Luka Bakar

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Luka Bakar

Luka bakar adalah terpaparnya tubuh manusia oleh zat yang bersuhu tinggi (heat) atau yang dapat memicu suhu tinggi, baik karena reaksi kimia maupun reaksi fisika. Biasanya bagian tubuh yang terbakar adalah kulit, tetapi luka bakar juga bisa terjadi pada jaringan di bawah kulit, bahkan organ dalampun bisa mengalami luka bakar meskipun kulit tidak terbakar.
Sebagai contoh, meminum minuman yang sangat panas atau zat kaustik (misalnya asam) bisa menyebabkan luka bakar pada kerongkongan dan lambung. Menghirup asap dan udara panas akibat kebakaran gedung bisa menyebabkan terjadinya luka bakar pada paru-paru.

Luka bakar adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat proses patologis yang berasal dari internal maupun eksternal dan mengenai organ tertentu. Ketika tubuh manusia dialiri listrik dan listrik tersebut mengalir keseluruh tubuh maka terjadi kerusakan tubuh karena adanya pelepasan energi listrik tersebut menjadi panas.

Peristiwa kecelakaan luka bakar dapat terjadi setiap waktu di sekitar kita dan pada umumnya diakibatkan oleh faktor kelalaian manusia. Api  sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan luka bakar, yang sering disebut sebagai sahabat manusia tiba-tiba saja bisa berubah menjadi sumber malapetaka.

Demikian pula halnya listrik, bahan-bahan kimia, minyak tanah, bensin, gas, dan beberapa unsur lainnya yang begitu dekat dan akrab dengan aktivitas keseharian manusia, tanpa disadari sekaligus juga merupakan musuh yang harus terus diwaspadai.

Akibat dari luka bakar
• Panas
• Melepuh
• Luka bekas
• Rusaklnya jaringan otot,sel-sel jaringan
• Nyeri yang hebat

Penyebab

– Api atau benda panas
Merupakan penyebab tersering dari luka bakar. Terjadi jika kulit kontak atau terpapar dengan api, uap panas, air panas, minyak panas, atau logam panas.
– Bahan kimia
Terjadi jika kulit kontak dengan bahan-bahan kimia yang tergolong asam kuat atau basa kuat yang dapat bereaksi menghasilkan panas, seperti senyawa kimia kaustik (natrium hidroksida atau perak nitrat, dan asam seperti asam sulfat atau orang sering menyebutnya dengan air keras).
– Aliran listrik atau sambaran petir
Luka bakar karena aliran listrik dapat terjadi akibat menyentuh kabel maupun sesuatu yang menghantarkan listrik dari kabel yang terpasang.
– Radiasi
Dapat terjadi jika terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama, radioterapi pada pengobatan kanker atau akibat efek panas dari radiasi gelombang mikro.

Gejala

Tanda dan Gejala Luka Bakar terdiri dari beberapa tingkat, yaitu :
• Kemerahan pada kulit ( Erythema ), terjadi pembengkakan hanya pada lapisan atas kulit ari ( Stratum Corneum ), terasa sakit, merah dan bengkak.
• Melepuh ( Bullosa ) pembengkakan sampai pada lapisan kulit ari, terdapat gelembung berisicairan kuning bersih.
• Luka bakar sampai pada lapisan kulit jangat, luka tampak hitam keputuh – putihan ( Escarotica )
• Luka bakar sudah sampai pada jaringan ikat atau lebih dari kulit ari dan kulit jangat sudah terbakar.

Hal-hal yang bisa dialami oleh penderita luka bakar
• Shock
• Infeksi
• Ketidakseimbangan elektrolit
• Distress pernapasan
• Distress emosional(trauma)
• Psikologis yang berat karena cacat,akibat luka bakar

Beratnya luka bakar tergantung kepada jumlah jaringan yang terkena dan kedalaman luka
• Luka bakar derajat I
Merupakan luka bakar yang paling ringan. Kulit yang terbakar menjadi merah, nyeri, sangat sensitif terhadap sentuhan dan lembab atau membengkak. Jika ditekan, daerah yang terbakar akan memutih; belum terbentuk lepuhan. Kulit sembuh spontan dalam 3 sampai 4 hari dan tidak meninggalkan jaringan parut, biasanya tidak timbul komplikasi, misalnya luka bakar akibat sinar matahari.

• Luka bakar derajat II
Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam. Kulit melepuh, dasarnya tampak merah atau keputihan dan terisi oleh cairan kental yang jernih. Jika disentuh warnanya berubah menjadi putih dan terasa nyeri.
Luka bakar ini sangat nyeri dan menimbulkan lepuh dalam beberapa menit. Luka bakar ini biasanya sembuh tanpa meninggalkan jaringan parut, walaupun orang-orang tertentudapat mengalami jaringan parut akibat luka ini. Penyembuhan biasanya memerlukan waktu sebulan. Komplikasi jarang terjadi, walaupun mungkin timbul infeksi sekunder pada luka. Luka bakar derajat kedua ketebalan parsial dalam meluas ke seluruh dermis.

• Luka bakar derajat III
Menyebabkan kerusakan yang paling dalam. Permukaannya bisa berwarna putih dan lembut atau berwarna hitam, hangus dan kasar. Kerusakan sel darah merah pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna merah terang. Kadang daerah yang terbakar melepuh dan rambutbulu di tempat tersebut mudah dicabut dari akarnya. Jika disentuh, tidak timbul rasa nyeri karena ujung saraf pada kulit telah mengalami kerusakan.
Jaringan yang terbakar bisa mati. Jika jaringan mengalami kerusakan akibat luka bakar, maka cairan akan merembes dari pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan.
Pada luka bakar yang luas, kehilangan sejumlah besar cairan karena perembesan tersebut bisa menyebabkan terjadinya syok. Tekanan darah sangat rendah sehingga darah yang mengalir ke otak dan organ lainnya sangat sedikit.

Menurut Lokasi Luka Bakar
• Luka bakar pada kepala, dada dan leher seringkali mempunyai kaitan dengan komplikasi pulmonal.
• Luka bakar yang mengenai wajah sering yang menyebabkan abrasi kornea. Luka bakar pada telinga membuat mudah terserang kondritis, aurikular dan rentang terhadap infeksi serta kehilangan jaringan lebih lanjut.

• Luka bakar pada tangan dan persendian sering membutuhkan terapi fisik dan okupasi yang lama dan memberikan dampak pada waktu bekerja dan atau kecatatan fisik menetap serta kehilangan pekerjaan.
• Luka bakar pada area perineal membuat mudah terserang infeksi akibat autokontaminasi oleh urine dan faeces.

• Luka bakar sirkumferensial extremitas dapat menyebabkan efek seperti penebalan pembuluh darah dan mengarah pada gangguan vaskular distal.
• Luka bakar sirkumferensial thoraks dapat mengarah pada inadekuat ekspansi dinding dada dan insufisiensi pulmonal.

Menurut ukuran atau luas luka bakar
Dengan menggunakan metode rules of nine untuk menentukan presentase luas permukaan tubuh yang mengalami cedera luka bakar.

• Kepala  9%
• Extremitas atas kanan  9%
• Extremitas atas kiri  9%
• Torso (dada sampai perut dan punggung sampai pinggang)  36%
• Perineum  1%
• Extremitas bawah kanan  18%
• Extremitas bawah kiri  18% Total  100%

Komplikasi Lanjut Luka Bakar
• Hipertrofi Jaringan Parut
Hipertrofi jaringan parut merupakan komplikasi kulit yang biasa dialami pasien dengan luka bakar yang sulit dicegah, akan tetapi masih bisa diatasi dengan tindakan tertentu terbentuknya hipertrofi jaringan parut pada pasien luka bakar dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain
– Kedalaman luka bakar
– Sifat kulit
– Usia pasien
– Lamanya waktu penutupan kulit
– Penanduran kulit.

• Kontraktur
Kontraktur adalah komplikasi yang hampir selalu menyertai luka bakar dan menimbulkan gangguan fungsi pergerakan.
Beberapa tindakan yang dapat mencegah atau mengurangi komplikasi kontraktur adalah
– Pemberian posisi yang baik dan benar sejak awal.
– Ambulasi yang dilakukan 2-3 kalihari sesegera mungkin (perhatikan jika ada fraktur) pada pasien yang terpasang berbagai alat invasif (misalnya, IV, NGT, monitor EKG, dll) perlu dipersiapkan dan dibantu (ambulasil pasif).
– Pressure grament adalah pakaian yang dapat memberikan tekanan yang bertujuan menekan timbulnya hipertrosi scar, dimana penggunaan presure grament ini dapat menghambat mobilitas dan mendukung terjadinya kontraktur.