Keseringan Chatting Bisa Terkena Penyakit Neuropati

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Keseringan Chatting Bisa Kena Penyakit Neuropati

Chatting tampaknya sudah menjadi kegiatan sehari-hari yang dilakukan banyak orang, terutama yang tinggal di kota besar dengan jaringan internet. Namun Anda perlu berhati-hati, keseringan chatting ternyata bisa memicu penyakit neuropati.

Bagi yang hobi chatting menggunakan komputer atau smartphone, berhati-hatilah. Sebab, Anda bisa saja terkena penyakit neuropati, yaitu gangguan pada saraf tertentu yang diakibatkan trauma pada saraf atau disebabkan efek samping dari penyakit sistemik. Gejalanya seperti rasa nyeri, rasa baal, mati rasa, kram, kaku-kaku, kesemutan atau rasa terbakar.

Posisi tangan ketika mengetik yang secara berulang-ulang dengan posisi sama selama sekian jam akan mengakibatkan saraf di bagian tangan akan terjepit.

Ada beberapa tempat di sekitar tangan akibat kebiasaan chatting atau mengetik dengan posisi salah, yang berisiko terkena gejala penyakit neuropati, seperti pergelangan tangan atau siku, akibat sarafnya mengalami trauma atau rusak.

Meski demikian penyakit neuropati akibat trauma lebih mudah penanganannya dibanding penyakit neuropati karena penuaan, diabetes dan kekurangan vitamin B.

Dr Manfaluthy juga menambahkan penyakit neuropati ini bisa mengancam 1 dari 4 orang usia di atas 40 tahun. Selain itu, penderita diabetes, hipertensi dan pecandu alkohol juga rentan dengan penyakit ini.

Apabila tidak diterapi dengan benar, dapat menjadi berat sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi penyakit lainnya.

Untuk menangani penyakit neuropati, diperlukan suplai vitamin neurotropik, yang terdiri dari vitamin B1, vitamin B6 dan vitamin B12. Asupan vitamin B12 yang lebih banyak dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin B12 yang masuk ke tubuh hanya diserap kurang dari 2 persen per asupannya.

Vitamin neurotropik berfungsi menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf, melalui pemberian asupan yang dibutuhkan supaya saraf bisa bekerja dengan baik. Vitamin ini juga terlibat dalam metabolisme energi sel, untuk mengatasi kelelahan, membantu penyembuhan penyakit.