Mengenal Patah Tulang

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Mengenal Patah Tulang

Tulang merupakan pembentuk dan penopang tubuh manusia. Tulang mampu menahan beban sebesar 3600 pon, sekitar 1,8 ton. Tulang dapat menyangga dan menopang tubuh dengan baik karena dalam tulang terkandung kolagen. Kolagen merupakan suatu protein yang di dalamnya berisi kalsium fosfat dan beberapa mineral yang membuat tulang sangat keras namun memiliki elastisitas dan dapat menyangga tubuh.

Setiap orang ingin memiliki tulang yang kuat agar terhindari dari berbagai masalah atau penyakit. Mengalami patah tulang sekali saja bisa membuat seseorang menderita. Fraktur atau patah tulang mengacu pada setiap jenis tulang, dan kadang-kadang tulang rawan. Tidak semua patah tulang disebabkan oleh trauma atau kecelakaan, seperti pasien dengan osteoporosis mungkin memiliki tulang lemah sehingga dapat patah dengan tekanan minimum.

Pada dasarnya tulang itu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan. Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah. Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti kecelakan mobil, olah raga atau karena jatuh. Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang.

Tulang dibagi dua bagian yakni: - Cortical yaitu bagian yang kuat dan padat yang terletak pada bagian luar tulang. - Trabecular yaitu bagian berongga yang membentuk struktur tulang, bagian inilah yang memperkuat tulang.

Secara umum, patah tulang merupakan terpisahnya bagian tulang yang satu dengan bagian tulang yang lain, yang sebelumnya adalah kesatuan. Gejala yang biasanya terjadi adalah rasa nyeri ringan yang terlokalisir pada bagian yang patah dan akan semakin memberat jika digerakkan selain itu, juga bisa terjadi bengkak di sekitar bagian yang cedera, memar, luka lecet, pendarahan sampai tidak mampu menggerakkan anggota badan yang seharusnya digerakkan oleh tulang yang patah tersebut.

Tindakan lain yang bisa menjaga agar tulang tetap kuat ialah olahraga. Tulang bisa beradaptasi dengan tekanan yang mengenai tulang setiap hari. Sehingga jika berolahraga secara rutin dan aktif secara fisik, tulang bisa menjadi lebih kuat. Jika seorang perempuan sudah berusia 30 tahun, maka tulangnya secara alamiah akan mulai menipis. Tulang yang ada akan lebih cepat daripada tulang yang baru dibuat, sehingga ia lebih lemah dan lebih rentan untuk patah.

Olahraga yang berdampak tinggi (high impact) termasuk berjalan, latihan pliometrik, melompat, lompat tali atau latihan apapun yang melibatkan kedua kakinya diangkat dari tanah pada saat bersamaan. Peneliti mengungkapkan latihan yang dilakukan ini termasuk olahraga kardio yang bisa berfungsi membakar kalori atau lemak berlebih di tubuh dan juga membantu memperkuat tulang.

Setiap gerakan yang memberikan tekanan pada tulang belakang bagian pinggul dan tulang lainnya juga bisa membantu tulang tetap sehat dan kuat. Serta peregangan yang teratur membuat tulang tetap lentur, biasanya cukup dibutuhkan waktu 5 menit untuk melakukan peregangan.

Faktor lain yang bisa mempengaruhi ialah nutrisi atau makanan, salah satunya ialah ikan. Diketahui asam lemak omega-3 dari ikan dapat membantu mencegah kekeroposan tulang (osteoporosis). Sedangkan asam lemak omega-6 yang disebut asam arakidonat, juga dapat mencegah tapi jika dikonsumsi dalam tingkat yang tinggi.  Definisi patah tulang secara umum adalah terputusnya kontinutas tulang.

Patah tulang pada dewasa dan anak berbeda, karena masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda yang akan berdampak pada penanganan patah tulang. Misalnya, reduksi tertutup patah tulang pada anak tidak perlu dilakukan secara agresif karena proses penyembuhan tulang anak lebih cepat dan lebih baik daripada dewasa. Selain itu, beberapa jenis patah tulang pada anak dapat sembuhmenyambung spontan, hal ini dikarenakan anak masih dalam masa pertumbuhan.

Pada orang dewasa, proses penyembuhan tulang tidak sebaik pada anak-anak, lempeng pertumbuhan juga sudah menutup, oleh karena itu penanganan patah tulang pada orang dewasa cenderung lebih agresif. Penyembuhan tulang normal merupakan suatu proses biologis yang luar biasa karena tulang dapat sembuh tanpa bekas atau jaringan parut. Artinya tulang yang patah akan disambung dengan tulang yang baru. Berbeda dengan ligamen yang proses penyembuhannya akan digantikan dengan jaringan parut.

Setiap patahan tulang memiliki sebutan yang berbeda sesuai dengan jenis patahannya. Patah tulang dapat dibedakan menjadi tiga, yakni:

  • Patahan infraksi yakni sebutan untuk tulang yang retak atau hanya bengkok saja yang mengakibatkan fungsi tulang menjadi tidak sempurna.
  • Fraktura adalah patahnya tulang menjadi dua, sedangkan jika lebih dari dua maka disebut fraktura comminutiva atau fraktura remuk.
  • Fraktura majemuk adalah tulang patah yang menembus otot dan kulit sehingga tampak dari luar.

Berikut proses penyembuhan tulang secara normal

  • Fase awal penyembuhan dari jaringan lunak pada patah tulang, akan terjadi robekan pembuluh darah kecil di sekitar tempat cedera. Setelah terjadi pendarahan maka tubuh akan merespon dan terbentuklah bekuan darah (clothematoma). Hematoma di tempat patah tulang ini merupakan tempat dimana proses penyembuhan patah tulang pertama kali terjadi. Akan terjadi ledakan populasi sel-sel pembentuk tulang baru (osteogenic cells) untuk membentuk callus yang berfungsi sebagai lem untuk menjaga agar tulang yang patah tidak mudah bergerak. Pada fase ini callus yang terbentuk masih lunak dan sebagian besar mengandung cairan.

  • Fase Penyambungan Tulang secara Klinis (Clinical Union)

Callus semakin lama akan semakin mengeras dan sebagian akan digantikan oleh tulang immaturbelum dewasa. Pada saat callus ini telah mengeras sehingga tidak lagi terjadi pergerakan di sekitar tulang yang patah, maka dikatakan telah memasuki fase penyambungan tulang secara klinis (Clinical Union), namun garis patah tulang masih akan terlihat. Saat fase ini pasien tidak merasakan nyeri apabila bagian yang patah digerakkan.

  • Fase Konsolidasi atau Penyambungan secara Radiologis (Radiographic Union).

    • Saat semua tulang muda (immatur) dalam callus telah digantikan oleh tulang yang dewasa (matur) maka dikatakan telah memasuki fase Radiographic Union. Garis patah tulang tidak akan terlihat lagi.
    • Ada tiga proses penyembuhan patah tulang yang tidak normal akibat tidak ditangani sama sekali atau ditangani oleh orang yang tidak kompeten
  • Malunion patah tulang dapat sembuh sesuai waktu yang diperkirakannormal namun posisinya tidak seperti awaltidak sesuai posisi anatomis, sehingga menyebabkan kelainan bentuk tulang

  • Delayed union patah tulang pada akhirnya akan sembuh namun membutuhkan waktu lebih lama daripada waktu penyembuhan normal

  • Pseudoarthrosis patah tulang gagal sembuhmenyambung dan akan disertai pembentukan jaringan fibrosa atau false joint, artinya bagian yang patah tidak akan berfungsi dengan normal seperti sebelum sakit.

Komplikasi yang lebih buruk dan mengancam jiwa bisa terjadi apabila pasien menderita patah tulang terbuka (ada hubungan antara tulang dengan lingkungan luar). Kasus patah tulang terbuka merupakan kasus gawat darurat yang harus ditangani secepatnya di meja operasi karena adanya resiko infeksi yang sangat besar. Infeksi ini apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan kematian. Jelas bahwa untuk kasus patah tulang terbuka, pengobatan alternatif tidak memiliki kompetensi.

Gejala patah tulang

Gejala yang umum muncul adalah rasa nyeri yang terlokalisir pada bagian yang patah dan nyeri ini akan semakin memberat apabila digerakkan, gangguan dari fungsi pergerakan di daerah yang patah tersebut, deformitas atau kelainan bentuk. Bengkak pada daerah kulit di sekitar tulang yang patah akibat dari pecahnya pembuluh darah di daerah sekitar patahan tulang.

Gejala Penyakit Patah Tulang

Peningkatan suhu tubuh yang tidak normal - Adanya pembengkakan pada daerah yang patah - Kehilangan fungsi serta pergerakan yang abnormal - Gerakan dapat menimbulkan rasa sakitar - Menyentuh pada daerah patah tulang juga dapat menimbulkan rasa sakit.

Berikut beberapa langkah menjaga tulang agar tetap sehat antara lain:

  • Ketahui faktor risiko

    • Karena secara alami memiliki massa tulang lebih rendah dan tulang yang lebih kecil, wanita memiliki risiko osteoporosis lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Sekitar 5-7 tahun setelah menopause, wanita bisa kehilangan hingga 20 persen dari kepadatan tulang karena penurunan hormon estrogen.
    • Bila telah berusia 45 tahun atau lebih tua, kurus, tinggi atau seorang perokok, maka memiliki peningkatan risiko terkena osteoporosis. Faktor risiko lain termasuk minum alkohol berlebihan, tidak berolahraga, memiliki gangguan makan, dan tidak mendapatkan kalsium yang cukup.
  • Mencari tahu riwayat keluarga

    • Apabila salah satu orangtua memiliki riwayat osteoporosis atau pernah mengalami keretakan pada tulang pinggul, maka ceritakan kepada dokter saat berkonsultasi. Lebih dari 50 persen kasus osteoporosis adalah genetik.
  • Melakukan pemeriksaan

    • Karena osteoporosis merupakan silent disease, maka tidak akan tahu ketika memilikinya kecuali melakukan pengujian untuk kondis tersebut, atau telah mengalami patah tulang. Jika memiliki faktor risiko, mintalah dokter melakukan pemeriksaan untuk kondisi osteopenia. Osteopenia merupakan kondisi kepadatan tulang yang rendah, dan kondisi tersebut merupakan kondisi awal sebelum osteoporosis.
  • Mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D

    • Tubuh kehilangan kalsium setiap hari melalui keringat dan urin dan karena itu perlu menggantinya setiap hari karena tubuh kita tidak bisa membuatnya sendiri. Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium tubuh. Rekomendasi para ahli orang dewasa di bawah usia 50 tahun mesti mendapatkan 1.000 mg kalsium setiap hari bersama 400-800 IU vitamin D. Apabila lebih tua dari 50 tahun, sebaiknya memenuhi asupan 1.200 mg kalsium setiap hari dengan 800-1,000 IU vitamin D. Sementara tubuh menyerap kalsium terbaik melalui makanan, namun tidak selalu mudah untuk memenuhi kalsium dan vitamin D dari diet saja.
  • Fokus pada makanan yang dapat membangun kepadatan tulang

    • Untuk mencoba dan memenuhi tujuan gizi melalui makanan, dengan tujuan untuk 3 porsi kalsium setiap hari, termasuk sedikitnya 1 cangkir buah dan 2 cangkir sayuran. Sumber kalsium, seperti susu, yogurt, dan keju, adalah bahan makanan terbaik untuk tulang. Selain itu, juga dapat mengonsumsi makanan yang diperkaya kalsium, sepeti jus dan sereal sarapan, sarden, salmon kaleng, almond, dan sayuran berdaun hijau.
  • Perhatikan obat-obatan yang dikonsumsi

    • Obat-obatan tertentu meningkatkan risiko patah tulang, sehingga sebaiknya memberi tahu dokter obat apa saja yang sering dikonsumsi. Termasuk penggunaan steroid jangka panjang dan obat-obatan anti kejang. Tanyakan kepada dokter apakah obat pembangun tulang bisa membantu menahan efek merusak dari obat lain.
  • Melakukan aktivitas fisik

    • Sebuah studi mengungkapkan bahwa wanita di atas 50 tahun yang secara rutin berpartisipasi dalam kegiatan seperti berjalan kaki dengan anjing peliharaannya mengalami patah tulang pinggul lebih sedikit dibandingkan wanita yang kurang aktif. Setiap gerakan yang memberi tekanan pada tulang belakang bagian pinggul, dan tulang lainnya dapat membantu tetap sehat dan kuat.
  • Peregangan agar tetap lentur

    • Setiap kali merasa kaku, butuh waktu sekitar 5 menit untuk melakukan peregangan.
  • Melakukan olahraga secara rutin

    • Olahraga dengan tingkat ringan hingga sedang sesering mungkin. Para ahli merekomendasikan melakukan kegiatan aerobik 4 hari seminggu, ditambah pelatihan ringan selama 15-20 menit setiap hari.

Untuk membantu penyembuhan patah tulang yang harus diperhatikan adalah konsumsi kalsium dan vitamin D. Kalsium merupakan mineral pembentuk massa tulang sedangkan vitamin D merupakan hormon pengatur pembentukan tulang.

Sumber kalsium yang baik antara lain Hewani produk susu (susu, keju, yoghurt) Nabati produk kedelai, kacang-kacangan (almond, pistachio, hazelnut, wijen), rumput laut dan brokoli, asupan sebanyak 1000-1300 mg kalsiumhari. Panduan porsinya 1 gelas susu sapi (250ml) = 250-300 mg, 1 mangkok yoghurt (200gr) = 300 mg100 gr, keju cheddar = 750 mg (tinggi lemak jenuh).

Sumber vitamin D Ikan lele, salmon, mackerel, sarden, tuna, belut (eel), minyak ikan, telur ayam dan hati sapi. Dengan asupan sebanyak 5 – 15 microgram (ug) atau 200 – 600 IU (international unit) hari. Panduan porsinya 85 gr ikan lele = 425 IU, 100 gr salmon yang dimasak = 360 IU, 1 telur ayam (60gr) = 20 IU, 100 gr hati sapi yang dimasak = 15 IU. Sebaiknya konsumsi vitamin D tidak melebihi 4000 IUhari karena bisa menyebabkan keracunan.