Penyebab Hipotiroidisme

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Penyebab Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid.

Kelenjar tiroid atau yang biasa dikenal sebagai adam apple atau kelenjar gondok adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terdapat di leher bagian bawah, di depan kerongkongan.

Hipotiroidisme transien (sementara), dapat terjadi setelah konsumsi iodina dalam jumlah banyak yang menginduksi kelainan enzimatik ringan yang menyebabkan terhambatnya sintesis hormon pada kelenjar tiroid, yang dikenal sebagai efek Wolff-Chaicoff.

Penyebab Hipotiroid

Penyebab utama hipotiroid adalah radang yang terjadi di kelenjar tiroid (Hashimoto tiroiditis atau tiroiditis kronik). Diperkirakan, hampir 5 per 100 individu dewasa, terutama wanita produktif, mengalaminya. Radang ini sejenis penyakit keturunan yang tidak menimbulkan keluhan sakit.

Penyebab lainnya:

  • Pembedahan tiroid atau radiasi radioaktif iodin. Keduanya merusak kelenjar-kelenjar penghasil tiroid.
  • Keturunan sejak lahir. Diduga satu dari 4.000 bayi yang dilahirkan, memiliki kelenjar tiroid yang tidak berfungsi lantaran tak ada enzim yang dapat memproses hormon tiroid.
  • Kekurangan iodin dalam makanan
  • Penggunaan radiasi pada perawatan di kepala dan leher serta obat-obatan pada masalah kelenjar pituitari (kelenjar di dalam otak).
  • Gangguan pembentukan hormon tiroid. Misalnya karena kekurangan yodium, kelenjar (tiroid) tidak terbentuk, heriditer atau faktor genetik, atau karena konsumsi obat jenis tertentu, yang mengandung yodium atau lithium.
  • Mutasi gen dengan ekspresi berupa tiroperoksidase, sebuah enzim pengikat heme yang terdapat pada membran tirosit.
  • Mutasi gen DEHAL1 dengan ekspresi berupa iodotirosina deiodinase, sebuah enzim yang mengambil molekul iodina dari residu senyawa iodotirosina guna keperluan biosintesis hormon oleh kelenjar tiroid
  • Mutasi gen THOX2 dengan ekspresi berupa tiroid oksidase-2
  • Tingginya rasio plasma iodotironina deiodinase, keluarga enzim yang mempercepat lintasan katabolisme hormon tiroid
  • Tingginya rasio plasma selenium, senyawa yang menghambat aktivitas enzim iodotironina deiodinase.

Hipotiroid yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan komplikasi, di antaranya peningkatan berat badan atau obesitas, meningkatkan kolesterol sehingga penderita menjadi lebih rentan terhadap aterosklerosis dan penyakit jantung koroner, pembengkakan jantung (karena dipaksa bekerja terus menerus), pada jantung, penderita hipotiroidisme mengalami penurunan denyut jantung, penurunan daya kontraksi dan fungsi diastolik, penurunan output kardiak dan peningkatan resistansi vaskular sistemik; yang menyebabkan peningkatan tekanan diastolik dan penurunan tekanan sistolik. Oleh karena terjadi peningkatan serum kolesterol.

Kekurangan hormon tiroid menyebabkan melambatnya fungsi tubuh. Gejalanya ringan dan timbul secara bertahap, terkadang disalahartikan sebagai depresi. Ekspresi wajah menjadi tumpul, suara menjadi serak, berbicara menjadi lambat, kelopak mata menutup dan mata serta wajah menjadi bengkak. Banyak juga penderita yang mengalami penambahan berat badan, sembelit dan tidak tahan terhadap cuaca dingin.

Hipotiroid juga bisa menyebabkan rambut penderita menjadi tipis, kasar dan kering; kulit menjadi kasar, kering, bersisik dan menebal, denyut nadi bisa melambat, telapak tangan dan telapak kaki tampak agak oranye (karotenemia) dan alis mata bagian samping mulai rontok. Beberapa penderita, terutama yang berusia lanjut, menjadi pelupa, bingung dan pikun.

Semua pasien dengan hipotiroidisme berisiko untuk mengalami masalah fisik dan mental, diantaranya”

-Koma miksedema

Koma miksedema adalah komplikasi langka yang mengancam jiwa bila tidak diobati. Gejalanya meliputi penurunan drastis suhu tubuh (hipotermia), delirium, penurunan fungsi paru-paru, denyut jantung yang lambat, sembelit, retensi urin, kejang, pingsan, penumpukan cairan, dan akhirnya koma.

  • Tiroiditis supuratif

Tiroiditis supuratif adalah infeksi kelenjar tiroid yang mengancam jiwa. Hal ini sangat jarang terjadi karena tiroid biasanya tahan terhadap infeksi. Komplikasi seringkali dimulai dengan infeksi saluran pernapasan atas. Gejalanya termasuk demam, sakit leher, ruam, dan kesulitan menelan dan berbicara.

Hipotiroid yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan komplikasi, di antaranya peningkatan berat badan atau obesitas, peningkatan kolesterol, pembengkakan jantung (karena dipaksa bekerja terus menerus), dan sebagainya.