Memilih Antibiotik Saat Hamil

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Memilih Antibiotik Saat Hamil

Wanita hamil seringkali mengalami infeksi, khususnya di saluran reproduksi dan saluran kecing. Infeksi di area sensitif ini dapat membahayakan keselamatan janin. Karena itu, gangguan infeksi ini harus disembuhkan, salah satunya adalah dengan penggunaan antibiotik. Sebuah studi pada 2009 yang dilaporkan di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine menemukan, penisilin dan beberapa obat antibakteri lain yang umum digunakan oleh perempuan hamil tidak memicu cacat lahir. Akan tetapi, beberapa antibiotik lain, sepetrti sulfonamides dan nitrofurantoins dikaitkan dengan cacat lahir kronis dan memerlukan perhatian ekstra.

Selain infeksi di saluran reproduksi dan saluran kecing, sebagian besar perempuan hamil juga sering mengalami infeksi yang dikenal dengan cold atau infeksi pernafasan atas. Sebagian besar infeksi pernafasan atas dipicu oleh virus sehingga antibiotik tidak mempunyai efek.

Perempuan sebaiknya mendiskusikan pilihan antibiotik dengan dokter. Penelitian telah menemukan, para ibu dengan bayi yang mengalami cacat lahir lebih cenderung melaporkan penggunaan dua tipe antibiotik selama kehamilan dibandingkan para ibu dengan bayi tanpa cacat lahir. Dua tipe antibiotik yang dilaporkan tersebut adalah sulfa drugs (dipasarkan dengan nama seperti Thiosulfil Forte dan Bactrim) serta obat pembasmi kuman saluran kecing yang dikenal dengan nitrofurantoins (dipasarkan dengan nama seperti Furadantin dan Macrobid).

Selama bertahun-tahun telah diketahui bahwa bayi-bayi dengan ibu yang menggunakan jenis antibiotik tertentu berisiko lebih tinggi mengalami infeksi jamur setelah lahir. Selain itu, bayi-bayi ini lebih berisiko mengalami dehidrasi akibat penggunaan obat diare. Bayi sehat yang tidak lahir prematur umumnya dapat melawan infeksi bakteri dan merespon obat diare dengan baik. Akan tetapi, bayi-bayi yang lahir prematur atau stres seringkali tidak dapat merespon dengan baik.

Sebuah studi melaporkan, sekitar 46 persen ibu yang terlibat dalam studi menggunakan beberapa jenis antibiotik selama kehamilan atau selama proses melahirkan. Bayi-bayi yang terpapar dengan obat-obatan ini mengalami penurunan kemampuan melawan infeksi. Selain itu, hampir 50 persen dari bayi-bayi ini kebal terhadap ampicillin, spektrum antibiotik yang banyak digunakan.

Ibu hamil sebaiknya menghindari antibiotik yang diresepkan untuk mengatasi tuberculosis, infeksi saluran pernafasan dan jerawat. Pasalnya, obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi tuberculosis dapat menyebabkan ketulian pada anak. Selain itu, beberapa jenis antibiotik tersebut dapat menghitamkan gigi bayi Anda. Banyak jenis antibiotik yang tersedia di pasaran. Akan tetapi, penisilin merupakan obat-obatan yang paling umum digunakan selama kehamilan. Antbiotik ini dipasarkan dengan beberapa nama seperti cephradine, cefalexin, cefuroxime, cefaclor, dan lain-lain. Obat yang umum digunakan ini mengandung

cloxacillin, amxycillin, dan methicillin. Obat-obatan ini dinyatakan aman selama kehamilan.

Berikut beberapa contoh antibiotik yang dinyatakan aman digunakan selama kehamilan:

• Amoxicillin
• Ampicillin
• Clindamycin
• Erythromycin
• Penicillin

Bersamaan dengan informasi mengenai antibiotik dan kehamilan ini, ada beberapa faktor lain yang perlu Anda perhatikan. Faktor tersebut meliputi:

• Jenis antibiotik
• Dosis antibiotik yang diresepkan
• Durasi atau lama waktu penggunaan obat.
• Trimester kehamilan Anda.

Durasi penggunaan obat merupakan faktor penting untuk diingat. Penggunaan antibiotik dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kecacatan pada janin dan dalam kasus yang lebih buruk dapat menyebabkan keguguran. Selain itu, perhatikan trimester kehamilan Anda. Pasalnya, beberapa jenis antibiotik lebih aman digunakan pada trimester tertentu. Ibu hamil sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan antibiotik.