Mengenal Alkohol

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Mengenal Alkohol

Alkohol atau ethanol diproduksi menggunakan proses yang disebut dengan fermentasi yaitu sebuah proses  dimana ragi memecah kandungan gula menjadi alkohol dan karbondioksida.jenis ragi /yeast yang dipakai adalah ragi kecil jamur bersel tunggal yang mengandung enzim khusus yang bertanggung jawab untuk reaksi ini.

Gas karbon dioksida gelembung keluar dari fermentasi ke udara meninggalkan campuran etanol dan air. udara adalah salah  satu element yang dapat merusak proses fermentasi atau ragi akan menghasilkan asam etanoat – bahan kimia yang ditemukan dalam cuka.jadi proses ini dilakukan tanpa ada udara.

Alkohol(ethanol) tidak berwarna/bening,mudah terbakar dan memberikan efek terhadap tubuh dan otak ketika diminum.diproduksi melalui proses fermentasi cairan yang mengandung gula.ada banyak jenis alkohol tapi yang terbaik adalah “ethanol” jenis ini yang terdapat pada minuman beralkohol. minuman alkohol mengnadung 12 sampai 75% alkohol by volume (ABV),atau 1 sampai 151 proof’ alkohol dibagi menjadi 2 kategori :

FERMENTASI : dibuat dari bahan seperti buah atau gandum  (wine &beer) DISTILASI  :dibuat melaui proses pemanasan  kembali cairan permentasi untuk mencapai alkohol % terbaik (spirit) Minuman fermentasi seperti bir dan anggur, mengandung 2% alkohol sampai 20% alkohol. Minuman suling, atau minuman keras, mengandung dari 40% menjadi 50% atau lebih alkohol.

Spirit suling, seperti vodka, rum, gin, dan wiski, difermentasi dan kemudian disuling untuk memisahkan etanol dari air.Berbagai sumber gula yang digunakan dalam proses ini, sehingga berbagai bentuk alkohol. Gula dari anggur hancur digunakan untuk membuat anggur, barley malt digunakan untuk membuat bir, tebu atau molasses membuat rum, biji-bijian, kentang, bit, molase, dan berbagai tanaman lain yang digunakan untuk membuat vodka.

Proses Pembuatan Alkohol (Etanol)

Alkohol (etanol) dapat diproduksi melalui dua cara: Cara petrokimia (proses dari bahan bakar fosil) melalui hidrasi etilena. Etanol hasil hidrasi ini biasa digunakan sebagai feedstock (bahan sintesis) untuk menghasilkan bahan kimia lainnya atau sebagai solvent (pelarut). Cara biologis melalui fermentasi gula dengan ragi (yeast).

Teknik yang digunakan untuk membuat minuman akan menentukan kandungan alkohol. Anda akan melihat persentase alkohol per volume terdaftar pada botol, serta bukti minuman. Bukti minuman dua kali kandungan alkohol, sehingga minum dengan 12% alkohol per volume adalah 24 bukti. Umumnya, segelas 12 ons bir, segelas 5 ons anggur, dan tembakan 1,5 ons minuman keras semuanya mengandung ons ½ alkohol murni dan dianggap satu minuman.

Alkohol memang merupakan komponen kimia yang terbesar setelah air yang terdapat pada minuman keras, akan tetapi alkohol bukan satu-satunya senyawa kimia yang dapat menyebabkan mabuk, karena banyak senyawa-senyawa lain yang terdapat pada minuman keras yang juga bersifat memabukkan jika diminum pada konsentrasi cukup tinggi. Secara umum, golongan alkohol bersifat narcosis (memabukkan), demikian juga komponen-komponen lain yang terdapat pada minuman keras seperti aseton, beberapa ester, dll. Secara umum, senyawa-senyawa organik mikromolekul dalam bentuk murni juga bersifat racun.

Kandungan alkohol untuk masing-masing adalah:

Beer 2–6% alkohol Cider 4–8% alkohol Wine 8–20% alkohol Tequila 40% alkohol Rum 40% alkohol Brandy 40%  alkohol Gin 40–47% alcohol Whiskey 40–50% alkohol Vodka 40–50% alkohol Liqueurs 15–60% alkohol

Berikut ini beberapa alkohol yang aman digunakan :

Stearil Alcohol

Alkohol ini dihasilkan dari minyak kelapa yang berfungsi sebagai pengemulsi (emulsifier) dan emolien dalam produk perawatan kulit. Emulsifier adalah suatu senyawa yang digunakan sebagai pengikat minyak dan cairan dalam produk dan juga berfungsi untuk menghasilkan busa. Sementara emolien berfungsi untuk melembabkan dan melembabkan kulit. Stearil alkohol biasanya ditemukan dalam produk seperti krim, pelumas, pendingin, dan obat perontok.

Setil Alcohol, Ceteary Alcohol, Setostearyl Alcohol, dan Setil Alcohol 40 Jenis alkohol yang berasal dari minyak sawit, minyak kelapa dan juga biji-bijian. Bentuknya cair dan berfungsi sebagai pengemulsi dan memadatkan (untuk produk cair).

Lenolin Alcohol

Sebuah emolien (pelembab) yang berasal dari wol domba. Bentuknya cair atau lilin yang dapat difungsikan juga sebagai salah satu bahan utama produk perawatan kulit. Sebelum menggunakannya, berkonsultasilah dengan dokter kulit jika Anda alergi dengan produk yang berasal dari domba.

Low molecular weight alcohol

Alkohol molekur rendah ini juga dapat digunakan dalam produk perawatan kulit. Alkohol jenis ini biasanya memiliki kecenderungan menguap lebih cepat di kulit sehingga membuat kulit kering. Namun jangan cemas, alkohol ini masih aman untuk kulit Anda. Karena itu, sebelum membeli sebuah produk perawatan kulit, cobalah lihat kandungan alkohol apa yang ada di dalam labelnya. Jangan biarkan kulit kita rusak karena produk yang kita gunakan. Padahal tujuan utama kita menggunakannya tentu untuk memberikan kebaikan buat kulit bukan menguranginya.

Kegunaan Alkohol (Etanol)

  • Sebagai penangkal racun (antidote)
  • Sebagai antiseptic (penangkal infeksi)
  • Untuk minuman beralkohol (alkohol beverage)
  • Sebagai deodorant (penghilang bau tidak enak atau bau busuk)
  • Sebagai pelarut (solvent), misalnya pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan obat-obatan.
  • Sebagai bahan sintesis (feedstock) untuk menghasilkan bahan kimia lain, contohnya sebagai feedstock dalam pembuatan asam asetat (sebagaimana yang terdapat dalam cuka).
  • Sebagai bahan bakar alternatif. Bahan bakar etanol telah banyak dikembangkan di negara Brasil sejak mereka mengalami krisis energi. Brasil adalah negara yang memiliki industri etanol terbesar untuk memproduksi bahan bakar. Sembilan puluh persen mobil baru di sana, menggunakan bahan bakar hydrous ethanol (terdiri dari 95% etanol dan 5% air).