Penyakit Hepatitis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Penyakit Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan organ hati (liver) yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati manusia. Hati atau liver mengalami peradangan sehingga membuat fungsi hati sebagai tempat penyaring racun-racun dalam darah menjadi terganggu. Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka terganggu pula fungsi organ yang lain, sehingga membuat kesehatan seseorang akan hancur secara keseluruhan. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.

Virus hepatitis menyerang sel di dalam hati dan menggunakan hati sebagai tempat berkembang biak.Ketika tubuh menyerang virus ini dengan mengirim limfosit (sejenis sel darah putih) ke hati, terjadilah peradangan. *Peradangan ini adalah respons yang normal terhadap infeksi. Bila hal itu terus berlangsung, zat-zat kimia yang dikeluarkan limfosit dapat menyebabkan kerusakan sel hati. Jika sel hati rusak, maka tidak dapat berfungsi dengan baik dan mati.

Beberapa dari sel hati ini dapat tumbuh kembali, tetapi perusakan yang parah dapat berakibat pada terjadinya fibrosis (terbentuknya jaringan parut pada hati). Fibrosis menyebabkan kemunduran semua fungsi hati. Bila diteruskan, jaringan parut akan mengeras dan menggantikan sebagian besar sel hati yang normal. Kondisi ini disebut sirosis—istilah medis untuk pengerasan hati. Bila seseorang mengalami sirosis, itu berarti bahwa sebagian besar hatinya telah rusak dan tidak bisa berfungsi lagi dengan normal.

Sirosis bisa sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan benar dan bisa tidak terdeteksi hingga bertahuntahun lamanya. Sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitis tidak menunjukkan gejala sehingga disebut sebagai silent disease.

Salah satu gejala penyakit hepatitis adalah timbulnya warna kuning pada kulit, kuku dan bagian putih bola mata. Peradangan pada sel hati dapat menyebabkan kerusakan sel-sel, jaringan, bahkan semua bagian dari organ hati (liver). Jika semua bagian organ hati (liver)telah mengalami kerusakan maka akan terjadi gagal hati (liver) yang menyebabkan kematian.

Meskipun saat ini telah ada teknologi pencangkokan/transplantasi organ hati (liver) untuk mengganti organ hati (liver) yang telah tidak berfungsi, tetapi selain biayanya sangat mahal, kesuksesan pencangkokan hati hingga saat ini masih sangat kecil persentasenya.

Gangguan pada hati dapat terjadi misalnya karena terkena infeksi. *Hepatitis merupakan salah satu contoh penyakit hati yang disebabkan oleh virus. Virus ini dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah. Virus yang menyebabkan penyakit ini terdapat dalam cairan tubuh yang sewaktu-waktu dapat ditularkan kepada orang lain. Sebagian orang yang terinfeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya. Namun demikian, virus ini akan tetap berada dalam tubuh seumur hidup.

*Hepatitis adalah penyakit yang tidak memberikan gejala dan keluhan pada penderitannya. Oleh sebab itu disebut sillent killer. Liver adalah organ yang kuat berbeda dengan flu yang menimbulkan gejala begitu virus masuk. Sementara hepatitis tidak sama saat virus masuk, tubuh tidak memberikan rekasi sampai 15-20 tahun kemudian.

Ada 5 macam virus hepatitis, adalah virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC), virus hepatitis D (VHD) dan virus hepatitis E (VHE). Virus-virus ini terus berkembang dan bahkan diperkirakan sedikitnya masih ada 3 virus lagi yang dapat menyebabkan hepatitis. Di antara semua jenis virus ini, virus hepatitis B dan C merupakan penyebab infeksi hati menahun (kronik) dan dapat berakhir pada sirosis, kanker hati, dan kematian. Tidak seperti hepatitis A dan B, hepatitis C belum ada vaksinnya.

Hepatitis dapat berlangsung singkat (akut) kemudian sembuh total atau malah berkembang menjadi menahun (kronis). Tingkatan keparahan hepatitis bervariasi, mulai dari kondisi yang dapat sembuh sendiri (self limited) dengan penyembuhan total, kondisi yang mengancam jiwa, menjadi penyakit menahun, hingga kondisi organ hati yang tidak berfungsi lagi (yang disebut kegagalan fungsi hati). Jika kondisi terakhir ini terjadi maka untuk penanganannya membutuhkan transplantasu atau cangkok hati.

Serangan hepatitis akut dapat terjadi tiba-tiba tanpa gejala awal atau bertahap. Umumnya, hepatitis akut berlangsung dalam periode waktu 1-2 bulan. Kerusakan hati yang terjadi pada heoatitis akut biasanya hanya mengenai sebagian kecil jaringan saja. Namun pada kasus yang jarang, misalnya pada saat daya tahan tubuh pasien terlalu rendah, hepatitis akut dapat mengancam jiwa.

Sementara hepatitis kronis terjadi jika sebagian hati yang terserang dapat menjadi tidak aktif atau berkembang sangat lambat, tetapi sebagian lain dapat juga menjadi aktif dan terus memburuk dalam hitungan tahun. Komplikasi dari hepatitis kronis yang memburuk adalah terjadinya sirosis atau kanker hati. Kedua komplikasi ini sering berakhir dengan kematian.

Beberapa tanda-tanda yang bisa terlihat jika seseorang mengalami gangguan hati, yaitu:

  • Demam bisa disertai dengan menggigil
  • Air seni berwarna kuning gelap seperti teh. Buang air besar tidak teratur, biasanya tidak setiap hari.
  • Mengalami perubahan warna kulit.Kulit dan mata menjadi kekuning-kuningan sehingga sering disebut penyakit kuning.
  • Kehilangan nafsu makan yang menyebabkan berat badan menurun. Pasien mungkin menjadi anemia dan sering merasa mual. Perut kembung, penuh gas, dan terjadi gangguan percernaan setelah makan.
  • Nyeri perut kanan atas hingga perut terlihat buncit. Ini karena pembengkakan di bawah tulang rusuk kanan bawah yang merupakan keluhan umum dari pasien hati. Hal ini dapat memberikan tekanan berat pada diafragma yang kadang jadi sakit saat bernapas. Infeksi hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti semen, cairan vagina atau saliva.

Penyebab Hepatitis

Penyebab hepatitis bermacam-macam. Pada prinsipnya penyebab hepatitis terbagi atas infeksi dan bukan infeksi. Penyebab-penyebab tersebut antara lain:

  • Infeksi virus
  • Komplikasi dari penyakit lain
  • Alkohol
  • Obat-obatan atau zat kimia
  • Penyakit autoimun

Gejala Hepatitis

Keluhan yang umum dirasakan penderita adalah mual, muntah, tidak nafsu makan, lemas, mudah lelah, stamina menurun dan kebutuhan akan tidur meningkat. Nafsu makan yang buruk dan nyeri ulu hati sering dijumpai pada hepatitis akut atau hepatitis kronis yang telah berkembang menjadi sirosis (cirrhosis). Gejala-gejala tersebut di atas juga biasa disertai dengan demam.

Gejala fisik yang mudah terlihat adalah urine berwarna gelap, feses berwarna putih, sedangkan kuku, kulit dan bagian putih mata berwarna kuning. Perut bagian atas membesar dan penurunan berat badan juga biasa dialami penderita penyakit hepatitis.

*Gejala-gejala umum dari hepatitis ini adalah rasa nyeri atau sakit pada perut bagian kanan,badan lemas, mual, demam dan diare. Pada beberapa kasus juga ditemukan gejala seperti akan flu dan sakit kuning yang ditandai kulit dan mata yang terlihat kuning. Namun,gejala penyakit hepatitis tidak selalu tampak, khususnya pada kebanyakan kasus yang menimpa anak-anak.

Virus dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat. Jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Walau sebenarnya, virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik.

Hepatitis A

Virus hepatitis A biasanya terdapat pada kotoran si penderita, dan virus ini dapat hidup pada air atau es batu. Virus ini menyebar karena seseorang meminum air yang tercemar VHA atau mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar sehingga virus tetap hidup pada makanan atau bisa juga karena orang yang mempersiapkan makanan tidak mencuci tangan dengan benar terlebih dahulu, padahal mungkin saja pada tangannya terdapat virus hepatitis A. Tidak mencuci tangan sehabis menggunakan toilet juga menyebabkan virus ada pada kotoran manusia ini akhirnya berpindah.

Mereka yang perlu mendapat imunisasi hepatitis A:

  • Pekerja restoran atau yang biasa menangani makanan
  • Remaja yang tinggal di asrama pelajar yang mengalami kontak erat dengan teman-temannya.
  • Pekerja dan anak-anak pada tempat penitipan anak.
  • Orang yang menderita penyakit hati menahun
  • Pekerja laboratorium

Imunisasi hepatitis A dapat diberikan pada anak anak usia antara 2 hingga 18 tahun, dan diberikan cukup 1 kali saja. Sedangkan untuk orang dewasa, dibutuhkan imunisasi ulang (booster) setelah 6 hingga 12 bulan imunisasi Pertama. Orang yang telah mendapat ikmunisasi hepatitis A mempunyai kekebalan terhadap virus hepatitis A (VHA) selama 15 hingga 20 tahun, kecuali jika orang tersebut terinfeksi VHA antara 2 hingga 4 minggu setelah imunisasi. Hal ini disebabkan karena pada saat itu tubuh belum menghasilkan antibodi dalam jumlah cukup.

Hepatitis B

Virus Hepatitis B (VHB) biasanya menular melalui darah atau cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina, atau air mani yang masuk dalam aliran darah orang sehat. Ini karena hepatitis B terdapat dalam darah dan cairan tubuh tersebut. Tranfusi darah, darah pada pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, jarum suntik atau jarum yang digunakan untuk membuat tato dapat memindahkan sejumlah kecil darah yang terinfeksi virus hepatitis. Bahkan noda darah yang sudah mengering dapat menulari orang lain selama 1 minggu sejak menempel pada suatu benda. Cara lain penyebaran virus ini adalah karena terbawa sejak dari kandungan oleh seorang ibu yang terinfeksi (keturunan) dan karena hubungan seks.

Imunisasi lengkap hepatitis B dapat mencegah infeksi virus hepatitis B (VHB) selama 15 tahun. Imunisasai hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali. Imunisasi pertama dan kedua diberikan dalam jarak 1 bulan. Sedangkan imunisasi ketiga diberikan 5 bulan setelah imunisasi kedua. Pemberian imunisasi hepatitis B sebaiknya sedini mungkin yaitu saat bayi hendak pulang dari rumah bersalin.

Bagi orang dewasa sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk melihat kadar anti HBs. Anti HBs adalah antibodi terhadap antigen permukaan VHB (HBs-Ag). Dengan begitu dapat dinilai apakan tubuh telah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B atau tidak. Jika tubuh telah memiliki cukup kekebalan terhadap infeksi VHB maka imunisasi hepatitis B tidak diperliukan lagi. Namun pada kenyataannya pemeriksaan kadar anti-HBs lebih mahal daripada harga vaksin hepatitis B, dengan begitu bagi mereka yang beresiko tinggi tertular VHB imunisasi bisa langsung diberikan.

Imunisasi hepatitis B sangat dianjurkan untuk kelompok orang berikut:

  • Bayi baru lahir
  • Anak dan remaja yang belum mendapat imunisasi hepatitis B
  • Keluarga yang salah satu anggota keluarganya terinfeksi virus hepatitis B
  • Pekerja medis
  • Pekerja laboratorium
  • Penderita gangguan penyakit yang sering cuci darah atau mendapat transfusi darah.
  • Pekerja seks
  • Pengguna narkoba
  • Pecinta tato

Hepatitis C

Cara penularan virus ini hampir sama dengan penularan hepatitis B, tetapi pada kebanyakan orang adalah karena jarum suntik.

Pencegahan Hepatitis

Tips agar terhindar infeksi hepatitis:

  • Periksa kesterilan jarum yang digunakan untuk tindik telinga maupun bagian tubuh lain, tato, akupunktur, maupun elektrodialisis.
  • Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain
  • Hindari penggunaan bersama/ bergantian gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi, dan benda-benda lain yang mungkin kontak dengan darah.
  • Lakukan pemeriksaan berkala terhadap hepatitis B dan C jika Anda adalah orang-orang yang berisiko tinggi.
  • Hindari alkohol dan segala jenis makanan atau obat yang bersifat toksik terhadap hati.
  • Makanlah makanan sehat
  • Minumlah air yang banyak
  • Menjalankan pola makan sehat
  • Dapatkan vaksinasi untuk mencegah hepatitis A dan hepatitis B
  • Imunisasi hepatitis