Mengenal Cerebral Palsy

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Mengenal Cerebral Palsy

Cerebral Palsy adalah suatu kelainan atau gangguan kontrol terhadap fungsi motorik dalam susunan saraf pusat (otak) yang sedang berkembang. Cerebral palsy ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan, dan gangguan fungsi saraf lainnya. Pada individu Cerebral Palsy, otak mereka sebenarnya normal. Hanya saja, otot tidak mengirim sinyal-sinyal penting untuk memerintahkan otot-otot mereka saat bergerak.

Gangguan ini umumnya terjadi pada masa perkembangan anak dalam kandungan (75 %), saat proses kelahiran (15 %), atau pasca kelahiran (15 %). Kelainan ini bersifat kronik dan tidak progresif akibat dari kecacatan pada jaringan otak yang belum selesai pertumbuhannya. Pengidap penyakit ini kebanyakan adalah laki-laki. Sebuah penelitian mengemukakan bahwa 25 % pengidap penyakit Cerebral Palsy mempunyai intelegensi rata-rata (normal), sedangkan 30 % menunjukkan IQ di bawah 70. 50 % pengidapnya mengalami gangguan bicara, dan 35 % di antaranya disertai kejang.

Cerebral palsy merupakan penyakit yang didapat, artinya pada awalnya otak normal, lalu terjadi gangguan, entah itu virus atau bakteri yang menyebabkan radang otak atau penyakit lain, ketika gangguan itu berlalu, otaknya ada yang rusak.

Bayi prematur sangat rentan terhadap Cerebral Palsy, karena pembuluh darah ke otak belum berkembang secara sempurna sehingga mudah mengalami perdarahan. Sepertiga penderita Cerebral Palsy biasanya dilahirkan sebelum usia kehamilan 37 minggu, sedangkan 10 persen kasus terjadi pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu.

Gangguan saraf yang sering ditemukan pada cerebral palsy tak hanya gangguan saat melakukan gerakan tubuh yang mengakibatkan keterbatasan melakukan aktivitas normal, namun juga gangguan dalam melakukan proses berfikir, gangguan merasa, gangguan berkomunikasi, gangguan tingkah laku, bahkan hingga gejala kejang.

Cerebral Palsy sendiri bukan penyakit khusus, tapi menyebabkan serangkaian gangguan pada gerakan. Kondisi ini cukup bervariasi, seperti tak dapat bicara atau bergerak, karena otak mengalami cedera di bagian pengontrol gerakan, sehingga sinyal-sinyal otot tidak berfungsi.

Tipe Cerebral palsy

Secara umum Cerebral palsy dikelompokkan dalam empat tipe:

♥- Spastic/kaku-kaku

Tipe spastic adalah tipe yang paling sering muncul, sekitar 65 persen penderita CP masuk dalam tipe ini. Ditandai dengan kekejangan baik pada keseluruhan maupun pada sebagian dari otot-ototnya. Kekejangan terutama terjadi pada waktu otot-otot akan digerakkan dan dapat menghebat bila anak dalam kondisi tidak tenang (misalnya dalam keadaan marah atau takut), tetapi dapat segera hilang begitu anak kembali dalam keadaan tenang.

♥- Athetoid

Tipe penderita yang tidak bisa mengontrol gerak ototnya, biasanya mereka punya gerakan atau posisi tubuh yang aneh. Ditandai dengan terdapatnya gerakan-gerakan involunter, gerakan yang tidak disengaja dan tidak dapat dicegah, sehingga dirasakan sangat menggangu. Dalam keadaan tenang (tidur) gerakan-gerakan tersebut dapat berkurang. Biasanya gerakan terjadi pada kaki, mata, bibir atau lidah.

♥- Hypotonic

hypotonic untuk anak-anak dengan otot-otot yang sangat lemah sehingga seluruh tubuh selalu terkulai. Biasanya berkembang jadi spastic atau athetoid. CP juga bisa berkombinasi dengan gangguan epilepsi, mental, belajar, penglihatan, pendengaran, maupun bicara.

♥- kombinasi

Kombinasi adalah campuran spastic dan athetoid.

Tipe gangguan motorik pada cerebral palsy ada beberapa kelompok yang secara umum, berdasarkan klinik dapat dibedakan sebagai berikut :

  • Monoplegi
    • kelemahan pada satu anggota gerak
  • Hemiplegi
    • kelemahan pada anggota gerak atas (lengan) dan bawah (tungkai) pada satu sisi
  • Paraplegi 
    • kelemahan pada kedua tungkai
  • Quadriplegi
    • kelemahan pada seluruh anggota gerak (lengan dan tungkai)  yang sama beratnya
  • Diplegia  
    • Kelemahan pada seluruh anggota gerak (lengan dan tungkai) dimana lengan lebih ringan daripada tungkai.

Penyebab Cerebral Palsy

Penyebab Cerebral palsy sampai saat ini belum diketahui, diduga terjadi karena bayi lahir prematur sehingga bagian otak belum berkembang sempurna, bayi yang lahir tidak langsung menangis sehingga otak kekurangan oksigen, atau karena adanya cacat tulang belakang dan pendarahan di otak.

Umumnya, Cerebral palsy disebabkan oleh masalah yang terjadi saat persalinan. Sekitar 10-15 persen  kerusakan otak terjadi akibat bayi tidak dapat mengalirkan suplai oksigen ke otak. Selain itu, kasus ini juga bisa disebabkan masalah yang terjadi saat bayi masih di dalam rahim. Tiga dari 4 kasus Cerebral palsy diperkirakan terjadi saat bayi tumbuh di dalam kandungan.

Penyebab Cerebral Palsy karena proses diluar Otak

  • Gangguan pada saraf di tulang belakang
  • Penyakit yang berasal dari gangguan pada otot
  • Infeksi kuman
  • Keracunan zat yang berbahaya
  • Selain itu terjadinya CP ini dapat dipengaruhi oleh keadaan sejak kehamilan dan janin.

Adapun kondisi pada kehamilan dan janin yang meningkatkan resiko kemungkinan terjadinya cerebral palsy adalah:

  • Bayi yang terlahir dalam kondisi prematur
  • Bayi yang pernah mengalami gangguan pertumbuhan di dalam rahim
  • Bayi dengan gangguan pernafasan saat lahir
  • Ibu dan janin yang pernah terkena pajanan logam merkuri
  • Bayi yang memiliki ibu dengan gangguan kelenjar tiroid
  • Ibu yang mengalami kekurangan iodium, dll.

Faktor resiko Cerebral Palsy

Terdapat beberapa keadaan yang meningkatkan kemungkinan terjadinya Cerebral palsy, yang disebut sebagai faktor resiko, yaitu :

  • letak sungsang
  • komplikasi persalinan dan kelahiran
  • skor Apgar yang rendah
  • berat badan lahir rendah dan prematuritas
  • kelahiran kembar
  • kelainan sistem saraf, misal lahir dengan ukuran kepala lebih kecil dari normal
  • perdarahan pada saat kehamilan
  • ibu menderita hipertiroid, retardasi mental atau kejang
  • kejang pada bayi baru lahir.

Gejala Cerebral Palsy

Gejalanya bervariasi, mulai dari kejanggalan yang tidak tampak nyata sampai kekakuan yang berat, yang menyebabkan perubahan bentuk lengan dan tungkai sehingga anak harus memakai kursi roda.

Gejala Cerebral palsy sudah bisa diketahui saat bayi berusia 3-6 bulan, yakni saat bayi mengalami keterlambatan perkembangan. Gejala berupa kekakuan tubuh, perubahan bentuk lengan dan tungkai. Gejala lain berupa kecerdasan di bawah normal, keterbelakangan mental, kejang, gangguan menghisap atau makan, pernafasan tidak teratur, gangguan bicara, gangguan penglihatan, gangguan persendian.

Ciri umum dari anak Cerebral palsy adalah perkembangan motorik yang terlambat, refleks yang seharusnya menghilang tapi masih ada (refleks menggenggam hilang saat bayi berusia 3 bulan), bayi yang berjalan jinjit atau merangkak dengan satu kaki diseret.

Dalam semua jenis cerebral palsy, bicaranya sulit dimengerti karena anak mengalami kesulitan dalam mengontrol ototnya, termasuk otot bicaranya. Kebanyakan anak yang menderita cerebral palsy mempunyai cacat lain, seperti kecerdasan di bawah rata-rata, beberapa diantaranya menderita keterbelakangan mental parah. Namun 40% dari anak-anak ini mempunyai kecerdasan normal atau mendekati normal. Kira-kira 25%, paling sering yang menderita jenis spastic, menderita epilepsi (ayan).

Penanda awal yang paling sering terlihat adalah:

Terlambatnya anak dalam mencapai kemampuan dasar yang harus dicapai pada bulan-bulan atau tahun-tahun kehidupannya. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah seperti kemampuan menggulingkan tubuhnya, kemampuan untuk duduk, untuk merangkak, dan juga berjalan.

Gejala lain yang ditemukan pada CP:

  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pendengaran
  • Kontraktur persendian
  • Kecerdasan di bawah normal
  • Keterbelakangan mental
  • Kejang/epilepsi (terutama pada tipe spastik)
  • Gangguan menghisap atau makan
  • Pernafasan yang tidak teratur
  • Gangguan berbicara (disartria)
  • Gerakan menjadi terbatas
  • Gangguan perkembangan kemampuan motorik (misalnya menggapai sesuatu, duduk, berguling, merangkak, berjalan)

Tips untuk menghadapi anak dengan Cerebral palsy:

  • Konsumsi makanan yang bernutrisi
  • Menjaga kebersihan agar terhindar dari infeksi kuman
  • Menghindari makanan yang tercemar dengan logam merkuri.