Mengenal Berbagai Gangguan Seks yang Bisa Menyerang Wanita

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Mengenal Berbagai Gangguan Seks Yang Bisa Menyerang Wanita

Gangguan sek tidak hanya dialami oleh kaum pria saja, namun wanita juga bisa mengalaminya. Banyak wanita mengalami masalah dengan fungsi seksual dalam hidupnya. Disfungsi seksual wanita bisa berlangsung lama atau terjadi hanya sekali-sekali saja.

Gangguan seksual pada wanita biasanya disebabkan oleh penyakit fisik, namun sering juga dikaitkan dengan faktor psikologis. Padahal, kehidupan seksual yang sehat menjadi salah satu indikator kesehatan. Menurunnya gairah seksual pada wanita bisa disebabkan karena disfungsi yang dialaminya. Sehingga kegiatan bercinta menjadi hal yang sangat tidak menyenangkan.

Berikut beberapa gangguan seksual yang sering menyerang wanita:

Gangguan orgasmus (orgasmic disorder)

Wanita mengalami kesulitan persisten atau berulang dalam mencapai orgasme setelah rangsangan seksual yang cukup dan stimulasi yang sedang berlangsung.

  • Gangguan ini dibagi menjadi dua, yaitu:
    • disfungsi orgasme primer
      • jika wanita belum pernah mengalami orgasme sejak pertama kali melakukan aktivitas seksual. Sembilan puluh persen gangguan ini disebabkan oleh faktor psikologis.
    • disfungsi orgasme sekunder
      • jika wanita pernah mengalami orgasme sebelumnya, tetapi kemudian kehilangan kapasitas untuk bereaksi pada saat sekarang. Kemungkinan penyebabnya ada beberapa hal, diantaranya; faktor psikologis, hubungan suami-istri tidak harmonis, fisik yakni karena berkurangnya hormon (banyak ditemui pada perempuan yang mendekati atau mengalami menopause), narkoba, dan sejumlah penyakit seperti liver, diabetes, ginjal, dan hipertensi.

Gangguan rangsangan seksual (sexual arousal disorder)

Hasrat seksual mungkin ada, tetapi mengalami kesulitan atau tidak mampu terangsang atau mempertahankan gairah selama aktivitas seksual. Gangguan rangsangan seksual dapat disebabkan karena kurangnya minat, respons dan kepuasan dari hubungan seksual. Gangguan ini merupakan kombinasi atas hambatan psikologis terhadap rangsangan dan kesenangan seksual dengan aktivitas mental dan fisik yang spesifik. Keadaan ini disebut juga female sexual arousal disorder (FSAD).

Orang dengan FSAD mungkin dapat memiliki hasrat untuk melakukan hubungan seksual, namun area genitalnya tidak mampu merespon secara normal. Akhirnya, hubungan seks menjadi menyakitkan bagi mereka, bahkan tidak mungkin dilakukan. FSAD dapat merupakan efek samping dari gangguan kesehatan lain seperti hipertensi atau diabetes. Gangguan ini juga dapat disebabkan oleh iritasi dan infeksi. Selain itu, FSAD seringkali dihubungkan pada faktor psikologis, antara lain foreplay yang tidak efektif, depresi, self-esteem yang kurang, pelecehan seksual, stres, dan rasa takut hamil.

Gangguan nyeri seksual (sexual pain disorder)

  • Gangguan nyeri seksual
    • adalah rasa sakit yang terkait dengan rangsangan seksual atau kontak vagina. Gangguan ini meliputi dispareunia dan vaginismus.
  • Dispareunia
    • adalah nyeri pada saat hubungan seksual, rasa nyeri dapat terjadi di introitus (pintu vagina), saluran vagina atau jauh di dalam rongga panggul.
  • Vaginismus
    • adalah suatu spasme involunter (kekejangan yang tidak terkontrol) pada otot introitus dan vagina yang membuat penetrasi penis nyeri atau tidak mungkin.

Gangguan hasrat seksual (sexual desire disorder)

Gangguan ini meliputi gangguan hasrat seksual hipo aktif, gangguan ketidakinginan terhadap seks (sexual aversion disorder) dan gangguan seksual hiperaktif. Gangguan hasrat seksual biasanya dicirikan dengan kurangnya libido atau dorongan seks.