Mengenal Penyakit Difteri

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Mengenal Penyakit Difteri

Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae, terutama mempengaruhi tenggorokan dan hidung. Penyakit ini dominan menyerang anak-anak, biasanya bagian tubuh yang diserang adalah tonsil, faring hingga laring yang merupakan saluran pernafasan bagian atas.

Ciri khas dari penyakit ini ialah pembekakan di daerah tenggorokan, yang berupa reaksi radang lokal, dimana pembuluh-pembuluh darah melebar mengeluarkan sel darah putih sedang sel-sel epitel disitu rusak, lalu terbentuklah disitu membaran putih keabu-abuan (psedomembrane).

Penularan Difteri terutama melalui saluran napas dengan gejala bervariasi dari asimtomatis (peradangan) sampai gejala berat yang ditandai dengan penyempitan jalan nafas atau adanya komplikasi miokarditis (peradangan otot jantung) yang bisa menyebabkan complete heart block, neuritis; paralisis palatum molle, paralisis okular, paralisis diafragma, atau paralisis ekstremitas.

Difteri hidung biasanya ringan dan kronis dengan satu rongga hidung tersumbat dan terjadi ekskorisasi (ledes). Infeksi subklinis (atau kolonisasi) merupakan kasus terbanyak. Toksin dapat menyebabkan myocarditis dengan heart block dan kegagalan jantung kongestif yang progresif, timbul satu minggu setelah gejala klinis difteri.

Penyebab penyakit difteri adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae, infeksi oleh kuman sifatnya tidak invasive, tetapi kuman dapat mengeluarkan toxin, yaitu exotoxin. Toxin difteri ini mempunyai efek patoligik meyebabkan orang jadi sakit.

Bakteri C.diphtheriae dapat menyebar melalui:

  • Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, mereka akan melepaskan uap air yang terkontaminasi dan memungkinkan orang di sekitarnya terpapar bakteri tersebut.
  • Penularan difteri bisa berasal dari barang-barang pribadi seperti gelas yang belum dicuci.
  • Dalam kasus yang jarang, difteri menyebar melalui barang-barang rumah tangga yang biasanya dipakai secara bersamaan, seperti handuk atau mainan.

Komplikasi yang bisa terjadi akibat penyakit difteri antara lain; kerusakan jantung yang bisa berlanjut menjadi gagal jantung, kerusakan sistem saraf berupa kelumpuhan saraf penyebab gerakan tak terkoordinasi. Kerusakan saraf bahkan bisa berakibat kelumpuhan, dan kerusakan ginjal.

Penyakit difteri menyebabkan gejala-gejala seperti panas, sesak nafas, nyeri menelan pada tenggorokan, leher bengkak (bullneck), serta adanya selaput warna putih keabu-abuan di tenggorokan yang bisa menyumbat jalan nafas.

Difteri merupakan jenis penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Berikanlah imunisasi pada bayi umur dua bulan, biasanya imunisasi ini berbarengan dengan imunisasi polio, hepatitis B. Sedangkan imunisasi Difteri tergabung dalam Imunisasi D P T atau Difteri, Pertusis dan Tetanus. Untuk bayi umur sembilan bulan dilengkapi dengan imunisasi Campak (Morbili). Jenis imunisasi ini termasuk dalam Lima Imunisasi Dasar Lengkap.

Artikel Terkait Mengenal Penyakit Difteri: