Paru Paru Basah

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Paru Paru Basah

*Penyakit paru-paru basah juga dikenal dengan istilah Pneumonia yang merupakan penyakit infeksi atau peradangan yang menyerang paru-paru disebabkan yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Bakteri yang umum adalah Streptococcus pneumoniae Staphylococcus aureus,Klebsiella sp, dan pseudomonas sp. Anda juga bisa mendapatkan paru-paru basah secara tidak sengaja dengan menghirup cairan atau bahan kimia. Kebanyakan orang memiliki peningkatan risiko paru-paru basah pada usia lebih dari 65 tahun atau anak dibawah 2 tahun, atau bila memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

Paru-paru basah dalam ilmu kedokteran disebut **Pheumonia yang artinya infeksi*atau peradangan yang terjadi pada paru-paru disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Penyakit ini sering timbul setelah adanya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti pilek. Sebagian besar gejala bronchitis akut seperti sakit di dada, sesak napas, dll biasanya bertahan hingga 2 minggu, namun batuknya bisa terus bertahan hingga 8 minggu pada kasus tertentu.

Seseorang yang menderita paru-paru basah, kantong-kantong udara dalam paru (alveoli) dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen akan berkurang. Nanah dan cairan yang memenuhi paru-paru bisa mengurangi oksigen di sel-sel tubuh dan tak bisa bekerja lagi. Akibatnya, selain penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, penderita juga bisa meninggal. Pneumonia muncul karena kuman penyakit terhirup hidung dan mulut. Jika lingkungan di sekitar ada orang atau anak yang terinfeksi, maka risiko tertular sangat besar, apalagi jika daya tahan tubuh sedang tidak baik.

**Ciri-ciri Paru-paru Basah*yang paling umum adalah batuk yang tidak berhenti. Sebab batuk merupakan indikasi adanya infeksi baik ditenggorokan maupun di paru-paru. Apabila ciri-ciri paru-paru basah sudah timbul dan dibiarkan, maka penyakit paru-paru basah bisa bertambah parah dan kronis.

Proses terjadinya paru-paru basah **yaitu akibat radang paru-paruyang menembus pleura dan menimbulkan cairan, cairan tersebut bukanlah lendir dari seluran pernafasan atas yang turun kebawah, melainkan akibat adanya peradangan. Selain akibat TBC, cairan di paru-paru bisa muncul bila terkena tumor, bronkhitis, bahkan permasalahan di luar paru seperti demam berdarah, kekurangan albumin, dll.

Meski kasus pneumonia akibat bakteri tidak terlalu banyak, jenis ini cenderung menimbulkan infeksi lebih berat daripada yang disebabkan oleh nonbakteri. Virus sinsitial pernapasan (respiratory syncitial virus atau RSV), painfluenzae, influenzae, dan adenovirus merupakan yang paling kerap menyebabkan pneumonia. Umumnya infeksi virus saluran pernapasan bawah berlangsung selama musim dingin atau hujan. Dan RSV yang paling umum menjadi penyebab pneumonia, terutama pada bayi.

Paru-paru basah merupakan istilah di masyarakat yang sering digunakan dokter/petugas medis untuk menunjukkan kelainan pada rongga paru-paru yang terisi cairan paru-paru. Proses yang sebenarnya terjadi adalah proses peradangan. Kenapa disebut basah, karena memang paru-paru terisi cairan radang.

  • Penyebab cairan tersebut bisa macam-macam, misalnya :
  • Infeksi (TB paru, pneumonia, dll)
  • Tumor paru (baik yang asalnya dari paru-paru maupun proses penjalaran dari tumor di tempat lain)
  • Trauma (misal hantaman benda tumpul di rongga dada, dll)

Meskipun sebagian besar orang-orang yang terinfeksi penyakit paru paru basah sembuh, kira-kira 5% diantaranya memiliki prognosis buruk yang dapat berujung pada kematian. Paru-paru basah adalah penyebab utama kematian keenam di Amerika Serikat.

Penyebab Paru-paru basah

Penyakit paru-paru basah ini disebabkan oleh sekitar 30 macam sumber infeksi.Penyebab utamanya adalah bakteri, virus, mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia, dan partikel. Virus sinsitial pernapasan (respiratory syncitial virus atau RSV), painfluenzae, influenzae, dan adenovirus merupakan yang paling kerap menyebabkan pneumonia.

Penyebab paru-paru basah:

  • Beberapa jenis virus, diantaranya: Respiratory Syncytial Virus (RSV), Adenovirus, Influenza dan Parainfluenza
  • Bakteri, pada kasus yang jarang ditemui
  • Polutan (bahan kimia yang terkandung dalam udara)

Gejala Paru-paru basah

Kebanyakan orang yang mengalami gejala paru paru basah yang membuat mereka pilek yang kemudian diikuti dengan demam tinggi, menggigil, dan batuk dengan produksi dahak. Dahak biasanya berubah warna dan kadang-kadang berdarah. Ketika infeksi mengendap di saluran udara, batuk dan dahak cenderung mendominasi gejala. Dalam beberapa kasus paru paru basah, jaringan spons dari paru-paru yang mengandung kantung udara lebih terlibat. Dalam hal ini, oksigenasi dari darah dapat terganggu, yang menyebabkan paru-paru menjadi kaku sehingga menyebabkan sesak napas. Hal ini dapat menyebabkan penderita berubah warna kulitnya menjadi kehitaman atau keunguan (kondisi yang dikenal sebagai “sianosis”) karena darah mereka yang kurang oksigen.

Nyeri dada pada penyakit paru-paru basah mungkin berkembang jika aspek-aspek luar dari paru-paru dekat dengan pleura (rongga pada paru-paru). Nyeri ini biasanya tajam dan memburuk ketika mengambil napas dalam-dalam dan dikenal sebagai nyeri pleuritik atau pleuritis. Dalam kasus lain, gejala paru-paru basah tergantung pada organisme kausatif, ada yang dapat menjadikan onset gejala lambat dan lain sebagainya.

Gejala penyakit paru-paru basah antara lain:

  • Demam
  • Mata berair
  • Rasa lelah
  • Sesak nafas
  • Dada terasa sakit saat batuk
  • Sakit kepala ringan
  • Sakit-sakit pada badan
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk yang berlendir
  • Batuk yang berkepanjangan
  • Berkurangnya berat badan
  • Nafsu makan berkurang
  • Batuk berdahak (pada hari-hari pertama mungkin batuk kering)
  • Telapak tangan dan kaki terasa dingin dan sering basah (keluar keringat)

Faktor resiko Paru-paru basah

Faktor-faktor risiko terkena Penyakit paru-paru basah/pneumonia, antara lain: - infeksi saluran pernapasan atau (ISPA) - usia lanjut - alkoholi - rokok - kekurangan nutrisi - penyakit kronis menahun

Pencegahan Paru-paru basah

  • Makanlah dengan gizi seimbang
  • Olahraga
  • Berhentih merokok
  • Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal
  • Mengusahakan sirkulasi udara yang baik
  • Hindari rokok dan penderita batuk
  • Lakukan imunisasi, terutama untuk anak. Vaksin Hb sudah banyak dipakai untuk menangkal pneumonia, selain meningitis. Vaksin ini untuk menangkal serangan bakteri Haemophyllus influenzae tipe B yang bisa menyebabkan kedua jenis penyakit itu.