Penyebab Infeksi Sinus Akut dan Infeksi Sinus Kronis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Penyebab Infeksi Sinus Akut Dan Infeksi Sinus Kronis

Penyebab sinus sebenarnya sederhana yaitu lubang kecil yang menghubungkan saluran hidung dengan sinus tersumbat oleh sekumpulan kotoran yang menumpuk di dalam sinus. Pada waktu yang bersamaan, gumpalan itu mengundang bakteri dan akhirnya membuat orang jatuh sakit.

Berikut merupakan hal-hal yang bisa menyebabkan infeksi sinus akut dan infeksi sinus kronis berikut solusinya:

  • Merokok

Sama halnya dengan polutan udara, rokok bisa mengiritasi hidung dan menyebabkan peradangan sehingga membuat perokok lebih rentan terserang infeksi sinus.

Perokok berisiko lebih tinggi terkena infeksi sinus karena sistem pembersih sinus alami mereka telah dirusak oleh rokok jadi mereka akan menumpuk lebih banyak sampah di dalam sinusnya yang bisa menyumbat saluran pernafasan ketika mereka terserang flu.

  • Polip

Polip hidung itu sebenarnya berukuran kecil dan jinak tapi bisa menyebabkan rongga hidung menjadi tersumbat, termasuk mencegah lendir mengering hingga berakibat pada infeksi sinus. Polip juga bisa membatasi saluran pernafasan yang memicu munculnya sakit kepala.

Polip bisa diobati dengan semprotan hidung steroid atau steroid oral yang diminum dalam jangka pendek. Jika tetap tidak mempan, mungkin Anda perlu menjalani operasi.

  • Virus

Karena virus, jaringan hidung Anda membengkak sehingga menyumbat lubang yang normalnya berfungsi untuk mengeringkan sinus. Jika infeksi sinus disebabkan oleh virus maka antibiotik takkan mampu membantu mengatasinya karena obat ini hanya membunuh bakteri saja. Tapi gejala-gejala yang Anda alami akan membaik setelah seminggu atau lebih. Obat dekongestan mungkin bisa membantu tapi jangan diminum lebih dari 4-5 hari agar tidak mengalami ketergantungan.

  • Alergi

Karena peradangan bisa mengakibatkan penyumbatan saluran hidung, alergi seringkali dikaitkan dengan infeksi sinus. Jika Anda rentan terkena alergi, hindari hal-hal yang bisa memicu reaksi alergi seperti tungau kasur, bulu hewan peliharaan, jamur dan kecoa. Antihistamin yang dijual bebas dan semprotan hidung yang diresepkan bisa mengurangi peradangan kronis di dalam sinus dan saluran hidung.

  • Penyakit kronis

Gangguan kesehatan kronis seperti cystic fibrosis dan penyakit lainnya yang mampu melemahkan sistem kekebalan Anda bisa menyebabkan peradangan pada saluran pernafasan dan membuat lendir Anda rentan menebal lalu menumpuk di sinus. Lendir yang menebal atau hilangnya kemampuan tubuh untuk melawan bakteri atau virus akibat penyakit diabetes atau infeksi HIV juga bisa menyebabkan munculnya infeksi sinus.

  • Bakteri

Jika demam Anda tak kunjung turun dalam 10-15 hari, mungkin bakteri juga tengah menyerang Anda. Sebenarnya infeksi sinus akibat bakteri jarang sekali terjadi tapi bakteri seringkali menyebabkan kondisi infeksi menjadi semakin parah. Dalam kasus ini, bakteri yang paling sering ditemukan adalah Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. Di dalam tubuh orang sehat, bakteri ini bersembunyi dan menunggu saat yang tepat untuk tumbuh dan berkembang biak. Untuk mengatasinya, Anda bisa minum dekongestan agar bakteri tak memperoleh lingkungan yang pas untuk tumbuh. Kalaupun Anda terserang sinusitis akibat bakteri, Anda bisa mengobatinya dengan antibiotik.

  • Polutan

Alergen dan polutan yang ada di udara seperti debu, polusi udara luar atau bau-bauan yang menyengat dari parfum bisa menyebabkan batuk-batuk, gangguan hidung serta peradangan yang bisa meningkatkan risiko sinusitis Anda. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari faktor-faktor itu agar Anda tak mudah terserang infeksi sinus, terutama jika Anda sudah menderita alergi atau asma. Alat pembersih udara (air purifier) juga bisa mengurangi kadar polutan di udara.

  • Berenang dan menyelam

Jika Anda rentan terkena infeksi sinus, hindari berlama-lama di dalam kolam yang mengandung banyak klorin karena klorin bisa mengiritasi saluran hidung dan sinus Anda. Menyelam juga bisa jadi masalah karena tekanan yang diperoleh saat menyelam bisa mendorong air ke dalam sinus sehingga sinus Anda teriritasi lalu membuat jaringan hidung meradang.

  • Naik pesawat

Tak peduli Anda harus sering-sering naik pesawat untuk urusan kerja atau jalan-jalan, yang jelas naik pesawat pun bisa memperburuk infeksi sinus Anda. Pasalnya, tekanan udara yang menurun dalam penerbangan membuat kepala Anda seperti tertekan hingga menyumbat sinus dan saluran pernafasan serta memperburuk gejala flu yang Anda alami. Kondisi ini akan semakin terasa menyiksa saat takeoff dan landing.

Jika hidung Anda mampet atau sering menderita infeksi sinus tapi Anda harus bepergian dengan pesawat maka pakailah tetes hidung atau inhaler dekongestan terlebih dulu sebelum takeoff agar sinus Anda tetap bersih.

  • Jamur

Jamur sebenarnya jarang sekali menyebabkan infeksi sinus. Meski infeksi sinus akibat jamur bisa terjadi pada orang yang sehat, kondisi ini paling sering diketemukan pada orang-orang yang sistem kekebalannya melemah. Ketika sistem kekebalan Anda menjadi rentan maka jamur bisa tumbuh subur, terutama dalam lingkungan yang gelap dan lembab yaitu sinus Anda. Sejauh ini jamur yang paling sering dikaitkan dengan sinusitis adalah Aspergillus.

Pada sejumlah orang, sinusitis kronis bisa disebabkan oleh reaksi alergi terhadap jamur. Kondisi ini bisa diobati dengan operasi, terapi anti-jamur hingga cara manual seperti membersihkan sinus yang terinfeksi. Tapi jika gejala Anda bertambah dengan demam, sakit kepala dan gangguan penglihatan selama lebih dari 10 hari, segera temui dokter Anda.

  • Terlalu banyak memakai semprotan hidung

Semprotan hidung dekongestan memang bisa meredakan infeksi sinus tapi Anda tak boleh menggunakan semprotan itu dalam jangka waktu yang panjang karena produk itu bisa membuat gejala infeksi Anda semakin parah, apalagi jika tidak digunakan sesuai ketentuan.

Selain itu, jika terlalu banyak dipakai maka hidung Anda menjadi kurang sensitif terhadap efek semprotan sehingga hidung Anda bisa membengkak lagi atau biasa disebut dengan rebound nasal congestion. Ujung-ujungnya, penggunaan semprotan hidung yang terlalu lama juga bisa mengakibatkan ketergantungan, tambah Dr. Hueston. Tak lupa ia pun merekomendasikan agar semprotan itu hanya boleh dipakai tak lebih dari 4-5 hari.

  • Anatomi tubuh yang tak wajar

Anda bisa jadi berisiko lebih tinggi terserang infeksi sinus karena Anda terlahir dengan kelainan hidung atau polip. Kelainan itu bisa berarti saluran yang sempit atau tumor yang bisa menyumbat pembukaan sinus sehingga mencegah lendir mengering. Dari situ lendirnya bisa terinfeksi dengan virus atau bakteri.

Deviated septum atau kondisi dimana pemisah antara lubang hidung kanan dan kiri membengkok juga seringkali dikaitkan dengan infeksi sinus kronis. Namun kelainan ini bisa diatasi dengan operasi.

  • Udara kurang lembab atau kering

Ketika lendir terperangkap dalam saluran pernafasan dalam waktu yang lama, cairan yang terkandung dalam lendir akan hilang dan lendir itu pun menumpuk, akibatnya gejala flu semakin memburuk diikuti oleh sinusitis. Oleh karena itu dokter merekomendasikan agar hidung Anda selalu berada dalam kondisi selembab mungkin. Hal ini bisa dimulai dengan banyak-banyak minum air dan menghindari asupan kafein serta menggunakan pelembab udara agar kelembaban udara di dalam ruangan tetap stabil. Semprotan garam juga bisa membantu mengobati atau mencegah gejala-gejala sinusitis.

Artikel Terkait Penyebab Infeksi Sinus Akut dan Infeksi Sinus Kronis: