Mengenal Multiple Sclerosis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Mengenal Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menggerogoti lapisan pelindung yang menutupi saraf. Hal ini mengganggu komunikasi antara otak dan seluruh tubuh. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan kerusakan saraf. Multiple sclerosis adalah salah satu penyakit sistem syaraf pusat (otak dan jaringan syaraf sum-sum tulang belakang) akibat kerusakan myelin.

Multiple sclerosis diakibatkan oleh kerusakan myelin – yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, akan mengganggu penyampaian ‘pesan’ antara otak dan bagian-bagian tubuh. Myelin adalah materi yang melindungi syaraf, berfungsi seperti lapisan pelindung pada kabel listrik dan memudahkan syaraf untuk mengirim impulsnya dengan cepat. Kecepatan dan efisiensi pengiriman impuls inilah yang memungkinkan sebuah gerakan tubuh yang halus, cepat,dan terkoordinasi dilakukan hanya dengan sedikit upaya.

Multiple sclerosis dapat terjadi pada usia berapa pun, paling sering terjadi pada orang  usia 20 sampai 40 tahun. Perempuan lebih cenderung berpotensi terserang multiple sclerosis daripada laki-laki. Multiple sclerosis (MS) hingga saat ini belum bisa disembuhkan. Penderita mengalami kerusakan serabut saraf pada sistem saraf pusat yang membuat otot-ototnya mati rasa. Penderita hanya bisa diobati agar sistem kekebalan tubuhnya meningkat.

Penderita Multiple sclerosis akan mengalami mati rasa atau kelemahan pada satu atau lebih anggota badan, kehilangan penglihatan, sering merasa sakit selama menggerakkan mata (optik neuritis), penglihatan ganda atau kabur, kesemutan, kelelahan dan pusing. Kebanyakan orang dengan multiple sclerosis, terutama pada tahap-tahap awal penyakit, pengalaman kambuh gejala, yang diikuti oleh periode remisi lengkap atau parsial. Tanda dan gejala multiple sclerosis sering dipicu atau diperburuk oleh peningkatan suhu tubuh.

Multiple sclerosis adalah penyakit yang hilang-timbul, dengan gejala-gejala muncul dalam siklus diselingi masa antara tanpa gejala (asimtomatik). Namun ada juga bentuk multiple sclerosis yang berkembang dengan lambat dan evolutif. Dalam hal ini, kemajuan gejala lambat, tetapi terus-menerus dan tanpa periode asimtomatik.

Multiple sclerosis adalah penyakit yang sangat tidak menentu dan tak terduga. Seseorang dengan multiple sclerosis dapat kambuh serius dan memburuk sehingga tampaknya harus selalu memakai kursi roda, lalu tiba-tiba membaik dan dapat berjalan lagi. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam kasus tertentu untuk memprediksi perkembangan penyakit tersebut (kesembuhan lengkap, kesembuhan sementara, memburuk, dll).

Setiap individu mengalami kombinasi kondisi gejala MS yang berbeda, tetapi kita dapat mengklasifikasikan MS menjadi beberapa tipe/jenis:

  • Relapsing-Remitting MS (MS Hilang-Timbul/Kambuhan)

    • Pada multiple sclerosis jenis ini, terjadi beberapa kali kekambuhan (serangan) yang tidak terduga. Serangan ini berlangsung dalam waktu yang bervariasi (dalam hitungan hari atau bulan) dan dapat pulih secara parsial atau total. Jenis ini dapat bersifat ‘tidak aktif’ selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
  • Benign MS (MS Jinak)

    • Setelah satu atau dua kali serangan dan kemudian pulih total, multiple sclerosis jenis ini tidak mengalami perburukan dan tidak timbul kecacatan permanen. Multiple sclerosis jinak hanya dapat diidentifikasi ketika adanya  ringan yang timbul pada masa 10 – 15 tahun setelah serangan dan pada awalnya dapat dikategorikan sebagai multiple sclerosis hilang-timbul. Multiple sclerosis jinak cenderung berhubungan  dengan gejala-gejala yang tidak parah ketika terjadinya serangan (contohnya pada sistem sensorik).
  • Secondary Progressive MS (MS Progresif Sekunder)

    • Bagi beberapa orang yang pada awalnya mengalami MS hilang – timbul, dalam perjalanan penyakitnya ada bentuk perkembangan lebih lanjut yang mengarah pada ketidakmampuan yang bersifat progresif, dan seringkali disertai kekambuhan terus menerus.
    • Frekuensi – kurang lebih 40%
  • Primary Progressive MS (MS Progresif Primer)

    • Multiple sclerosis jenis ini ditandai dengan tidak adanya serangan yang parah, tetapi ada serangan-serangan kecil dengan gejala-gejala yang  terus memburuk secara nyata. Terjadi satu akumulasi perburukan dan ketidakmampuan yang dapat membawa penderita pada tingkat/titik yang semakin rendah atau terus berlanjut hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Gejala Multiple Sclerosis

Gejala awal dari MS biasanya adalah Blurry Vision ( pandangan kabur ) ,sering kesemutan atau rasa baal, kadang juga timbul ketidak seimbangan.Keluhan lain yang sering dianggap remeh adalah mudah lelah, sensitif terhadap panas dan dingin, gangguan berkemih (tidak dapat menahan buang air kecil), sulit berkonsentrasi dan depresi.

Karena MS merupakan penyakit yang berjalan lambat, maka gejala-gejala ini sering tak menjadi perhatian sehingga pada tahap lanjut penderita dapat mengalami kelumpuhan.

Gejala sangat bervariasi, tergantung pada jumlah kerusakan dan yang dipengaruhi saraf tertentu. Orang dengan multiple sclerosis parah kemungkinan kehilangan kemampuan untuk berjalan atau berbicara. Multiple sclerosis sulit didiagnosis pada awal perkembangan penyakit ini, karena gejala sering datang dan pergi – kadang-kadang menghilang selama berbulan-bulan.

Gejala-gejala umum tersebut adalah:

  • Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi

    • hilang keseimbangan tubuh
    • Gemetar (tremor)
    • ketidakstabilan kemampuan berjalan (ataksia)
    • pusing (vertigo)
    • kekakuan anggota tubuh
    • gangguan koordinasi
    • perasaan lemah pada kasus tertentu hal ini dapat mempengaruhi kaki dan kemampuan berjalan
  • Gangguan Kognitif dan Emosi

    • kehilangan memori jangka pendek
    • kehilangan kemampuan konsentrasi, penilaian, penalaran
  • Gangguan Penglihatan

    • Penglihatan kabur
    • Penglihatan membayang (diplopia)
    • Neuritis optikal
    • Pergerakan mata yang tak terkontrol
    • kebutaan (sangat jarang terjadi)
  • Gangguan indra perasa

    • perasaan geli di beberapa bagian tubuh
    • perasaan seperti di tusuk-tusuk jarum
    • kebas (paraesthesia)
    • perasaan seperti terbakar
    • nyeri dapat menyertai penyakit MS, contohnya, nyeri di wajah (seperti trigeminal neuralgia), dan nyeri otot
  • Kekakuan (spasticity)

    • kekakuan otot yang dapat mempengaruhi mobilitas dan cara berjalan
    • kejang
  • Gangguan kemampuan berbicara

    • perlambatan cara berbicara
    • berbicara seperti menggumam
    • perubahan ritme berbicara
    • sulit menelan (dysphagia)
  • Gangguan kandung kemih dan usus

    • Gangguan kandung kemih meliputi sering buang air kecil, tidak dapat buang air kecil secara tuntas atau tidak bisa menahan air kecil.
    • Gangguan usus meliputi konstipasisembelit, dan kadang-kadang diare.
  • Keletihan berlebihan

    • Perasaan lemah dan letih yang datang tidak terduga dan tidak sebanding  dengan aktivitas yang sedang dikerjakan. Keletihan berlebihan adalah gejala penyakit MS yang paling umum (dan yang paling menyusahkan).
  • Gangguan Seksual

    • impoten
    • Berkurangnya kemampuan seksual
    • kehilangan gairah
  • Sensitivitas terhadap Panas

    • perburukan gejala-gejala yang dialami karena udara panas

Penderita multiple sclerosis juga akan mengalami perubahan mental antara lain:

  • konsentrasi yang berkurang,
  • kekurangan-kekurangan perhatian,
  • beberapa derajat dari kehilangan ingatan (memori),
  • ketidakmampuan melakukan tugas-tugas secara berurutan, atau
  • gangguan dalam keputusanpertimbangan.

Penyebab Multiple Sclerosis

Penyebab pasti dari multiple sclerosis ini sampai saat ini belum dapat dipastikan dengan jelas, Kerusakan myelin pada MS mungkin terjadi akibat respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan organisma berbahaya (bakteri dan virus).

Pada multiple sclerosis, peneliti-peneliti mencurigai bahwa suatu agent asing seperti suatu virus merubah sistim imun sehingga sistim imun merasa myelin sebagai suatu pengganggu dan menyerangnya. Serangan oleh sistim imun pada jaringan-jaringan yang seharusnya melindungi disebut autoimmunity, dan multiple sclerosis dipercayai adalah suatu penyakit dari autoimmunity.

Dimana beberapa dari myelin mungkin diperbaiki setelah penerangan, beberapa dari myelin menghilang dan syaraf-syaraf dilepaskan dari penutup ini (menjadi demyelinated). Luka parut juga terjadi, dan material disimpan kedalam luka-luka parut dan membentuk plak-plak (plaques).

Diduga bahwa musim juga sangat mempengaruhi banyak ditemukan pada negara dengan 4 musim. Virus juga diduga tetapi sampai saat ini belum ada jenis virus yang dapat diindentifikasi yang diduga berhubungan dengan MS.

Beberapa penyakit yang menyebabkan gejala yang menyerupai multipel sklerosis:

  • Infeksi otak karena bakteri atau virus (penyakit Lyme, AIDS, sifilis)
  • Kelainan struktur pada dasar tengkorak dan tulang belakang (artritis berat pada leher, ruptur diskus spinalis)
  • Tumor atau kista di otak dan medula spinalis (siringomielia)
  • Kemunduran spinoserebelar dan ataksia herediter (penyakit dimana aksi otot tidak teratur atau otot tidak terkoordinasi)
  • Stroke ringan (terutama pada penderita diabetes atau hipertensi yang peka terhadap penyakit ini)
  • Sklerosis amiotrofik lateralis (penyakit Lou Gehrig)
  • Peradangan pembuluh darah di dalam otak atau medula spinalis (lupus, arteritis).

Faktor resiko Multiple Sclerosis

  • Umur
    • Walaupun multiple sclerosis dapat terjadi pada segala umur, paling sering dimulai pada orang antara usia 20 dan 40.
  • Seks
    • Perempuan sekitar dua kali lebih beresiko dibandingkan laki-laki untuk terjadinya multiple sclerosis.
  • Keturunan
    • Risiko multiple sclerosis lebih tinggi untuk orang-orang yang memiliki riwayat keluarga penyakit Multiple sclerosis. Misalnya, jika salah satu dari orang tua atau saudara kandung memiliki multiple sclerosis, maka anda memiliki resiko 1 sampai 3 persen untuk terjadinya Multiple sclerosis dibandingkan dengan risiko pada populasi umum, yang hanya sepersepuluh dari 1 persen.
  • Infeksi
    • Berbagai virus telah dikaitkan dengan multiple sclerosis salah satunya adalah virus Epstein – Barr. Bagaimana virus Epstein - Barr dapat mengakibatkan Multiple sclerosis dalam penelitian lebih lanjut.
  • Ras
    • Orang kulit putih, khususnya mereka yang berasal keluarga di Eropa utara, berada pada resiko tertinggi terkena multiple sclerosis . Orang-orang Asia , Afrika atau keturunan Amerika asli memiliki risiko terendah terserang Multiple sclerosis.
  • Faktor geografis
    • Multiple sclerosis lebih sering terjadi di negara-negara dengan daerah beriklim sedang, termasuk Eropa, Kanada bagian selatan, utara Amerika Serikat, Selandia Baru dan Australia bagian tenggara. Risiko tampaknya meningkat dengan lintang.
  • Penyakit lainnya
    • Orang-orang yang sangat sedikit lebih mungkin untuk mengembangkan multiple sclerosis jika mereka memiliki salah satu gangguan autoimun berikut  penyakit tiroid, diabetes tipe 1 dan radang usus.

Penanganan dan Pencegahan Multiple Sclerosis

Anda dapat menghindari pemicu gejala dan mengurangi beberapa gejala multiple sclerosis:

  • Menghindari stres
  • Menghindari suhu ekstrim, terutama panas
  • Berolahraga secara teratur
  • Istirahat yang cukup
  • Makan makanan sehat kaya buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.
  • Minum cukup cairan.
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Mendapatkan dukungan emosional
  • Mengkonsumsi vitamin D
  • Meningkatkan asupan lemak esensial, baik hewani maupun nabati
  • Kurangi gula, khususnya fruktosa
  • Kurangi susu dan produk susu hasil pasteurisasi
  • Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Neuroepidemiology, mengonsumsi susu sapi ada kaitannya dengan prevalensi penyakit multiple sclerosis.
  • Hindari aspartam dan jus buah kalengan atau botolan yang artifisial
  • Aspartam dapat dengan cepat dimetabolis menjadi metanol, yang merupakan neurotoksin.
  • Perbanyak makan makanan nabati yang belum diolah
  • Kontrol kadar zat besi Anda
  • Kelebihan zat besi dapat merusak endothelium dan merusak DNA. Maka, gunakanlah tes kadar zat besi yang mudah yaitu tes ferritin, dan pastikan kadar zat besi Anda berkisar antara 20 dan 80 ngmg.

Multiple sclerosis sampai saat ini masih belum dapat disembuhkan, tetapi tidak mematikan. Ada pengobatan yang memungkinkan untuk menunda perkembangan penyakit ini dan mengurangi sebaran, intensitas dan durasi gejala.

Artikel Terkait Mengenal Multiple Sclerosis: