Pembesaran Kelenjar Prostat/BPH

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Pembesaran Kelenjar Prostatbph

Kelenjar prostat merupakan bagian organ tubuh yang ada pada sistem reproduksi pria. Fungsi utama kelenjar prostat adalah untuk memproduksi semen (air mani) yang berisi nutrisi sekaligus alat transpor bagi sperma keluar dari tubuh. Terdapat tiga masalah medis yang biasa terjadi pada prostat yaitu pembesaran prostat, peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis), dan kanker prostat.

Pembesaran kelenjar prostat sering juga disebut BPH (Benign Prostatic HyperplasiaBenign Prostatic Hyperplasia/tumor prostat jinak) adalah pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. BPH merupakan suatu pembesaran prostat yang disebabkan bertambahnya struktur kelenjar dan jaringan ikat. Pembesaran prostat secara normal terjadi pada semua pria dewasa disebabkan oleh hormon. Hal ini sangat umum terjadi pada pria, dan hampir setengah dari semua pria dewasa, terutama di atas 50 tahun menimbulkan gejala.

Menurut beberapa referensi, sekitar 90 persen laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas mengalami gangguan berupa pembesaran kelenjar prostat. *Pembesaran prostat berbeda dengan kanker prostat. Pembesaran prostat mungkin tidak menimbulkan gejala, tetapi jika tumor ini terus berkembang, pada akhirnya akan mendesak uretra yang mengakibatkan rasa tidak nyaman pada penderita. Pembesaran prostat dapat menyebabkan gangguan saat kencing. Jika tidak diobati, maka akan menghambat aliran urin dari kandung kemih dan pada akhirnya menimbulkan masalah pada kandung kemih, saluran urin dan ginjal. BPH adalah tumor jinak pada pria yang paling sering ditemukan.

Pembesaran prostat terjadi karena ketidakseimbangan hormonal pada usia lewat dewasa. Sebanyak 70% pria berusia 70 menderita keluhan prostat. Pertambahan usia dan penurunan fungsi penguraian bisa menyebabkan peningkatan hormon tersebut, sehingga ukuran kelenjar prostat akan terus bertambah.

Angka kejadian (prevalensi) kasus pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH) di Indonesia sekitar 20% terjadi pada pria berusia 41-50 tahun. Prevalensi itu meningkat hingga 50% pada pria 51-60 tahun dan bertambah lagi hingga 90% pada pria di atas 80 tahun.

Gejala Pembesaran Kelenjar Prostat/BPH

Pembesaran kelenjar prostat yang dialami penderita bervariasi tergantung tingkat keparahan masing-masing. Pada tahap awal, gangguan prostat ditandai dengan rasa nyeri di bagian bawah perut terutam bila menahan kencing. Rasa sakit ini sampai menyebabkan keluarnya keringat dingin. Terkadang penderita BPH tidak merasakan gejala apapun, tetapi jika pembesaran ini terus berkembang akhirnya akan mendesak uretra/saluran kencing luar yang mengakibatkan rasa tidak nyaman.

Berikut ini beberapa gejala Pembesaran prostat yang mungkin dirasakan penderita:

  • Pancaran saat kencing lemah
  • Aliran kencing terputus-putus
  • Tidak lampias saat berkemih
  • Inkontinensia (beser)
  • Kencing tidak tuntas
  • Mengejan saat kencing
  • Infeksi saluran kemih
  • Rasa ingin kencing lagi sesudah kencing
  • Keluarnya sisa kencing selama beberapa detik pada akhir kencing
  • Sering kencing saat malam hari
  • Rasa sakit waktu kencing
  • Pembentukan batu dalam kandung kemih
  • Fungsi ginjal berkurang.

Penyebab Pembesaran Kelenjar Prostat/BPH

Sampai sekarang dokter tidak tahu apa yang menyebabkan prostat membesar, tetapi beberapa penelitian mengungkapkan bahwa terjadinya penyakit ini adalah pengaruh hormon testosteron yang diubah menjadi dehidrotestosteron di sel prostat. Faktor keturunan dan Faktor penuaan,dimana prostat mengalami pembesaran memanjang keatas kedalam kandung kemih dan menyumbat aliran urin dengan cara menutupi orifisium uretra juga bisa menjadi penyebabnya.

Fakto resiko Pembesaran Kelenjar Prostat/BPH

Faktor risiko terjadinya gangguan pembesaran kelenjar prostat antara lain:

  • Usia
    • Pria di bawah 40 tahun sangat jarang menderita pembesaran prostat. Pada usia 55 tahun 1 dari 4 pria memiliki gejala pembesaran prostat, dan pada saat usia mencapai 75 tahun, setengah pria mengalami masalah prostat.
  • Genetik
    • Memiliki hubungan darah dengan penderita pembesaran prostat, maka risiko juga bertambah besar.
  • Wilayah
    • Dari penelitian ditemukan bahwa pembesaran prostat lebih sering terjadi di wilayah Amerika dan Australia. Penderita di daerah Asia seperti Cina, India dan Jepang lebih sedikit jumlahnya.

Pencegahan Pembesaran Kelenjar Prostat/BPH

Untuk menghindari gangguan prostat harus dilakukan beberapa hal, diantaranya:

  • Hindari stres
  • Menjalankan pola hidup sehat
  • Jangan menunda buang air kecil
  • Hindari alkohol dan kafein
  • Jangan banyak minum sekaligus dan hindari minum air 2 jam sebelum tidur
  • Berolahraga secara teratur
  • Lakukan latihan Kegel (latihan penguatan otot panggul)
  • Hindari mengkonsumsi obat bebas dan obat sinus yang mengandung dekongestan atau antihistamin karena dapat meningkatkan gejala BPH.
  • Cukupi kebutuhan lemak esensial
    • Asam lemak omega 3, dan mineral seng dapat mengurangi gejala gangguan prostat. Makanan yang kaya akan katekin terutama epigalokatekin galat (epigallocatechinsgallate),selenium, sulforafan, dan vitamin C mendorong kemampuan sistem kekebalan tubuh dan menghilangkan racun pencetus kanker (karsinogenik). Tidak hanya itu, zat-zat tersebut juga meningkatkan pembentukan enzim penumpas sel tumor dan kanker, termasuk kanker prostat.
    • Seringlah mengonsumsi kubis-kubisan
    • Beberapa hasil penelitian menyebutkan, pria yang sering mengonsumsi kubis-kubisan kurang berisiko mendapatkan gangguan prostat.

Artikel Terkait Pembesaran Kelenjar Prostat/BPH: