Penyakit yang Bisa Merusak Sperma

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Penyakit Yang Bisa Merusak Sperma

Sperma merupakan zat yang paling berpengaruh terhadap sistem reproduksi pria yang sehat. Namun beberapa kondisi tubuh dan penyakit pada pria dapat menurunkan jumlah sperma dan merusak kualitasnya. Sperma sehat ciri-cirinya kepalanya lonjong, memiliki akrosom (enzim yang bertugas meleburkan dinding pelindung sel telur agar bisa ditembus sperma) normal, lehernya tidak ada sitoplasma, dan ekornya juga tidak patah.

Takaran sperma normal yakni 1,5 hingga 5,0 mililiter per ejakulasi dengan jumlah sperma 20 hingga 150 juta per milliliter. Sperma normal juga harus memiliki 60 persen sperma berbentuk normal dan gerakan maju normal (motilitas). Sperma yang bagus tidak bergerombol justru seharusnya berenang sendiri-sendiri. Sperma yang sehat juga tidak mengandung bakteri, sel epitel (sel kulit misal saat masturbasi sel kulit penis ikut terkelupas) namun masih bisa ditolerir, serta sel leukosit tidak lebih dari 1 juta sel/ml cairan sperma. Jika lebih dari itu maka dianggap ada infeksi karena leukosit ini yang memengaruhi kualitas sperma.

Bicara mengenai ketangguhan sperma sehat, di dalam rahim sperma mampu bertahan hidup rata-rata selama 2-3 hari. Namun ada pula penelitian yang mengatakan dapat bertahan hidup selama 7 hari.

Kualitas kesuburan seorang pria turut menentukan harapan dan peluang memiliki keturunan. Kesuburan seorang lelaki ditentukan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kualitas sperma dengan jumlah yang cukup dibutuhkan untuk dapat membuahi sel telur dan menghasilkan keturunan. Produksi sperma adalah proses yang kompleks dan memerlukan fungsi normal dari buah zakar atau testis, serta hipotalamus dan kelenjar hipofisis, yaitu organ dalam otak yang memproduksi hormon yang memicu produksi sperma.

Setelah sperma diproduksi di testis, tabung halus mengangkutnya sampai bercampur dengan air mani dan ejakulasi dari penis. Masalah dengan sistem ini dapat mempengaruhi produksi sperma. Juga, ada masalah bentuk sperma yang abnormal (morfologi) atau gerakan (motilitas).

*Kondisi jumlah sperma sedikit saat ejakulasi disebut juga dengan oligospermia atau oligozoospermia. Oligospermia terjadi bila jumlah sperma pria kurang dari 20 juta/ml dan kondisi ini bisa menjadi faktor risiko utama infertilitas atau kemandulan. Jumlah sperma rendah, menjadi salah satu penyebab infertilitas atau ketidaksuburan pada pria. Selain gaya hidup yang dsebut sebagai penjetus minimnya jumlah sperma ini, beberapa penyakit juga menyumbang peran untuk itu. Obesitas, diabetes, juga gangguan mental seperti stres. Penyebab lain yang juga mengganggu produksi sperma, termasuk tidak rutin berejakulasi.

Berikut daftar penyakit yang bisa merusak dan menurunkan jumlah sperma:

  • Infeksi
    Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma dan kesehatan sperma atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi lewatnya sperma. Contoh infeksi yang dapat membahayakan sperma antara lain infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore (kencing nanah), radang prostat (prostatitis), testis meradang karena gondongan (mumps orchitis), dan infeksi lain dari saluran kemih atau organ reproduksi.

  • Varikokel
    Varikokel adalah gangguan varises pembuluh darah balik pada bagian kepala buah zakar. Varikokel merupakan penyebab umum dari ketidaksuburan pria. Kondisi ini bisa mencegah proses pendinginan normal testis, yang mengarah pada pengurangan jumlah sperma dan lebih sedikit sperma yang bergerak.

  • Testis tidak turun
    Selama perkembangan janin di rahim, satu atau kedua testis kadang-kadang gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis (skrotum). Laki-laki dengan kondisi ini bisa mengalami gangguan kesuburan.

  • Ketidakseimbangan hormon
    Hipotalamus, hipofisis dan testis memproduksi hormon yang diperlukan untuk membuat sperma. Perubahan hormon ini, serta dari sistem lain seperti tiroid dan adrenal, dapat mengganggu produksi sperma.

  • Retrograde ejaculation
    Retrograde ejaculation terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme, bukan muncul dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti diabetes, cedera tulang belakang, operasi kandung kemih, prostat atau uretra. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai alpha blocker. Beberapa pria dengan cedera tulang belakang atau penyakit tertentu tidak dapat mengejakulasikan air mani sama sekali, meskipun mereka masih bisa memproduksi sperma.

  • Cacat saluran sperma
    Tabung yang membawa sperma bisa rusak oleh penyakit atau cedera, seperti fibrosis kistik. Beberapa pria terlahir dengan sumbatan di bagian testis yang menyimpan sperma (epididimis) atau penyumbatan salah satu tabung yang membawa sperma dari testis (vas deferens). Pria dengan fibrosis kistik dapat lahir tanpa saluran sperma sama sekali.

  • Antibodi yang menyerang sperma
    Antibodi anti-sperma merupakan sel sistem kekebalan tubuh yang keliru mengidentifikasi sperma sebagai penyerbu berbahaya dan mencoba untuk menghancurkannya. Kondisi ini terutama sering terjadi pada pria yang pernah menjalani vasektomi.

  • Cacat kromosom
    Gangguan yang diturunkan seperti sindrom Klinefelter, di mana laki-laki lahir dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y bukannya satu X dan satu Y, menyebabkan perkembangan abnormal pada organ reproduksi laki-laki. Sindrom genetik lain yang terkait dengan infertilitas antara lain fibrosis kistik, sindrom Kallmann, sindrom Young, dan sindrom Kartagener.

  • Penyakit celiac
    Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh kepekaan terhadap gluten, penyakit celiac, juga dapat menyebabkan infertilitas pada laki-laki. Kesuburan biasanya dapat ditingkatkan setelah mengadopsi diet bebas gluten.

  • Tumor
    Kanker dan tumor nonmalignant dapat mempengaruhi organ reproduksi laki-laki secara langsung, atau dapat mempengaruhi kelenjar yang melepaskan hormon yang berhubungan dengan reproduksi (seperti kelenjar hipofisis). Pembedahan, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

Meningkatkan jumlah dan kualitas sperma bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
- Konsumsi makanan sumber vitamin B, zinc
- Menikmati kegiatan seksual bersama pasangan
- Hindari makanan olahan dan makanan tinggi lemak
- Latihan yoga untuk meningkatkan kesehatan secara menyeluruh
- Hindari memakai celana ketat untuk menghindari gangguan pada skrotum
- Istirahat yang cukup setiap harinya
- lakukan diet untuk menyeimbangkan hormon, bagi penderita obesitas
- Hindari duduk selama berjam-jam.
- Rutin melakukan pijat seluruh tubuh untuk meningkatkan sirkulasi
- Berhenti merokok
- Berhenti minum alkohol berlebihan
- Jangan menggunakan celana dalam terlalu ketat
- Hindari stres berkepanjangan.