Penyakit Jantung Koroner Pada Perempuan

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Penyakit Jantung Koroner Pada Perempuan

Penyakit jantung umumnya dianggap sebagai penyakit kaum pria. Namun kenyataannya, satu dari empat perempuan meninggal karena penyakit kardiovaskular. Sebuah penelitian mendapati bahwa kebanyakan perempuan berusia 10 hingga 15 tahun lebih tua dari laki-laki ketika pertama kali terkena serangan jantung.

Serangan jantung koroner pada wanita berbeda dengan yang terjadi pada pria, demikian pula respon terhadap pengobatan. Dari segi komplikasi, wanita akan mengalami komplikasi yang lebih serius dibandaing dengan pria. Serangan jantung. koroner pada wanita diternukan pada usia yang lebih tua daripada pria, mempunyai prognosis yang lebih serius, serta mempunyai kemungkinan mortalitas yang lebih tinggi. Penyakit Jantung Koroner pada perempuan memiliki risiko penyebab kematian yang lebih besar dibandingkan terhadap pria.

Serangan jantung pada wanita sangat minim akan gejala, hal inilah yang menyebabkan mengapa serangan jantung lebih mematikan jika menimpa wanita dibanding pria. *Ciri khas gejala serangan jantung adalah nyeri dada dan ketidaknyamanan. Namun wanita cenderung mengalami serangan berbeda.

Hormon estrogen pada wanita belum menopause masih bekerja dengan baik. Hormon ini berperan memproteksi terjadinya gangguan jantung koroner, juga mampu mempertahankan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) dan menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol buruk) dalam tubuh,” jelasnya. Tak hanya itu, hormon esterogen juga memiliki efek memperbaiki fungsi endothelial pembuluh darah dan menyebabkan relaksasi pada otot polos pembuluh arteri.

Dengan hormon esterogen, kerusakan pada dinding pembuluh darah serta peningkatan tekanan darah dapat dicegah. Sedangkan ketika menopause, manfaat positif esterogen itu menurun. Alhasil, tingkat kematian wanita dengan gangguan penyakit jantung koroner meningkat pesat di masa menopause.

Kendati masih terbantu dengan hormon esterogen, bukan berarti wanita muda terbebas dari gangguangjantung koroner. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan bahwa frekuensi serangan penyakit jantung koroner non genetik pada wanita muda kini kian meningkat.

Terkadang beberapa wanita yang mengalami serangan jantung tidak pernah mengalami nyeri dada. Maka para wanita harus lebih jeli mengenali gejala serangan jantung seperti nyeri leher, rahang, bahu atau punggung, ketidaknyamanan perut atau kesulitan bernapas dengan tiba-tiba.

Gejala Penyakit Jantung Koroner Pada Perempuan

Gejala penyakit jantung yang timbul pada perempuan berbeda dari gejala yang timbul pada pria. Pada wanita, gejala yang timbul antara lain nyeri ulu hati, nyeri pada punggung atau leher, sesak napas, cepat capai serta gangguan irama jantung. *Gejala-gejala inilah yang tidak disadari oleh kebanyakan perempuan sehingga seringkali menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan pada saat terjadi serangan jantung.

&&Gejala yang non klasik atau non typical& biasanya ditemukan pada pasien perempuan atau pasien dengan diabetes. Salah satu penyebab mengapa perempuan memiliki gejala yang tidak spesifik dibandingkan dengan gejala jantung koroner pada pria, karena proses menopause dini yang dialami oleh perempuan.

Penyakit Jantung Koroner pada perempuan umumnya ditemukan pada usia yang lebih tua dibandingkan dengan pria. Hal itu disebabkan oleh:

  • Terjadi penurunan hormon esterogen yang selama ini berfungsi melindungi pembuluh darah dari kerusakan saat pasca menopause, sehingga risiko penyakit jantung pada perempuan meningkat dua kali lipat. Penurunan hormon estrogen ini juga menambah kadar lemak dalam darah sehingga menimbulkan penebalan pembuluh darah yang dapat menyebabkan Penyakit Jantung Koroner.
  • Perempuan dengan Penyakit Jantung Koroner biasanya mengalami komplikasi yang lebih serius, karena lebih sering ditemukan adanya penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi dan gangguan ginjal.
  • Penyumbatan pada pembuluh darah kecil atau mikrovaskular lebih banyak terjadi pada perempuan. Penyumbatan yang seperti ini lebih sulit dideteksi dengan pemeriksaan standar yang ada pada saat ini.
  • Kurangnya pengetahuan kaum perempuan akan bahaya penyakit jantung, umumnya membuat mereka tidak menyadari gejala penyakit tersebut, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam mendiagnosa.

Faktor Risiko

*Beberapa faktor risiko utama Penyakit Jantung Koroner pada kaum perempuan antara lain:

  • Riwayat keluarga
  • Perempuan yang obesitas atau kegemukan
  • Perempuan yang merokok mempunyai risiko Penyakit Jantung Koroner 6-9 kali lipat, sedangkan pada pria adalah 4-6 kali lipat
  • Penurunan dan berhentinya produksi hormon estrogen, namun terapi sulih hormon pada perempuan menopause juga menimbulkan risiko Penyakit Jantung Koroner
  • Perempuan dengan diabetes mellitus atau kencing manis memiliki risiko 2 kali lipat untuk menderita Penyakit Jantung Koroner, dan mempunyai komplikasi yang lebih berat dibandingkan pria

Banyak penelitian mengungkapkan bahwa, pola hidup modern serta tingkat stres yang tinggi pada perempuan modern yang berkarir, adalah beberapa penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung. Pola hidup perempuan modern sudah banyak berubah seperti; merokok, jarang berolah raga dan lebih banyak duduk diam di kantor, serta pola makan yang banyak mengandung banyak lemak dan kolesterol.

Tingkat stress yang meningkat pada perempuan modern seringkali terjadi karena karir dan kedudukan perempuan modern yang bekerja kini dapat disejajarkan dengan kaum pria. Sehingga tingkat stress yang dirasakan juga sama.

Artikel Terkait Penyakit Jantung Koroner Pada Perempuan: