Penyebab Lupus

Lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh.
Istilah penyakit lupus diambil dari kata lupus yang dalam bahasa latin berarti anjing hutan, istilah ini digunakan karena pada umumnya penderita penyakit lupus memiliki ruam merah yang berbentuk kupu-kupu (butterfly rash) di pipi yang serupa pada pipi serigala, tetapi berwarna putih.

Lupus merupakan penyakit autoimun yang muncul ketika tubuh terkena zat asing tertentu, seperti bakteri dan virus, kemudian sistem imun tersebut juga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan berbagai bagian tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan otak.

Sampai saat ini belum diketahui apa yang menyebabkan penyakit lupus. Lupus seperti merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak dari mereka dengan kecenderungan turunan mengalami lupus hanya ketika mereka terkena sesuatu di dalam lingkungan yang dapat memicu lupus, seperti obat atau virus.

Lupus lebih sering terjadi pada wanita, meskipun tidak jelas alasannya. Ada empat jenis lupus -systemic lupus erythematosus, discoid lupus erythematosus, drug-induced lupus erythematosus dan neonatal lupus. Diantaranya, systemic lupus erythematosus adalah yang paling umum dan paling serius.

Lupus disebut sebagai autoimmune disease, yaitu penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan. Namun, Lupus bukanlah penyakit menular, dan belum ada hasil penelitian yang membuktikan penyakit itu dapat diturunkan secara genetis.

Lupus dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Lupus Eritematosus Sistemik (LES/SLE) dan Lupus Eritematosus Diskoid (LED) . LES sesuai dengan namanya “sistemik”, dapat menyerang seluruh organ tubuh terutama organ dalam (otot,liver,ginjal, jantung, dll) dan persendian, 50% penderita mengalami nefritis (radang ginjal). Umumnya akut dan dapat berakibat fatal. Sedangkan LED hanya terbatas menyerang pada kulit dan agak jarang pada mukosa. LES lebih sering kelainan pada mukosa sedang pada LED kelainan dominan pada kulit.

Para ahli mengatakan penyebab penyakit lupus kemungkinan adalah hasil dari campuran kompleks faktor genetik, hormonal, lingkungan, pengobatan

Genetika
Hormon dan Penyakit
Pengobatan

Faktor risiko lupus

Berikut identifikasi faktor yang meningkatkan risiko penyakit lupus, antara lain:
– Jenis kelamin
Lupus lebih umum pada wanita.
– Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami lupus.
– Usia
Lupus paling umum terdiagnosis pada mereka yang berusia antara 15 sampai 40 tahun meskipun bisa berefek pada segala usia, termasuk bayi, anak dan orang dewasa
– Ras
Lupus umumnya terdapat pada ras Afrika, Hispanics dan Asia.
– Sinar matahari
Terkena sinar matahari dapat membawa pada lupus kulit atau memicu respon internal pada mereka yang rentan.
– Terkena zat kimia
Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja dan rentan terekspos merkuri dan silica memiliki peningkatan risiko lupus.
– Terinfeksi virus Epstein-Barr
Merupakan virus yang biasanya tertidur di dalam sel dari sistem imun anda meskipun tidak jelas alasan mengapa dan apa yang membuat virus tersebut aktif kembali.
– Obat tertentu
Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan drug-induced lupus. Banyak obat yang secara potensial dapat memicu lupus, sebagai contoh antara lain adalah antipsychotic chlorpromazine; obat tekanan darah tinggi, seperti hydralazine; obat tuberculosis isonoazid dan obat jantung procainamide. Biasanya membutuhkan jangka waktu penggunaan dalam beberapa bulan sebelum gejala timbul.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit lupus

- Banyak mengkonsumsi air putih
– Hindari kontak sinar matahari langsung
– Matikan sumber-sumber cahaya UV lainnya
– Menghindari stress
– Mengurangi beban kerja yang berlebihan
– Menghindari pemakaian obat tertentu
– Kurangi asupan lemak untuk meningkatkan penyerapan kalsium
– Hindari sumber radikal bebas
– Konsumsi antioksidan dalam jumlah memadai
– Menjaga berat badan ideal
– Perbanyak konsumsi buah dan sayut untuk mendapat sumber beta karoten, vitamin C alami dan zinc (tiram dan hasil laut lainnya) untuk meningkatkan system imun tubuh.