Penyakit Osteoarthritis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Penyakit Osteoarthritis

Osteoartritis atau OA dikenal sebagai penyakit degeneratif sendi, adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi. Pada sendi, suatu jaringan tulang rawan yang biasa disebut dengan nama kartilago biasanya menutup ujung-ujung tulang penyusun sendi. Suatu lapisan cairan yang disebut cairan sinovial terletak di antara tulang-tulang tersebut dan bertindak sebagai bahan pelumas yang mencegah ujung-ujung tulang tersebut bergesekan dan saling mengikis satu sama lain.

Pada kondisi kekurangan cairan sinovial lapisan kartilago yang menutup ujung tulang akan bergesekan satu sama lain. Gesekan tersebut akan membuat lapisan tersebut semakin tipis dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa nyeri.

Osteoarthritis merupakan radang pada sendi atau kerusakan pada tulang rawan sendi. Penyakit ini dapat terjadi pada seluruh sendi, baik sendi kecil maupun sendi yang besar di antara dua tulang. Kerusakan tulang rawan dapat terjadi pada seluruh tulang rawan. Mulai dari lutut, engkel, panggul, bahu, tulang belakang, hingga siku. Tak hanya itu, stadiumnya pun berbeda-beda. Derajat ringan, tulang rawannya seperti lembek.

Ada juga yang seolah berserabut dan bolong. Bahkan yang lebih berat lagi, di bawah tulang rawan terdapat tulang dan tulang itu ikut tergerus. Umumnya osteoarthritis terjadi pada lutut dan panggul karena sendi pada lutut dan panggul adalah sendi weight bearing. Sendi yang menahan beban tubuh. Tapi, penyakit ini dapat terjadi pula pada bahu,tangan, atau tempat lainnya.

Osteoarthritis juga terkait erat dengan aktivitas hormon esterogen pada perempuan. Fungsi hormon estrogen yang menurun pada usia Menopause diduga berpengaruh pada meningkatnya peradangan sendi yang dikaitkan dengan aktivitas asam arakidonat yaitu zat yang dihasilkan dalam tubuh yang berhubungan dengan nyeri dan peradangan, dimana hormon estrogen berperan dalam mengendalikan aktivitas zat ini, sehingga pada saat seorang perempuan mengalami Menopause dan penurunan produksi hormon estrogen maka zat asam arakidonat ini akan meningkat aktivitasnya dan menyebabkan peradangan khususnya pada sendi.

Penyakit ini seringkali mulai terjadi pada usia 40-an dan 50-an, serta mengenai hampir semua orang pada usia diatas 80 tahun dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Osteoartritis bisa terjadi pada pria dan wanita. Pada usia 40-70 tahun, osteoartritis lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Tetapi pria bisa terkena OA pada usia yang lebih muda, seringkali karena faktor cedera. Umumnya terjadi pada orang tua, karena osteoarthritis tergolong penyakit degeneratif.

Berdasarkan penyebabnya, osteoartritis bisa dibedakan menjadi :
– Osteoartritis primer, jika penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), biasanya terjadi pada orang tua.
– Osteoartritis sekunder, jika penyebabnya karena penyakit atau kondisi lain, seperti kelainan sendi yang telah ada sejak lahir, patah tulang, cedera, gangguan metabolik (misalnya hemokromatosis atau penyakit Wilson), atau gangguan yang menyebabkan kerusakan pada tulang rawan sendi (misalnya reumatoid artritis atau gout).

Penyebab Osteoartritis

Normalnya sendi memiliki derajat gesekan yang rendah sehingga tidak akan mudah menjadi aus, kecuali jika digunakan secara berlebihan atau mengalami cedera. Osteoartritis paling sering terjadi akibat adanya kerusakan pada jaringan sendi.

*Beberapa faktor risiko terjadinya osteoartritis adalah sebagai berikut:
• Wanita berusia lebih dari 45 tahun
• Kelebihan berat badan
• Aktivitas fisik yang berlebihan, seperti para olahragawan dan pekerja kasar
• Menderita kelemahan otot paha
• Pernah mengalami patah tulang disekitar sendi yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat
• Trauma pada sendi
• Riwayat OA dalam keluarga, karena OA cenderung menurun dalam keluarga

Gejala Osteoartritis

Biasanya, gejala-gejala muncul secara perlahan dan awalnya hanya mengenai satu atau beberapa sendi. Sendi yang terkena biasanya sendi-sendi pada jari tangan, pangkal ibu jari tangan, ibu jari kaki, leher, punggung bagian bawah, pinggul, dan lutut. Gejala-gejala seringkali muncul secara perlahan dan semakin memburuk dengan berjalannya waktu.

*Tanda dan gejala osteoartritis dapat berupa:
• Rasa nyeri yang mendalam
• Kekakuan sendi paling jelas dirasakan saat bangun tidur di pagi hari atau setelah lama tidak bergerak. Tetapi kekakuan biasanya membaik dalam waktu 30 menit, terutama jika sendi digerakkan.
• Sendi terasa hangat saat disentuh
• Kekakuan di pagi hari selama kurang dari satu jam
• Nyeri saat berjalan
• Kekakuan setelah beristirahat
• Pembengkakan sendi
• Kehilangan gerak pada sendi

Pencegahan Osteoartritis

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoarthritis:
• Menjaga berat badan ideal dan menghindari aktivitas dengan tekanan yang berlebihan pada sendi dengan tujuan untuk mengurangi nyeri dan peradangan sendi serta memperbaiki dan memelihara fungsi sendi.
• Mengkonsumsi sumber vitamin C, Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan juga mendukung sintesis kolagen, yang keduanya penting dalam memperlambat perkembangan osteoarthritis. Sumber makanan yang kaya vitamin C adalah buah jeruk, stroberi, buah kiwi, melon, brokoli, paprika, kubis Brussel, kol, tomat, dan kentang.
• Tingkatkan asupan vitamin D, asupan dan kadar rendah vitamin D dapat mengganggu respon tulang dan meningkatkan risiko OA. Dalam sebuah studi pada 556 pasien dengan osteoarthritis lutut, risiko perkembangan penyakit meningkat tiga kali lipat pada mereka yang memiliki asupan dan kadar vitamin D dalam darah rendah.
• Mengkonsumsi suplemen yang mengandung chondroitin sulfate dan glucosamine sulfate bila perlu, kedua zat ini dapat mengurangi terjadinya peradangan sendi.
• Melakukan latihan dengan bimbingan professional yang dapat bermanfaat untuk menguatkan otot sendi-sendi, mencegah sendi dari striktura dan memelihara mobilitas sendi.