Kelenjar Hipertiroid

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Kelenjar Hipertiroid

Hipertiroid adalah suatu keadaan dimana terjadi kelebihan produksi dan distribusi hormon tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi sebagai pengendali utama metabolisme tubuh dan berperan penting bagi kesehatan tubuh. Fungsi hormon tiroid itu sendiri adalah untuk mengatur metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan normal di dalam tubuh.

Hormon tiroid mempengaruhi kesehatan metabolisme tubuh dengan dua cara. Pertama, merangsang hampir setiap jaringan tubuh untuk menghasilkan protein. Kedua, meningkatkan jumlah oksigen yang digunakan oleh sel.

Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid berukuran kecil, dengan berat hanya 2-4 gram posisinya dileher depan bagian tengah dan tidak teraba. Sehingga pada leher orang normal tidak tampak tonjolan atau massa yang mengganggu pemandangan seperti apa yang kita lihat pada penderita kelenjat tiroid atau gondok. Penderita penyakit hipertiroid mengalami pembesaran sekitar dua sampai tiga kali dari ukuran biasanya.

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif menyebabkan hipertiroid (kelebihan hormon tiroid), yang dapat meningkatkan risiko terkena gagal jantung. Sementara, yang kurang aktif akan mengakibatkan hipotiroid (kekurangan hormon tiroid), berdampak menurunkan mental dan daya pikir pada janin sehingga ketika lahir berpotensi tumbuh kerdil (cretin) dan menyandang down syndrome. Hipotiroid juga meningkatkan kadar kolesterol, sehingga meningkatkan risiko sakit jantung.

Untuk menghasilkan hormon tiroid, kelenjar tiroid memerlukan zat iodine atau yodium. Sel tiroid adalah satu-satunya sel yang menyerap zat iodin. Yodium merupakan suatu mineral yang bisa diperoleh dari makanan. Kelenjar tiroid akan menangkap yodium dan mengolahnya menjadi hormon tiroid. Setelah hormon tiroid digunakan, sisa yodium di dalam hormon akan kembali ke kelenjar tiroid dan didaur ulang untuk kembali menghasilkan hormon tiroid. Produksi hormon ini melibatkan banyak sel dan kelenjar-kelenjar lain.

Kelainan tiroid dapat dibedakan antara kelainan fungsi dan kelainan bentuk. Kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroid) termasuk kelainan fungsi. Adapun kelainan bentuk terlihat dari kelenjar yang membesar.

Salah satu organ penting yang menunjang produksi hormon tiroid adalah hipotalamus. Organ yang terletak di otak ini mengeluarkan suatu kelenjar yang disebut thyrotropin releasing hormone (TRH).

Hormon ini ditangkap oleh kelenjar pituitary, yang juga berada di dalam otak, dan mengeluarkan thyroid stimulating hormone (TSH). Tthyroid stimulating hormone (TSH) yang merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormon tiroid, yaitu T3 (tironin) dan T4 (tiroksin).

Pada hipertiroid , peradangan kelenjar tiroid maupun adanya neoplasma atau tumor kelenjar gondok, maka kelenjar itu akan membesar, berupa benjolan atau massa yang bisa diraba pada leher tengah bagian depan. Ciri khasnya benjolan akan ikut bergerak saat penderita melakukan gerakan menelan yaitu bergerak keatas dan kebawah, sesuai dan mengikuti irama gerakan menelan penderita. Tumor tiroid ada yang jinak dan ada yang ganas. Neoplasma jinak biasanya jenis struma adenomatosa dan adenoma folikuler tiroid. Sedangkan neoplasma ganas umumnya yang tersering adalah karsinoma tiroid papilliferum.
Penyebab Hipertiroid

Penyebabnya

– Pemakaian obat-obatan tertentu yang dapat menekan produksi hormon tiroid
– Kurang iodium dalam diet dan air minum, sehingga kinerja kelenjar tiroid berkurang dan menyebabkan pembengkakan
– Kanker pituitari
– Peradangan kelenjar tiroid
– Asupan yodium yang berlebihan
– Auto-imun (dimana tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang komponen spesifik pada jaringan tersebut).
Gejala
Gejala utama hipertiroid antara lain, turunnya berat badan meski banyak makan, keringat berlebihan, jantung berdebar-debar, dan mata menonjol.

Beberapa gejala hipertiroid lainnya

– Lebih suka cuaca dingin atau tidak tahan cuaca panas
– Sering buang air besar
– Kulit lembabbasah
– Pada wanita, haid tidak teratur
– Jari tangan gemetar (tremor)
– Lumpuhlemah otot tungkai bawah mendadak (periodic paralysis)
– Kelenjar tiroid (gondok) membesar (tidak selalu)
– Bola mata menonjol atau kelopak mata turun (tidak selalu)
– Sering merasa gelisah atau agitasi
– Emosi yang kurang stabil
– Susah tidur atau insomnia
– Merasa gugup dan lebih cepat lelah
– Rambut rontok
– Buang air besar lebih banyak atau diare.
Hipertiroid bisa mengakibatkan keguguran, lahir mati, cacat bawaan, hingga kematian bayi. Dampaknya bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa antara lain terhambatnya pertumbuhan, gondok, kerusakan fungsi mental, dan lebih rentan terkena radiasi nuklir. Hipertiroid dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, termasuk gangguan irama jantung, bahkan gagal jantung.

Penderita kelainan kelenjar gondok biasanya 80-90 persen adalah kaum prempuan. Sedangkan laki-laki sangat jarang. Namun, prosentase keganasan pada penderita pada laki-laki cukup tinggi sekitar 60-70 persen dari seluruh kasus penderita kelainan tiroid pada laki-laki.

Artikel Terkait Kelenjar Hipertiroid: