanan ini kaya akan sulfur. Jika tidak enak dimakan langsung, sajikan dalam bentuk salad.

Artikel Terkait Penyebab Sariawan: