Membersihkan Vagina Tak Perlu Memakai Sabun

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Membersihkan Vagina Tak Perlu Memakai Sabun

Seharusnya sabun pembersih untuk kewanitaan tidak dipakai secara rutin. Pemakaian sabun terlalu berlebihan, terutama sabun yang bukan khusus untuk vagina, bisa menyebabkan perubahan asam basa vagina. Maka jika dipakai terlalu sering akan berbahaya. Vagina merupakan organ sensitif dan perlu perhatian khusus karena rentan infeksi jamur. Tidak jarang wanita menggunakan sabun untuk membersihkan area kewanitaan setiap kali mandi. Namun ternyata pemakaian sabun secara berlebihan untuk vagina justru akan memberikan dampak kurang baik.

Terlalu sering menggunakan sabun pembersih justru merangsang timbulnya keputihan. Terutama ini bisa terjadi jika kita menggunakan sabun kosmetik yang pH-nya tidak sesuai dengan pH (kadar keasaman) vagina. Pemakaian sabun yang tidak sesuai menyebabkan suasana asam basa vagina berubah. Perubahan lingkungan dalam organ intim ini menyebabkan kuman yang mestinya normal justru menjadi lebih banyak pertumbuhannya. Kuman yang seharusnya tidak ada justru timbul karena daya tahan vagina berubah. Hal ini terjadi akibat perubahan asam basa yang dipicu penggunaan pembersih tidak semestinya, misalnya sabun biasa (alkalis).

Sebaiknya, gunakan pembersih dalam kondisi tertentu saja. Misalnya, di saat kondisi vagina sedang basah atau berair atau ketika muncul keputihan. Bagaimana jika memang ingin dibersihkan? Kata dr Febriansyah, gunakan sabun khusus untuk vagina supaya lingkungan organ intim kembali normal. “Sekarang kan sudah ada sabun-sabun yang direkomendasikan, tetapi kita nggak mau menyebut brand ya,” tandasnya. Jika salah pilih sabun, bisa semakin memperparah keputihan.

Dalam memilih pembersih, disarankan produk yang mampu mempertahankan Lactobacillus. Lactobacillus adalah salah satu jenis kuman yang menyebabkan asam basa vagina menjadi netral dan menjaga pH alami. Kurangi juga produk-produk yang terlalu banyak mengandung detergen dengan busa terlalu banyak, karena vagina akan menjadi lebih basa dan jadi kering. Namun meskipun sudah banyak sabun khusus vagina, kita tetap harus menggunakannya sesuai kebutuhan saja. Jika organ kewanitaan tidak bermasalah, tidak basah, tidak berair, dicuci dengan air biasa yang steril justru lebih aman.

Tips merawat vagina:

• Awasi keputihan
Kalau ada keputihan yang sudah berwarna, berbau, gatal, segera diobati. Tetapi jika keputihannya tetap berwarna bening, tidak gatal, dan tidak berbau, berarti masih normal. Tidak diobati juga tak apa-apa.

• Jangan biarkan vagina lembap
Biasanya, usai buang air kecil, keringkan vagina sebelum memakai celana dalam. Jika celana dalam telanjur kena basah, sebaiknya ganti saja agar tidak lembap.

• Hati-hati memakai pantyliner
Jangan memakai pantyliner terlalu lama hingga 8-12 jam. Pemakaian pantyliner terlalu lama, apalagi yang tidak menyerap keringat, menyebabkan vagina menjadi lembap. Pantyliner sebaiknya sering diganti setiap 3-4 jam sekali. Gunakan pula produk pembersih vagina yang tidak mengandung detergen.