Paru-paru Perokok Aman untuk Cangkok Dengan Syarat

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Paru Paru Perokok Aman Untuk Cangkok Dengan Syarat

Baru-baru ini tim peneliti dari AS menyatakan bahwa paru-paru dari perokok yang sanggup menghabiskan 20 rokok dalam sehari dianggap aman untuk ditransplantasi. Bahkan peneliti mengklaim temuan ini dapat membantu mengatasi masalah kekurangan stok organ donor di AS dan Inggris.

Bukan tanpa sebab tim peneliti mengatakan hal tersebut. Sebab setelah menganalisis data dari 6.000 pasien yang dua kali menerima cangkok paru-paru antara tahun 2005-2010, peneliti menemukan bahwa pasien yang menerima cangkok paru-paru dari perokok berat memiliki tingkat keberlangsungan hidup jangka pendek dan jangka sedang yang sama dengan pasien yang menerima organ dari pendonor bukan perokok.

Begitu juga dengan fungsi paru-paru pasien pasca transplantasi. Ketika menggunakan paru-paru donor dari perokok berat, fungsi paru-parunya tidak bertambah buruk seperti yang ditakutkan selama ini, bahkan resipien juga tidak mengalami kecenderungan lebih besar untuk menderita kanker.

Temuan kami mendorong agar kriteria transplantasi paru-paru direvisi sehingga dapat memasukkan organ dari donor yang memiliki riwayat perokok berat. Hal ini dapat membantu mengurangi kurangnya donor paru-paru, panjangnya daftar tunggu cangkok serta kematian yang membayangi pasien penyakit paru-paru.

Organ dari perokok berat hanya dapat diterima oleh para dokter bedah dalam situasi tertentu saja. Misalnya seorang dokter bedah dapat memilih organ dari donor yang sehat dan paru-parunya berfungsi dengan baik meski si pendonor adalah perokok berat. Atau paru-parunya hanya memiliki sedikit kekurangan dari donor ideal untuk ditransplantasikan pada pasien yang kondisinya sudah kronis.

Selain itu, paru-paru dari donor perokok berat juga perlu dievaluasi secermat mungkin dengan menggunakan CT scan. Sebagai bentuk antisipasi, tim dokter juga harus memberitahukan pada calon resipien atau resipien yang potensial tentang tingginya risiko kanker paru-paru akibat penggunaan donor dari perokok berat.