Makanan Pantangan Penderita Autis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Makanan Pantangan Penderita Autis

Autisme merupakan gangguan perkembangan anak sejak lahir dimana anak tersebut tidak dapat membangun komunikasi terhadap hal-hal di sekelilingnya. Gejala yang tampak adalah gangguan dalam bidang perkembangan: perkembangan interaksi dua arah, perkembangan interaksi timbal balik, dan perkembangan perilaku.

Autisme diduga berhubungan dengan lingkungan, gen dan makanan. Dibutuhkan gizi seimbang dan nutrisi yang baik bagi perkembangan otak anak autis, anak autis perlu banyak memakan makanan yang mengandung omega 3 dan mineral. Namun tidak semua makanan dapat diberikan kepada anak autisme, karena anak dengan autisme dianjurkan mengikuti diet/berpantang dari makanan yang mengandung gluten dan kasein atau CFGF (casein free gluten free). Casein adalah protein yang terdapat dalam susu sedangkan Gluten adalah protein yang terdapat dalam tumbuhan.

Berikut adalah jenis makanan yang harus dipantang oleh penderita autis:

• Gluten
Gluten adalah protein yang terkandung dalam gandum, barley dan tepung terigu. Kelompok advokasi autisme bernama Talk About Curing Autism (TACA) merekomendasikan orangtua dengan anak autis untuk membaca label makanan dengan hati-hati dan menghindari asupan gluten.

Karena gluten banyak mengandung vitamin dan serat, menerapkan pola makan anti gluten akan memerlukan panduan ketat dari ahli gizi dan dokter agar anak autis tetap mendapat nutrisi yang cukup.

Gluten biasanya terdapat pada: pizza, pastry, biskuit, beberapa produk sereal dan produk-produk lainnya yang dibuat dengan menggunakan terigu, roti dan makanan yang berbahan dasar dari tepung terigu, gandum, barley, pasta dan mie, rey dan oats.

• Kasein
Kasein adalah protein yang ditemukan pada banyak produk makanan. Semua produk susu mengandung kasein termasuk keju, yoghurt, susu sapi, susu kambing, susu domba dan bahkan ASI. Kasein sama seperti gluten, diduga mempengaruhi proses metabolisme pada individu autis.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung kasein bisa menyebabkan gejala sulit berkomunikasi dan sulit melakukan kontak sosial. Menghindari asupan kasein dari makanan harus dilakukan secara hati-hati karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi berharga seperti kalsium dan vitamin C.

Casein biasanya terdapat pada produk susu beserta turunannya seperti: beberapa margarin, es krim, susu cokelat, biskuit dan beberapa produk olahan yang menggunakan susu), susu sapi baik bubuk maupun skim, mentega, susu kambing, keju, youghurt, whey (serum susu yang tersusun oleh Laktosa dan protein), dan caseinates.

• Kedelai
Kecap, tempe dan minyak kedelai adalah beberapa makanan yang mengandung kedelai. Beberapa makanan lain juga menggunakan kedelai sebagai bahan bakunya.

Penyandang autis untuk menghindari produk kedelai karena kedelai yang diproduksi di Amerika sering dimodifikasi secara genetik sehingga bisa menyebabkan alergi makanan. Bacalah label makanan dengan cermat dan waspada. Meskipun tidak ada penelitian yang dengan jelas menegaskan bahwa membatasi asupan kedelai dapat membantu meringankan gejala autisme.

Hindari juga makanan yang mengandung bahan tambahan pangan seperti MSG, bahan pengawet, pemanis buatan dan bahan pewarna/penambah cita rasa buatan), mengandung ragi (roti, vinegar, keju, kecap dan produk fermentasi lainnya) serta gula, dan makanan penyebab alergi dan/atau intoleransi (susu sapi, telur).

Hal terpenting yang dapat dilakukan orangtua untuk anak yang mengidap autis adalah menyediakan makanan dengan gizi yang seimbang.

Artikel Terkait Makanan Pantangan Penderita Autis: