Mengenal Penyakit Parkinson

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Mengenal Penyakit Parkinson

Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat (neurodegenerative)yang bersifat progressive, ditandai dengan ketidakteraturan pergerakan (movement disorder,tremor pada saat istirahat, gangguan keseimbangan, kesulitan pada saat memulai pergerakan,kekakuan otot dan gerak gerik menjadi lambat (bradykinesia). Penyakit Parkinson merupakan penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada otak, yaitu pada sistem saraf pusat otak manusia mengalami kemunduran.

Pada beberapa kasus, Parkinson merupakan komplikasi yang sangat lanjut dari ensefalitis karena virus (suatu infeksi yang menyebabkan peradangan otak). Kasus lainnya terjadi jika penyakit degeneratif lainnya, obat-obatan atau racun mempengaruhi atau menghalangi kerja dopamin di dalam otak. Tampaknya faktor genetik tidak memegang peran utama, meskipun penyakit ini cenderung diturunkan.

Adapun usia yang rentan terserang parkinson adalah 60 tahun meskipun 1 dari 20 kasus menyerang pasien usia 40. Prevelensi penyakit parkinson di dunia mencapai sekitar 6,3 juta. Sebanyak 1,6 per 100 orang di atas 65 tahun dan 1 per 50 orang di atas 80 tahun terserang parkinson. Penyakit ini bersifat progresif, artinya gejala dan tanda tersebut akan bertambah buruk. Walaupun dalam jangka waktu yang lama dan bertahap.

Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran sehingga pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih sedikit. Penyebab dari kemunduran sel saraf dan berkurangnya dopamin biasanya tidak diketahui.

Penderita penyakit Parkinson mengayunkan lengannya secara tak simetris saat berjalan,yaitu salah satu lengannya kurang terayun dibandingkan lengan lainnya. Gerakan yang tidak biasa ini mudah dideteksi sejak dini ketika obat-obatan dan terapi lainnya masih dapat membantu memperlambat penyakit.

Penyakit parkinson ada 2 macam, penyakit parkinson primer dan penyakit Parkinson sekunder. Penyakit parkinson primer terjadi karena produksi dopamine rendah yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan penyakit parkinson sekunder disebabkan faktor dari luar.

*Penyakit parkinson merupakan penyebab utama dari Parkinsonism yang kronis dan progresif, yaitu suatu sindroma yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia dan gangguan postural akibat penurunan kadar dopamin dengan berbagai macam sebab. Penyakit parkinson juga dikenal dengan nama Parkinsonism primer atau Penyakit Parkinson idiopatik. Untuk parkinsonism sekunder biasanya karena keracunan, diantaranya keracunan obat-obatan, trauma kapitis atau gangguan medis lainnya.

Penyebab Penyakit Parkinson

Penyakit parkinson terjadi ketika sel saraf atau neuron di dalam otak yang disebut substantia nigra mati atau menjadi lemah. Secara normal sel ini menghasilkan bahan kimia yang penting di dalam otak yang disebut dopamin. Dopamin adalah suatu bahan kimia yang dapat menghantarkan sinyal-sinyal listrik diantara substantia nigra dan di sepanjang jalur sel saraf yang akan membantu menghasilkan gerakan tubuh yang halus.

Ketika kira-kira 80 persen sel yang memproduksi dopamine rusak, gejala penyakit parkinson akan tampak. Kerusakan sel penghasil dopamin dipicu oleh karena degenerasi akibat usia, trauma, atau toksin.

Kebanyakan orang yang menderita Parkinson Disease (PD) tidak diketahui penyebab pastinya (idiopatik). Namun ada juga hal lainnya yang diperkirakan menyebabkan PD seperti genetic, toksin, trauma kepala, anoksia serebral, dan Parkinson yang disebabkan oleh obat-obatan.

Beberapa faktor risiko (multifaktorial) yang telah dikenal pasti dan mungkin menjadi penyebab penyakit parkinson yakni:

  • Cedera kranio serebral, meski peranannya masih belum jelas
  • Tekanan emosional, yang juga dipercayai menjadi faktor risiko
  • Usia, karena Penyakit Parkinson umumnya dijumpai pada usia lanjut dan jarang timbul pada usia di bawah 30 tahun
  • Ras, di mana orang kulit putih lebih sering mendapat penyakit Parkinson daripada orang Asia dan Afrika
  • Genetik, factor genetik amat penting dengan penemuan pelbagai kecacatan pada gen tertentu yang terdapat pada penderita Penyakit Parkinson, khususnya penderita Parkinson pada usia muda.
  • Toksin (seperti 1-methyl-4-phenyl-1,2,3,6-trihidroxypyridine (MPTP), CO, Mn, Mg, CS2, methanol, etanol dan sianida), penggunaan herbisida dan pestisida.

Gejala Penyakit Parkinson

Pada masing-masing pasien, gejala klinis mungkin tidak sama dan progresivitas penyakit juga berbeda.

Penyakit parkinson secara klasik ditandai oleh 4 gejala utama yang disingkat dengan TRAP yaitu:

« T: Tremor (tremor muncul pada saat istirahat)

Tremor pada Parkinson sering muncul pada tangan, dimulai dari satu sisi, saat pasien istirahat dan menghilang bila pasien menggerakkan tangan tersebut. Gerakannya seperti menghitung uang logam, atau dikenal dengan istilah pill-rolling. Tidak setiap tremor adalah gejala Parkinson. Tremor pada pasien Parkinson berbeda dengan tremor yang sering muncul pada orang tua, dimana tremor pada orang tua sering muncul ketika tangan digerakkan dan menghilang saat tangan beristirahat/diam.

« R: Rigiditas (kekakuan)

Pada pasien Parkinson akan muncul kekakuan pada otot anggota gerak akibat peningkatan tonus otot dimana ketika digerakkan secara pasif maka akan menunjukkan tahanan seperti fenomena roda bergigi.

« A: Akinesia/ Bradikinesia (gerakan yang lambat)

Akinesia atau bradikinesia merupakan hallmark penyakit Parkinson berupa melambatnya reaksi dan gerakan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Gambaran lain bradikinesia dapat berupa nada bicara yang monoton, berkurangnya ekspresi wajah atau sering digambarkan sebagai wajah topeng, dan berkurangnya ayunan lengan ketika berjalan. Pasien akan mengeluh kesulitan untuk memasang kancing baju. Salah satu tanda yang juga sering dikeluhkan pasien Parkinson adalah tulisannya menjadi lebih kecil dari biasanya.

« P: Postural Instability (ketidakseimbangan postural).

Pasien Parkinson memiliki postur tertentu dan mudah jatuh. Gaya berjalan dengan langkah kecil-kecil, badan agak membungkuk, kepala sedikit menunduk, dan ayunan tangan berkurang. Pasien akan kesulitan untuk menghentikan langkahnya secara tiba-tiba.

Banyak penelitian menyebutkan gejala non-motorik pada pasien Parkinson muncul jauh sebelum gejala motorik disadari. Namun gejala non-motorik ini sering diabaikan dan luput dari perhatian.

*Adapun gejala non-motorik Parkinson antara lain:

  • berkurangnya indera penciuman
  • kelelahan
  • sulit buang air besar dan berkemih
  • nyeri pada leher
  • gangguan mood atau perubahan suasana hati
  • gangguan tidur
  • berkurangnya daya ingat
  • berkeringat secara berlebih
  • kelainan tingkah laku, pemikiran dan sensasi (gejala non motorik)
  • Penderita akan mengalami ganguan keseimbangan tubuh; Sering tersedak (kesulitan menelan)

Pencegahan Penyakit Parkinson

  • Melakukan perubahan gaya hidup bisa meringnakan dan mencegah penyakit parkinson
  • Menghindari lemak hewani
    • Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penyakit Parkinson lebih umum terjadi pada orang yang makan lemak hewani dan lemak jenuh dalam tingkat tinggi.
  • Menghindari produk susu
    • Sebuah studi besar (disebut Health Professionals Follow-Up Study) menemukan risiko lebih tinggi untuk penyakit Parkinson pada pria yang mengasup produk susu dalam jumlah yang tinggi.
  • Menghindari trauma otak dengan menghindari benturan yang keras
  • Menghindari kontak langsung dengan pestisida
    • Diet rendah-protein pada siang hari dapat membantu karena protein dapat menurunkan ketersediaan levodopa ke otak.
  • Menjaga berat badan yang sehat
    • Melakukan aktifitas seni bagi penderita parkinson dapat mengeksplorasi kemampuan mereka, beberapa perubahan gaya hidup untuk mencegah dan mengatasi gejala-gejala di atas.
  • Makan makanan bergizi
  • Berolahraga rutin
    • tapi jangan berlebihan hingga melewati batas kemampuan tubuh; Usahakan mengistirahatkan tubuh
  • Mengikuti terapi fisik, terapi bicara, dan terapi okupasi
  • Tingkatkan konsumsi sayuran dan buah yang mengandung antioksidan
    • seperti brokoli, raspberry, blueberry, kiwi, dan sayuran serta buah-buahan lainnya.

Artikel Terkait Mengenal Penyakit Parkinson: