Anita

Hormonal Imbalance, Permasalahan Menstruasi dan Jerawat Bukan Masalah lagi.

Tahitian Noni Juice Merupakan Investasi & Berkat Kesehatan.

Testimoni ini saya tulis untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman, terutama yang punya problem kesehatan yang kurang lebih sama dengan saya. Tulisan ini apa adanya, sesuai pengalaman yang sebenarnya dengan Tahitian Noni Juice, jus dalam botol yang sekarang selalu ada pada rak lemari es saya. Pertama kali saya menstruasi pada usia ke-10 tahun, di mana pada saat itu beberapa teman saya sudah mendapat haid pertamanya di usia ke-9 tahun. Adalah cukup normal bagi anak gadis yang baru merasakan haid jika merasakan siklus haid yang belum teratur, tak terkecuali saya pada saat itu. Pada saat itu saya dapat merasakan haid hingga empat sampai enam bulan sekali. Namun, kejanggalan terjadi karena siklus yang tidak teratur ini berlanjut sampai saya tamat kuliah, yaitu pada saat usia saya menginjak 21 tahun, yaitu sebelum saya mengkonsumsi Tahitian Noni Juice. Dibandingkan dengan orang lain yang sampai dapat meramalkan kapan ia akan haid pada bulan berikutnya, saya tidak pernah punya jadwal yang pasti. Merupakan hal yang biasa jika saya tidak juga mengalami haid, bahkan sampai tiga hingga empat bulan. Selain itu, dulu kondisi kulit wajah saya, yang saya yakini dipengaruhi hormon dan faktor genetik, jauh dari kata mulus.

Tiada hari tanpa jerawat yang meradang sampai di hampir seluruh area wajah. Memang, pada saat SMA, saya pernah meminum obat oral untuk menyembuhkan jerawat yang diresepkan oleh seorang dokter di Singapura. Saya tidak tahu jelas itu obat apa, namun akibat dari penggunaannya, kulit saya kering dan siklus haid saya menjadi lebih tidak teratur lagi. Lama setelahsetelah itu, saya mencari tahu tentang obat itu dan menemukan bahwa obat tersebut bekerja pada level hormon, yaitu untuk menghambat kerja hormon yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Saya tidak tahu apakah obat tersebut punya andil dalam ketidakteraturan haid saya (mengingat haid sangat erat hubungannya dengan proses kerja hormon), namun setelah penggunaannya saya hentikan pun, tidak ada tanda-tanda siklus haid saya menjadi teratur.

Suatu saat ketika masa kuliah, mungkin karena stress dibebani tugas dan ujian, dagu bawah sampai leher saya dipenuhi jerawat, kondisi yang sering disebut break out. Saya mencoba berobat ke dokter kulit, namun tidak sembuh juga. Lalu saya berkonsultasi dengan tante saya yang kebetulan adalah seorang dokter, dan beliau menyarankan saya mengompres bagian berjerawat tersebut dengan Tahitian Noni Juice rutin setiap malam. Saya pun mencobanya dan berhasil. Perlahan-lahan, dalam hitungan minggu, jerawat pada area dagu hingga leher hilang dan tidak menyisakan bekas hingga sekarang. Itulah awal pertama saya mengenal Tahitian Noni Juice (TNJ). Pada saat itu, saya tidak terlalu memfokuskan pengobatan pada kulit wajah saya, sehingga belum ada perubahan apapun pada jerawat di wajah.

Akhirnya, saya memutuskan ke dokter kulit dan membeli krim pagi dan malam yang harus rutin saya pakai agar tidak jerawatan pada wajah. Sesungguhnya saya ketergantungan dengan krim-krim tersebut karena jika tidak dipakai lebih dari seminggu, wajah akan terasa gatal, iritasi, dan jerawat bertambah. Tapi saat itu, hanya itulah cara terbaik yang dapat saya lakukan. Pertengahan tahun lalu, setelah lulus kuliah, saya bekerja pada sebuah lembaga riset dan pindah ke Jakarta. Mungkin karena belum terbiasa dengan gaya hidup Jakarta dengan segala beban yang dihadapi, saya mulai merasakan tubuh saya cepat lelah, mengantuk, dan lunglai.

Awalnya, saya pikir karena kurang istirahat, namun tubuh saya tetap saja memberontak walau saya cukup istirahat. Karena melihat tante saya rutin minum Tahitian Noni Juice, saya pun mulai tertarik mencari tahu dan mencoba jika Tahitian Noni Juice dapat mengobati rasa cepat lelah saya. Tak lama kemudian, atas rekomendasi tante, saya membeli Tahitian Noni Juice pertama saya. Pada saat itu tujuannya hanya satu, agar rasa lelah tersebut tidak mengganggu aktivitas saya. Pada awalnya, ada proses detoksifi kasi yang terjadi, walaupun tidak terlalu parah, yaitu diare, kembung, break out pada wajah. Proses tersebut berlangsung sekitar seminggu.

Manfaat mengkonsumsi noni terasa seminggu setelahnya, dengan konsumsi TNJ 2 X 60 ml atau sama dengan 120 ml sehari. Satu hal yang paling saya notice dan sekaligus merupakan manfaat terbesar yang saya rasakan sampai detik ini adalah, haid saya menjadi sangat teratur. Setiap bulan saya pasti selalu haid. Bahkan sekarang saya bisa hitung siklusnya, yaitu sekitar 1 bulan 7 hari. Pada saat haid pun, tidak ada lagi rasa sakit yang benar-benar mengganggu seperti dulu. Saya senang dan bersyukur sekali. Manfaat kedua, jerawat wajah saya perlahan-lahan berkurang jauh, walaupun saya tidak lagi menggunakan krim dokter yang saya sebutkan di atas. Teman-teman saya sampai sering bertanya, saya perawatan wajah di mana. Memang bersamaan dengan awal meminum TNJ, saya bertekad harus mulai lepas dari krim-krim dokter, dan ternyata berhasil.

Tidak ada tanda-tanda wajah saya ketergantungan lagi pada krim-krim tersebut. Malahan, kondisi wajah saya saat ini lebih baik dari pada saat menggunakan krim-krim dokter dulu. Manfaat ketiga, tentunya tubuh saya tidak lagi cepat lelah seperti sedia kala. Beraktivitas dari pagi hingga malam pun, tidak jadi soal buat saya. Capek yang dirasakan hanyalah capek normal yang bisa hilang dengan tidur yang cukup. Saya juga perhatikan, mood saya jadi lebih baik, mungkin karena badan yang terasa lebih segar saat ini.

Satu hal yang membuat saya merasa benarbenar beruntung mengenal TNJ adalah, TNJ tidak menyebabkan ketergantungan bagi tubuh saya. haid tetap teratur (1 bulan 7 hari), jerawat tidak bertambah banyak, dan tubuh tetap bugar seperti sedia kala. Wow! Kesimpulannya, TNJ bagi saya adalah investasi untuk kesehatan, bukan biaya (cost) yang harus dikeluarkan setiap bulan hanya karena keharusan atau ketergantungan dengannya. Oleh saat itu, saya menyarankan teman-teman yang punya problem seperti saya untuk turut merasakan healing effect TNJ ini. Demikian testimoni saya, semoga menjadi berkat untuk kita semua. Terima kasih Morinda