Penyakit Infeksi Kuku Onikomikosis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Penyakit Infeksi Kuku Onikomikosis

Onikomikosis adalah penyakit kulit yang disebabkan infeksi jamur atau dermatomikosis, kandida dan lainnya yang menyerang daerah kuku jari kaki atau tangan. Onikomikosis bersifat menahun dan sangat resisten terhadap pengobatan. Jamur bisa diperoleh melalui hubungan dengan orang yang terinfeksi atau berhubungan dengan permukaan seperti lantai kamar mandi dimana jamur tersebut ada. Orang yang lebih tua, orang yang menderita diabetes,dan orang yang sedikitsirkulasi pada kakinya yang terutama mudah terinfeksi jamur.

Penamaan infeksi kuku berbeda berdasarkan penyebabnya. Jika jamur penyebab berasal dari golongan dermatofita disebut tinea unguium (Rippon), sedangkan jika penyebabnya Candida maka disebut kandidosis kuku. Penyebab nondermatofita lain ialah jenis jamur filamentosa (Rippon), misalnya Scytalidium (Ellis, Baran), Aspergillus (Baran, Rippon), Fusarium (Rippon, Elgart).

Penyakit jamur pada kuku atau onikomikosis merupakan salah satu penyakit yang masih sering dijumpai yaitu sekitar 18-24% dari kelainan kuku dan 30% dari penyakit dermatomikosis. Onikomikosis dapat disebabkan oleh golongan jamur dermatofita (91%), nondermatofita (4%) dan yeast/ragi (5%). Penyebab onikomikosis tersering oleh golongan ragi adalah Candida albicans, sedangkan dari golongan non dermatofita dapat disebabkan oleh Scopulariopsis brevicalis, Aspergilus, Fusarium dan Acremonium. Onikomikosis paling banyak disebabkan oleh golongan dermatofita, dan disebut tinea unguium, biasanya disebabkan oleh Trichophyton rubrum (71%), T.mentagrophytes (21%), Epidermophyton floccosum.

Onikomikosis pada laki-laki lebih sering terjadi daripada perempuan. Namun, infeksi Candida lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa adalah 30 kali lebih mungkin untuk terkena onikomikosis daripada anak-anak. Onikomikosis telah dilaporkan terjadi pada 2,6% anak-anak muda dari 18 tahun, tetapi sebanyak 90% dari orang tua. Onikomikosis dapat mengenai semua jenis kelamin,ras dan meningkat sesuai dengan umur. Delapan belas hingga 40% penyakit kuku disebabkan oleh infeksi jamur (Baran) dan sebanyak 30% dari seluruh dermatomikosis merupakan onikomikosis (Baran, Nelson).

Ada 4 jenis onikomikosis:

  1. Onikomikosis subungual distal (Distal-lateral subungual onychomycosis)

Biasanya disebabkan oleh Trichophyton rubrum dan T. Tonsurans dan E. Fluccosum. Merupakan bentuk yang paling umum dari tinea unguium, yang menyerang kuku dan bagian bawah lempeng kuku. Infeksi dari distal dapat meluas ke lateral kuku sehingga memberi gambaran Onikomikosis Distal dan Lateral. Lempeng kuku bagian distal berwarna kuning atau putih. Terjadi hiperkeratosis subungual, yang menyebabkan onikolisis (terlepasnya lempeng kuku dari nail bed) dan terbentuknya ruang subungual berisi debris yang menjadi mycotic reservoir bagi infeksi sekunder oleh bakteri.

  1. Onikomikosis dangkal putih (Superficial white onychomycosis)

Disebut juga leuconychia mycotica. Infeksi terjadi pada permukaan lempeng kuku karena adanya enzim proteolitik spesifik yang dihasilkan oleh jamur penyebabnya. Invasi jamur pada lapisan superfisial lempeng kuku untuk membentuk “pulau-pulau putih” berbatas tegas pada permukaan kuku,  tumbuh secara radial, berkonfluensi, dapat menutupi seluruh permukaan kuku. Pertumbuhan jamur menjalar melalui lapisan tanduk menuju nail bed (bantalan kuku) dan hiponikium.

Lambat laun kuku menjadi kasar, lunak dan rapuh. Biasanya disebabkan oleh T. Mentagrophytes atau T.rubrum dan kadang-kadang dapat disebabkan oleh Acremonium, Fusarium, Aspergillus terreus. Menyumbang sekitar 10 persen dari kasus onychomycosis. Gambaran yang khas adalah “white island”  Gambaran klinis lesi pada tipe ini adalah adanya bercak putih berbatas jelas, sering mengenai kuku kaki namun pada penderita AIDS dapat mengenai kuku tangan. Permukaan putih kuku dapat berubah menjadi kasar dan konsistensi lempeng kuku menjadi lebih lunak dari sekitarnya sehingga mudah dikerok.

  1. Onikomikosis subungual proksimal (Proximal subungual onychomycosis)

Merupakan tipe onikomikosis yang jarang terjadi dan disebabkan oleh T.rubrum. Sering dijumpai pada penderita imunokompromais seperti penyakit jaringan ikat, penerima transplantasi organ dan AIDS, biasanya mengenai satu atau dua kuku, sisi distal jarang terkena. Jamur masuk melalui kutikel dan bagian depan lipatan kuku atas kemudian menyebar ke matriks dan lempeng kuku proksimal. Apabila jamur masuk ke matriks kuku lebih distal maka invasinya semakin dalam dan lebih ke sisi depan lempeng kuku yang terkena, namun hal ini jarang terjadi. Pada penderita AIDS semua lempeng kuku dapat terkena termasuk bagian dorsal dan lateral lempeng kuku.

  1. Candida onikomikosis

Candida spesies menyerang kuku biasanya terjadi pada orang yang sering merendam tangan mereka di dalam air. Jamur menginfeksi lempeng kuku sehingga mengalami kerusakan berat. Infeksi dimulai dengan lateral atau distal onikomikosis dan kemudian menginvasi seluruh kuku secara progresif. Kuku tampak berkerut dan hancur. Fragmen-fragmen lempeng kuku masih tinggal akan merusak dan terlihat sebagai tungkul kayu pada lipatan kuku bagian proksimal. Keluhan subjektif dirasakan sebagai nyeri ringan dan yang lebih berat dapat terjadi infeksi sekunder.

Gejala Penyakit Infeksi Kuku Onikomikosis

• Terjadi kerak di bawah kuku akibat sisa-sisa peradangan terkumpul dibawah ujung kuku • Kemudian kuku menjadi rusak secara keseluruhan • Lapisan yang kusam berwarna putih dan kuning muncul pada bagian kuku • Bagian akhir dari kuku terangkat dan bagian tepinya menjadi rapuh • Bercak putih mengelupas dan lubang-lubang muncul di atas bagian kuku pada bagian halfmoon (lunula) • Kuku yang terinfeksi memiliki bentuk yang tidak normal tetapi tidak gatal atau terasa sakit sekali. Infeksi ringan hanya memberikan sedikit gejala atau bahkan tidak menimbulkan gejala. • Kemudian kuku menjadi rusak secara keseluruhanPada infeksi yang lebih berat, kuku tampak keputihan, menebal dan terlepas dari dasar kuku.

Penyebab Penyakit Infeksi Kuku Onikomikosis

Onikomikosis dapat disebabkan oleh kelompok jamur dermatofita, non dermatofita atau yeast. Dari kelompok dermatofita penyebab yang tersering adalah Trichophyton rubrum sebanyak 70% dan Trichophyton mentagrophytes sebanyak 20%. Selain itu Trichophyton tonsurans, Epidermophyton fluccosum, Trichophyton violaceum, Trichophyton verrucosum, Microsporum gypseum dan Trichophyton soudanacea dapat menyebabkan pada onikomikosis namun golongan jamur tersebut jarang ditemukan.

Penyebab tersering dari kelompok yeast adalah Candida albicans yaitu sebanyak 6 % dijumpai pada onikomikosis, sedangkan dari kelompok non dermatofita penyebab yang tersering dijumpai adalah Claudiosporium, Alternaria, Aspergillus, Fusarium dan Epiccocum.

*Ada beberapa Faktor risiko untuk onikomikosis termasuk sejarah keluarga, bertambahnya usia,kesehatan yang buruk, trauma sebelumnya, iklim yang hangat, partisipasi dalam kegiatan kebugaran, imunosupresi (misalnya, HIV, obat diinduksi), mandi komunal, dan alas kaki oklusif, lanjut usia, penderita diabetes, dan orang dengan sirkulasi darah yang buruk pada kaki.

Pencegahan Penyakit Infeksi Kuku Onikomikosis

• Menjaga kaki tetap bersih dan kering • Ganti sepatu, kaos kaki dan stocking setiap hari. Gunakan kaos kaki yang terbuat dari kain sintetik, dimana dapat menyerap lembab lebih cepat dibandingkan dengan yang terbuat dari katun atau wool. • Gunakan gunting kuku khusus untuk memotong kuku yang terinfeksi. • Hindari menggunakan cat kuku pada kuku yang sedang terinfeksi • Menjaga kuku tetap terpotong pendek • Menghindari memotong kuku terlalu pendek • Bila memungkinkan, kenakan alas kaki yang terbuka sehingga kaki selalu kontak dengan udara bebas.