Penyakit Difteri

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Penyakit Difteri

Difteri adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, dan lemas.

Masa inkubasi penyakit difteri ini 2–5 hari dengan perjalanan penyakit bersifat perlahan-lahan (insidious), masa penularan penderita 2-4 minggu sejak masa inkubasi, sedangkan masa penularan carier bisa sampai 6 bulan. Dimulai dari gejala yang tidak spesifik seperti demam, lesu, nafsu makan menurun sampai kemudian muncul gejala klinis yang khas diantaranya; cairan hidung bercampur darah (serosanguinus) dan kemudian mukopurulen cairan hidung kental bercampur nanah dan sesak nafas.

Dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat sangat fatal dan berujung pada kematian.

Pada penderita difteri tenggorokan akan terasa sakit disertai dengan demam dan tubuh akan melemah. Juga akan mengalami sesak napas karena saluran di tenggorokan terblokir oleh selaput tebal berwarna abu-abu. Ciri yang khusus pada difteri ialah terbentuknya lapisan yang khas selaput lendir pada saluran nafas, serta adanya kerusakan otot jantung dan saraf.

Semua golongan umur baik anak-anak maupun orang dewasa dapat tertular oleh penyakit ini. Namun anak usia kurang dari 5 tahun dan orang tua diatas 60 tahun sangat beresiko tertular penyakit Difteri.

Sebelum adanya vaksinasi, racun yang dihasilkan oleh kuman ini sering meyebabkan penyakit yang serius, bahkan dapat menimbulkan kematian. Tapi sejak vaksin difteri ditemukan dan imunisasi terhadap difteri digalakkan, jumlah kasus penyakit dan kematian akibat kuman difteri menurun drastis.

Penyakit difteri dibedakan menurut lokasi gejala yang dirasakan pasien:

  • Difteri hidung (nasal diphtheria)

    • Penderita menderita pilek dengan ingus yang bercampur darah. Prevalesi Difteri ini 2 % dari total kasus difteri. Bila tidak diobati akan berlangsung mingguan dan merupakan sumber utama penularan.
  • Difteri faring (pharingeal diphtheriae) dan tonsil

    • Memiliki gejala radang akut tenggorokan, demam sampai dengan 38,5 derajat celsius, nadi yang cepat, tampak lemah, nafas berbau, timbul pembengkakan kelenjar leher. Pada difteri jenis ini juga akan tampak membran berwarna putih keabu abuan kotor didaerah rongga mulut sampai dengan dinding belakang mulut (faring).
  • Difteri laring (laryngo trachealdiphtheriae)

    • Muncul gejala tidak bisa bersuara, sesak, nafas berbunyi, demam sangat tinggi sampai 40 derajatcelsius, sangat lemah, kulit tampak kebiruan, pembengkakan kelenjar leher. Merupakan jenis difteri yang paling berat karena bisa mengancam nyawa penderita akibat gagal nafas.
  • Difteri kutaneus (cutaneous diphtheriae) dan vaginal

    • Difteri kutaneus disertai gejala berupa luka mirip sariawan pada kulit dan vagina dengan pembentukan membran diatasnya. Namun tidak seperti sariawan yang sangat nyeri, pada difteri, luka yang terjadi cenderung tidak terasa apa-apa.

Penyebab Difteri

Penyebab penyakit difteri adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae, infeksi oleh kuman sifatnya tidak invasive, tetapi kuman dapat mengeluarkan toxin, yaitu exotoxin.

Gejala Difteri

Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2-5 hari setelah seseorang menjadi terinfeksi. Gejala diawali dengan nyeri tenggorokan ringan dan nyeri menelan. Pada anak tak jarang diikuti demam, mual, muntah, menggigil dan sakit kepala.Orang yang terinfeksi C. Diphtheria seringkali tidak merasakan sesuatu atau tidak ada tanda-tanda dan gejala sama sekal

Gejala Penyakit Difteri:

• Demam, suhu tubuh meningkat sampai 38,9 derjat Celcius • Batuk dan pilek yang ringan • Sulit bernapas atau napas cepat • Sakit dan pembengkakan pada tenggorokan • Mual, muntah, sakit kepala • Adanya pembentukan selaputmembran tebal di tenggorokan berwarna putih ke abu abuan kotor • Kaku leher • Suara serak • Nyeri saat menelan • Pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher

Penularan Difteri

Cara penularan

Sumber penularan penyakit difteri ini adalah manusia, baik sebagai penderita maupun sebagai carier. Cara penularannya yaitu:

  • Melalui kontak dengan penderita pada masa inkubasi atau kontak dengan carier
  • Melalui pernafasan atau droplet infection

Penularan juga bisa terjadi jika menyentuh luka orang yang sudah terinfeksi. Orang yang telah terinfeksi bakteri difteri dan belum diobati dapat menginfeksi orang nonimmunized selama enam minggu, bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala apapun.

##Faktor risiko Difteri

Orang-orang yang berada pada risiko tertular difteri meliputi

  • Anak-anak dan orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi terbaru
  • Orang yang hidup dalam kondisi tempat tingal penuh sesak atau tidak sehat
  • Orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan
  • Siapapun yang bepergian ke tempat atau daerah endemik difteri.

Komplikasi Difteri

Jika tidak diobati, difteri dapat menyebabkan:

  • Gangguan pernapasan

    • C. Diphtheriae dapat menghasilkan racun yang menginfeksi jaringan di daerah hidung dan tenggorokan. Infeksi tersebut menghasilkan membaran putih keabu-abuan (psedomembrane) terdiri dari membran sel-sel mati, bakteri dan zat lainnya. Membran ini dapat menghambat pernapasan.
  • Kerusakan saraf

    • Toksin juga dapat menyebabkan kerusakan saraf khususnya pada tenggorokan, di mana konduksi saraf yang buruk dapat menyebabkan kesulitan menelan. Bahkan saraf pada lengan dan kaki juga bisa meradang yang menyebabkan otot menjadi lemah. Jika racun ini merusak otot-otot kontrol yang digunakan untuk bernapas, maka otot-otot ini dapat menjadi lumpuh. Kalau sudah seperti itu, maka diperlukan alat bantu napas.
  • Kerusakan jantung

    • Toksin (racun) difteri dapat menyebar melalui aliran darah dan merusak jaringan lain dalam tubuh Anda, seperti otot jantung, sehingga menyebabkan komplikasi seperti radang pada otot jantung (miokarditis). Kerusakan jantung akibat miokarditis muncul sebagai kelainan ringan pada elektrokardiogram yang menyebabkan gagal jantung kongestif dan kematian mendadak.

Pencegahan Difteri

Penyakit difteri bisa dicegah dengan hal-hal berikut

  • Memberikan vaksin imunisasi DPT (Diphteria, Pertusis, Tetanus), vaksin DPT diberikan pada anak usia 2, 4 dan 6 bulan kemudian dilanjutkan kembali saat anak berusia 18 dan 24 bulan.
  • Mengindari kontak secara langsung dengan penderita difteri
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Tidak batuk dan bersin di sembarang tempat
  • Makan makanan bergizi dan berolaharaga yang rutin.

Artikel Terkait Penyakit Difteri: