Mengenal Penyakit Vertigo

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Mengenal Penyakit Vertigo 2

Vertigo adalah gangguan keseimbangan disertai gejala pusing yang khas, berputar-putar. Frekuensi vertigo yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengalami vertigo beberapa saat saja. Ada pula yang merasakan selama berjam-jam. Bahkan, ada pula vertigo yang berlangsung sampai seminggu. Penyakit vertigo dibedakan menjadi penyakit vertigo subyektif dan penyakit vertigo obyektif. Vertigo subyektif adalah bila yang terasa berputar adalah diri sendiri. Sedangkan vertigo obyektif adalah bila yang terasa berputar adalah lingkungan sekitarnya.

Serangan vertigo ringan umumnya bisa dihilangkan dengan beristirahat sejenak. Vertigo menjadi berbahaya jika gejalanya parah. Karena menghilangkan keseimbangan, vertigo berat dapat melumpuhkan penderitanya sehingga terjatuh.

Bagi penderita lanjut usia (lansia) vertigo bisa menyebabkan komplikasi serius pada tubuh, Selain itu, secara psikologis, vertigo juga membuat penderitanya mengalami depresi. Untuk menghilangkan vertigo, penderita biasanya mengonsumsi obat anti vertigo yang dijual bebas di pasaran. Namun, para ahli medis sebenarnya tidak merekomendasikan cara ini. Soalnya, obat tersebut hanya menghilangkan gejala, bukan membasmi penyebab vertigo.

Secara garis besar, vertigo ada dua macam, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral. Pembagian ini dimaksudkan untuk memberikan penatalaksanaan atau terapi yang tepat.

  • Vertigo Perifer

    • Vertigo perifer (peripheral vertigo) disebabkan oleh disfungsi struktur perifer hingga ke batang otak (brain stem). Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan vertigo perifer antara lain:
      • Benign paroxysmal positional vertigo
      • Drug-induced vertigo (vertigo yang disebabkan oleh obat)
      • Labyrinthitis
      • Ménière’s disease
      • Vestibular neuritis
  • Vertigo Sentral

    • Vertigo sentral (central vertigo) melibatkan proses penyakit yang memengaruhi batang otak (brain stem) atau cerebellum. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan vertigo sentral antara lain:
      • Acoustic schwannomas atau meningiomas
      • Cerebellar pontine angle tumors
      • Cerebellar infarction
      • Cerebellar hemorrhage
      • Vertebrobasilar insufficiency

Beberapa hal yang membedakan vertigo perifer dengan vertigo sentral:

  • Vertigo perifer beronset akut (waktunya singkat atau serangannya cepat terjadi), sedangkan vertigo sentral beronset kronis atau perlahan (gradual). Dengan kata lain, durasi gejala pada vertigo perifer terjadi dalam hitungan menit, harian, mingguan, namun berulang (recurrent).
  • Penyebab umum vertigo perifer adalah infeksi (labyrinthitis), menieres, neuronitis, iskemia, trauma, toksin. Penyebab umum vertigo sentral adalah vaskuler, demyelinating, neoplasma.
  • Intensitas vertigo perifer sedang hingga berat, sedangkan vertigo sentral ringan hingga sedang.
  • Mual (nausea) dan muntah (vomiting) umumnya terjadi pada vertigo perifer dan jarang terjadi pada vertigo sentral.
  • Vertigo perifer umumnya berhubungan dengan posisi (positionally related), sedangkan vertigo sentral jarang berhubungan dengan posisi.
  • Kehilangan pendengaran (hearing loss) hingga ketulian (deafness) umumnya terjadi pada vertigo perifer dan jarang terjadi pada vertigo sentral.
  • Tinnitus (telinga berdenging) seringkali menyertai vertigo perifer. Pada vertigo sentral, biasanya tidak disertai tinnitus.
  • Pada vertigo perifer tidak ada defisit neurologis. Defisit neurologis (neurologic deficits) umumnya terjadi pada vertigo sentral.
  • Sifat nystagmus pada vertigo perifer adalah fatigable, berputar (rotary) atau horisontal, dan dihambat oleh fiksasi okuler, sedangkan sifat nystagmus pada vertigo sentral adalah nonfatigable, banyak arah (multidirectional), tidak dihambat oleh fiksasi okuler.

Penyebab Penyakit Vertigo

Vertigo dapat menjadi tanda atau gejala dari suatu penyakit tertentu seperti  stroke dan tumor. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, sekitar 10 persen pasien stroke mengaku mengalami gejala awal pusing berputar (vertigo). Pada dasarnya, penyakit vertigo ini disebabkan karena gangguan keseimbangan telinga bagian dalam (vestibular) atau bisa juga gangguan keseimbangan pada otak. Pada kondisi umum, vertigo yang disebabkan oleh ilusi gerakan yang disebabkan oleh gerakan kepala secara mendadak ataupun gerakan kepala ke arah tertentu termasuk sebagai vertigo ringan dan biasanya dapat diatasi.

Penyebab lain dari penyakit vertigo ini adalah peradangan pada telinga bagian dalam (labirinitis). Ini ditandai dengan vertigo tiba-tiba dan seringnya diikuti dengan kehilangan pendengaran. Penyebab palng besar pada penyakit vertigo ini adalah infeksi viral atau bakteri. Namun harus diakui bahwa beberapa jenis penyakit lain juga bisa mengakibatkan vertigo, seperti pendarahan di otak, cedera kepala, serta migrain.

*Berikut adalah beberapa penyebab vertigo:

  • Kelainan pada syaraf
    • Adanya gangguan penglihatan
    • Infeksi bakteri pada telinga
    • Tekanan emosional atau stress
    • Infeksi virus seperti common cold atau influenza yang menyerang area labirin
    • Alkohol dan obat-obatan tertentu
    • Radang pada leher
    • Mabuk kendaraan
    • Kekurangan asupan oksigen ke otak
    • Unsur penuaan
    • keadaan lingkungan
    • Gangguan sistem vestibular sentral yang meliputi migrain, trauma kepala, tumor, multiple sclerosis, dan stroke. Migren sebenarnya merupakan jenis sakit kepala tetapi sering mempengaruhi penglihatan juga. Vertigo yang disebabkan migren bisa berlangsung beberapa menit hingga beberapa hari.

Gejala Penyakit Vertigo

  • Gejala-gejala vertigo meliputi:
    • Pusing
    • Kepala terasa ringan
    • Rasa terapung, terayun
    • Mual
    • Keringat dingin
    • Pucat
    • Muntah
    • Sempoyongan waktu berdiri atau berjalan
    • Nistagmus
      • Gejala-gejala di atas dapat diperhebat dengan berubahnya posisi kepala.

Tips ketika gejala vertigo menyerang:

  • Tarik napas dalam-dalam, pejamkan mata, dan segeralah berusaha mencari posisi yang memungkinkan Anda berbaring. Jika tidak memungkinkan, maka segeralah duduk.
  • Pastikan Anda dalam posisi aman (berpegangan tangan). Tunggu beberapa menit untuk memastikan apakah serangan vertigo berkurang, atau tidak.
  • Jika Anda merasa mual dan ingin muntah, maka segeralah mencari bantuan orang-orang di dekat Anda untuk membantu Anda ke toilet. Pada beberapa kasus, setelah muntah keluhan vertigo ini menjadi berkurang.
  • Ketika bisa berbaring, pertahankan posisi tersebut sampai serangan vertigo berkurang, atau hilang.
  • Buka mata pelan-pelan, lalu coba miringkan badan, atau kepala ke kiri dan ke kanan. Jika dengan manuver ini serangan vertigo ternyata datang kembali, maka itu berarti Anda harus segera memejamkan mata, atau kembali ke posisi semula.
  • Bila karena proses perifera vertigo cepat berkurang, maka segeralah konsultasi ke dokter syaraf.
  • Kalau di rumah Anda tersedia obat antivertigo, maka Anda bisa mengonsumsi obat tersebut. Demikian pula jika di rumah Anda tersedia obat anti muntah, maka Anda bisa mengkomsinya.

Pencegahan Penyakit Vertigo

 - Langkah-langkah berikut ini dapat meringankan atau mencegah gejala vertigo:
 - Tidurlah dengan posisi kepala yang agak tinggi
 - Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum kita berdiri dari tempat tidur
 - Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang
 - Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian
 - Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi – mendongak.
 - Memperhatikan posisi tidur dengan kepala agak tinggi, jangan langsung bergerak saat bangun tidur
 - Perhatikan pergerakan leher
 - olahraga
 - hindari stres.