Mengenal Lupus

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Mengenal Lupus

Penyakit lupus merupakan penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Penyakit lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.

Lupus disebut juga penyakit seribu wajah karena gejalanya bisa sangat bervariasi tergantung bagian mana yang diserang. Tak jarang para dokter salah mendiagnosis Lupus sebagai penyakit lain.

Dalam ilmu kedokteran penyakit ini sering disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh bagian tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh akan menjadi overacting terhadap rangsangan-rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian,Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).

Orang yang terpengaruh dengan Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) (sekitar setengah), dan terutama mereka yang terkena penyakit lupus kulit (sekitar 70% sampai 90%), sering menemukan bahwa mereka sangat fotosensitif atau sensitif terhadap sinar matahari. Alasan mengapa pasien lupus lebih rentan terhadap sinar matahari masih kurang dipahami.

Diduga, bagaimanapun, bahwa sinar UV menyebabkan sel-sel kulit untuk mengekspresikan protein tertentu di permukaan mereka, menarik antibodi. Antibodi pada gilirannya menarik sel darah putih, yang menyerang sel-sel kulit, yang menyebabkan peradangan. Apoptosis atau sel mati, biasanya terjadi pada saat ini, tetapi diperkuat pada pasien lupus, yang meningkatkan peradangan.

Sensitivitas ini menyebabkan ruam dan kondisi kulit lainnya seperti terbakar sinar matahari. Pada pasien lupus sistemik, fotosensitifitas ini juga dapat memicu flare, termasuk nyeri sendi dan kelelahan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kanker kulit.

Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas.

Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara  yaitu: + Antibodi bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan  selnya akan hancur. Inilah yang  mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia. + Antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembetukan  antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan  antibodi  dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh  darah   kapiler akan menimbulkan peradangan.

Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk,bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres.

Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Lupus bukan karena virus atau bakteri, bukan pula penyakit menular atau menurun. Namun keterlibatan genetika hormon dan lingkungan diduga sebagai penyebab kuatnya. Jika lupus adalah penyakit keturunan seharusnya pasangan kembar identik akan kena lupus semuanya jika orangtuanya adalah odapus. Namun dalam sebuah penelitian yang melibatkan 100 pasangan kembar, hanya 30 yang dua-duanya kena lupus.

Faktor genetik memang mempengaruhi kerentanan seseorang untuk terkena lupus namun bukan dalam hubungan kekerabatan antara orangtua dan anak. Pengaruh genetik lebih terkait dengan epidemologi, misalnya orang Asia diketahui 2 kali lebih rentan kena lupus dibanding orang Eropa.

Meski tidak berhubungan secara langsung, pasien Lupus memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai jenis kanker. Tapi khusus untuk kanker kolon atau usus besar, risikonya pada orang dengan lupus (Odapus) justru lebih kecil.

Jenis-jenis kanker yang risikonya meningkat pada odapus (orang dengan lupus) adalah sebagai berikut:

  • Kanker payudara
    • Diduga karena lupus mempengaruhi produksi hormon esterogen.
  • Limphoma atau kanker ganas pada sel darah putih
    • Diduga karena stimulasi berlebih pada sel limfosit B yang merupakan komponen sistem kekebalan tubuh.
  • Kanker paru-paru
    • Pada Odapus risiko kanker paru-paru meningkat 1,4 kali dibanding populasi umum. Risikonya lebih tinggi lagi jika Odapus adalah seorang perokok.
  • Kanker leher rahim
    • Peningkatan risiko kanker leher rahim (serviks) meningkat terutama jika Odapus memiliki riwayat infeksi menular seksual dan menggunakan kontrasepsi.
  • Kanker endometrium
    • Endometrium atau rahim Odapus rentan terserang kanker, meski penyebabnya tidak diketahui.

Meskipun demikian tidak semua jenis kanker akan meningkat risikonya akibat lupus

Lupus dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Lupus Eritematosus Sistemik (LES/SLE) dan Lupus Eritematosus Diskoid (LED). LES sesuai dengan namanya “sistemik”, dapat menyerang seluruh organ tubuh terutama organ dalam (otot,liver,ginjal, jantung, dll) dan persendian, 50% penderita mengalami nefritis (radang ginjal). Umumnya akut dan dapat berakibat fatal. Sedangkan LED hanya terbatas menyerang pada kulit dan agak jarang pada mukosa. LES lebih sering kelainan pada mukosa sedang pada LED kelainan dominan pada kulit.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

  • Systemic lupus erythematosus

    • Lupus ini pada awalnya dapat berefek pada bagian tubuh manapun. Sistem di dalam tubuh yang secara umum terkena adalah sendi, kulit, paru-paru, ginjal dan darah. Ketika pada umumnya orang berbicara mengenai lupus, lupus tersebut biasanya adalah systemic lupus erythematosus.
  • Discoid lupus erythematosus

    • Lupus ini berefek hanya pada kulit. Mereka dengan lupus discoid mengalami ruam pada wajah, leher dan kulit kepala. Sejumlah kecil mereka dengan discoid lupus juga dapat mengalami systemic lupus erythematosus, meskipun tidak mungkin untuk memprediksi siapa saja yang akan mengalami bentuk lupus yang lebih serius.
  • Drug-induced lupus erythematosus

    • Lupus ini terjadi setelah anda menggunakan obat tertentu. Tidak semua orang yang menggunakan obat tersebut mengalami lupus. Lupus jenis ini berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh. Tanda dan gejala biasanya hilang ketika anda berhenti menggunakan obat yang menyebabkan lupus jenis ini terjadi.
  • Neonatal lupus

    • Merupakan bentuk langka dari lupus yang berefek pada bayi yang baru lahir. Ibu degan antibody tertentu yang memiliki hubungan terhadap penyakit autoimun dapat menurunkannya pada bayi mereka –bahkan jika sang ibu tidak memiliki tanda maupun gejala penyakit autoimun tersebut. Neonatal lupus dapat hilang sebelum menunjukkan perkembangannya. Dalam kasus yang lebih serius dapat menyebabkan masalah pada sistem elektrik jantung (congenital heart block).

Penyebab lupus

Hingga saat ini penyebab Lupus belum diketahui secara pasti. Kemungkinannya disebabkan oleh

  • Faktor lingkungan; Misalnya  infeksi, cahaya ultraviolet (matahari), stres dll.
  • Faktor genetik; Kemungkinan Lupus diturunkan sangatlah kecil.
  • Faktor hormon; Belum diketahui jenis hormon penyebabnya pada perempuan, tetapi risiko timbulnya Lupus pada perempuan dewasa usia subur adalah delapan kali lebih tinggi dibanding laki-laki dewasa.
  • Faktor sinar matahari; Diperkirakan sinar matahari yang memancarkan sinar ultraviolet dapat merangsang peningkatan hormon estrogen sehingga mempermudah terjadiya reaksi autoimmun. Teriknya sinar matahari merupakan salah satu faktor pencetus kekambuhan pasien.

Pemicu kambuhnya Lupus

Diantaranya adalah:

  • Stres
  • Terkena sinar matahari langsung
  • Beban kerja yang berlebihan
  • Pemakaian obat tertentu

Gejala lupus

Beberapa gejala awal yang dialami pasien Lupus, antara lain sakit pada sendi dan tulang, demam berkepanjangan bukan karena infeksi, anemia, dan cepat lelah. Sedangkan gejala yang dialami pasien pada tahap lanjut penyakit Lupus, diantaranya bercak merah berbentuk seperti kupu-kupu (butterfly rash), ujung jari berwarna pucat kebiruan, kejang, sakit kepala, stroke, dan keguguran pada ibu hamil.

Jika empat dari gejala tersebut terdapat pada seseorang maka segera periksa ke dokter. Jika tidak diketahui sejak dini, Lupus sama berbahayanya dengan kanker, penyakit jantung, maupun AIDS dan bisa menyebakan kematian. Karena Lupus dapat menyerang organ tubuh vital seseorang dengan sangat mudah, seperti jantung, ginjal, hati, paru-paru.Banyak dari mereka dengan lupus memiliki karakteristik episodik dengan tanda dan gejala yang memburuk untuk sementara waktu kemudian membaik atau bahkan hilang untuk satu waktu.

Tanda dan gejala lupus yang dialami didasarkan pada sistem tubuh bagian mana yang terkena efek penyakit ini. Tapi secara umum, tanda dan gejala lupus antara lain:

  • Rambut rontok
  • Napas pendek
  • Ujung jari pucat atau kebiruan
  • Stroke
  • Mata kering
  • Gelisah
  • Depresi
  • Hilang ingatan
  • Penurunan berat badan atau berat badan meningkat
  • Sakit kepala
  • Kejang
  • Sariawan yang hilang timbul
  • Keguguran
  • Radang pada mulut
  • Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  • Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
  • Sakit pada tulang sendi
  • Demam berkepanjanganpanas tinggi bukan karena infeksi
  • Gangguan ginjal (protein banyak terbuang lewat urin)
  • Sakit di dada bila menghirup napas panjang
  • Ruam yang berbentuk seperti kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan hidung (butterfly rash)
  • Sensitif terhadap sinar matahari (fotosensitif) Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stress (Raynaud’s phenomenon)
  • Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.

*Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.

Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.

Faktor risiko penyakit lupus

Meskipun para doker tidak mengetahui apa yang menyebabkan lupus pada banyak kasus, mereka telah mengidentifikasi faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:

  • Jenis kelamin
  • Lupus lebih umum pada wanita
  • Usia
  • Ras
  • Lupus umumnya terdapat pada ras Afrika, Hispanics dan Asia.
  • Sinar matahari
  • Terkena sinar matahari dapat membawa pada lupus kulit atau memicu respon internal pada mereka yang rentan.
  • Terinfeksi virus Epstein-Barr
  • Meskipun lupus dapat berefek pada segala usia, termasuk bayi, anak dan orang dewasa, tetapi lupus paling umum terdiagnosis pada mereka yang berusia antara 15 sampai 40 tahun.
  • Merupakan virus yang biasanya tertidur di dalam sel dari sistem imun anda meskipun tidak jelas alasan mengapa dan apa yang membuat virus tersebut aktif kembali.
  • Terkena zat kimia
    • Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja dan rentan terekspos merkuri dan silica memiliki peningkatan risiko lupus. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami lupus.
  • Obat tertentu
    • Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan drug-induced lupus. Banyak obat yang secara potensial dapat memicu lupus, sebagai contoh antara lain adalah antipsychotic chlorpromazine; obat tekanan darah tinggi, seperti hydralazine; obat tuberculosis isonoazid dan obat jantung procainamide. Biasanya membutuhkan jangka waktu penggunaan dalam beberapa bulan sebelum gejala timbul.

Kesembuhan total dari penyakit ini sulit didapat. Pengobatan difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Terapi Lupus

  • Hindari kontak sinar matahari langsung Intensitas cahaya UV pada waktu siang hari biasanya berada pada puncaknya. Beberapa literatur menyarankan untuk menghindari matahari antara pukul 10 pagi sampai 4 sore, jika memungkinkan.
  • Matikan sumber-sumber cahaya UV lainnya Ini termasuk lampu neon, lampu halogen, dan lain-lain.
  • Menghindari stress
  • Mengurangi beban kerja yang berlebihan
  • Menghindari pemakaian obat tertentu
  • Kurangi asupan lemak untuk meningkatkan penyerapan kalsium
  • Hindari sumber radikal bebas
  • Konsumsi antioksidan dalam jumlah memadai
  • Kurangi kelebihan berat badan (overweight/obesitas)
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayut untuk mendapat sumber beta karoten, vitamin C alami dan zinc (tiram dan hasil laut lainnya) untuk meningkatkan system imun tubuh.
  • Banyak mengkonsumsi air putih
  • Olahraga.

Artikel Terkait Mengenal Lupus: