Mengenal Gangguan Autisme

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Mengenal Gangguan Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Autisme termasuk gangguan PDD (Pervasive Developmental Disorder). Gejala Autis timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak, gejala-gejala itu sudah ada sejak lahir. Yang sangat menonjol adalah tidak adanya atau sangat kurangnya tatap mata.

Gejala autisme sangat bervariasi dan sudah kelihatan sebelum anak berumur 3 tahun. Intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat. Itu sebabnya, gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).

Gejala utama pada anak autis adalah gangguan pada interaksi sosial, gangguan komunikasi, dan pola tingkah laku atau minat yang repetitif dan stereotip. Anak autistik tidak selalu mempunyai kemampuan genius. Mereka berkembang seperti individu lain pada umumnya, dengan kecerdasan yang bervariasi, bakat yang berbeda-beda, dan kesempatan yang tidak sama.

Autisme bukanlah suatu penyakit, namun hingga kini belum bisa disembuhkan. Anak akan tumbuh dewasa dengan beberapa ciri autisme yang terus dialaminya. Walau begitu, dengan bantuan terapi sesuai kebutuhannya, mereka akan lebih bisa beradaptasi dengan lingkungan.

Ilmuwan ada yang berpendapat autis mempunyai beberapa masalah di saluran pencernaan sehingga makanan yang merupakan faktor pemicu atau faktor yang menambah masalah pada saluran pencernaan hendaknya tidak dikonsumsi. Makanan yang harus dihindari tersebut yang mengandung kasein (susu, yoghurt, keju, mentega, beberapa margarin, es krim, susu cokelat, biskuit dan beberapa produk olahan yang menggunakan susu) dan/atau gluten (roti, pizza, produk pasta, pastry, biskuit, beberapa produk sereal dan produk-produk lainnya yang dibuat dengan menggunakan terigu). Hindari juga makanan yang mengandung bahan tambahan pangan (seperti MSG, bahan pengawet, pemanis buatan dan bahan pewarna/penambah cita rasa buatan), mengandung ragi (roti, vinegar, keju, kecap dan produk fermentasi lainnya) serta gula, dan makanan penyebab alergi dan/atau intoleransi (susu sapi, telur dan makanan mengandung gluten).

Anak autis biasanya mengalami gangguan dalam interaksi sosial, melalui komunikasi non verbal, seperti kontak mata, ekspresi muka, dan gerak – gerik tubuh. Anak pun tidak mampu berinteraksi social dalam kelompok anak seusianya. Mereka juga tidak mampu memberikan reaksi secara sosial dan emosional atas apa yang terjadi, misalnya tidak membalas saat dipeluk. Anak autis pun mengalami keterlambatan atau ketidakmampuan bicara, bahasa yang digunakan cenderung berulang – ulang, kaku, khas dan agak aneh. Mereka yang menderita autis sering melakukan kegiatan, bertingkah laku dan merasa tertarik pada sesuatu yang berulang-ulang dan terbatas.

Gejala Autisme

  • Tidak bereaksi, atau seakan tidak mendengar saat dipanggil namanya
  • Cenderung main sendiri
  • Mengulang kata yang anda ucapkan
  • Menggunakan gerakan untuk menunjukan keinginannya
  • Tidak suka dipeluk/disentuh
  • Kurang/tidak melakukan kontak mata (menatap wajah) orang yang mengajak bicara
  • Kegiatan rutin sulit diubah serta memerlukan jadwal kegiatan yang konsisiten dan rutin (cenderung kaku).
  • Sangat sensitif terhadap rangsang pancaindra, baik pendengaran, penciuman, rasa dll (tidak tahan bunyi keras, kain yang kasar, tidak suka rasa asam dsb).
  • Keterlambatan bicara,misalnya tidak mengucapkan kata-kata hingga usia 2 tahun atau hilang kemampuan bicara.
  • Sangat obsesif terhadap benda tertentu, misalnya:sarung bantal yang harus dibawa kemanapun pergi.
  • Melakukan gerakan-gerakan khas yang sifatnya berulang, misalnya, mengepak-epakkan tangan seperti burung, menjentikkan jemari di depan mata, berputar-putar dll.
  • Kesulitan dalam mengekspresikan emosi, misalnya marah-marah dan mengamuk tanpa sebab(tantrum), tertawa sendiri atau melamun dan sibuk di dunianya sendiri.

Penyebab Autisme

Penyebab yang pasti dari autisme tidak diketahui, yang pasti hal ini bukan disebabkan oleh pola asuh yang salah. Autisme terjadi karena kombinasi berbagai faktor, termasuk faktor genetik yang dipicu faktor lingkungan. Penelitian terbaru menitikberatkan pada kelainan biologis dan neurologis di otak, termasuk ketidakseimbangan biokimia, faktor genetik dan gangguan kekebalan.

*Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pemicu atau pencetus autisme:

  • Gangguan Susunan Saraf Pusat (SSP) pada saat kehamilan atau proses kelahiran
  • Faktor genetik
  • Faktor ini bisa menjadi penyebab kuat terjadinya autis pada anak
  • Keracunan Logam Berat
  • Keracunan logam berat, merkuri dan timbal hitam
  • Vaksinasi
  • Jenis vaksin yang mengandung thimerosal atau merkuri
  • Faktor orangtua
  • Penelitian meyebutkan, kehamilan yang terjadi ketika wanita berusia cukup tua bisa menjadi penyebab autis pada anak.
  • Faktor obat-obatan
  • Ibu yang sedang hamil namun mengonsumsi obat-obatan.
  • Faktor lingkungan
  • Faktor makanan
  • Makanan yang mengandung zat kimia tetunya sangat tidak baik untuk kesehatan.